Polres Pamekasan Mengamankan 17 Tersangka Pelaku Kriminalitas | El Jabar

Polres Pamekasan Mengamankan 17 Tersangka Pelaku Kriminalitas

PAMEKASAN, eljabar.com – Kepolisian Resor Pamekasan, Madura , Jawa Timur menggelar konferensi pers ungkap kasus kejahatan yang terjaring dalam Operasi Sikat Semeru 2021, bertempat di halaman Satreskrim Polres Pamekasan, Senin (12/7/2021) siang.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si didampingi Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Tomy Prambana, S.I.K.,MH., M.Si dan Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah PS.

Operasi Kepolisian dengan sandi ops Sikat Semeru 2021, dilaksanakan selama 12 hari terhitung mulai tanggal 28 Juni s/d 9 Juli 2021, dengan melibatkan 250 personil Polres Pamekasan yang terbagi dari beberapa satgas.

Operasi Sikat Semeru 2021 ini dalam rangka menciptakan kondusfitas wilayah, selama masa pandemi covid-19 dan menanggulangi maraknya kejahatan yang meresahkan masyarakat,” kata AKBP Apip Ginanjar.

Dikatakan Apip, sasaran operasi itu meliputi pelaku kejahatan curas, curat, curanmor, premanisme dan kejahatan jalanan lain yang meresahkan masyarakat.

Adapun dari hasil ops sikat yang kita dapat sebanyak 17 kasus dan jumlah tersangka 17 orang. Sementara aksi kejahatan yang dilakukan yaitu curanmor sebanyak 4 kasus dan 4 tersangka.
“Tiga orang tersangka diantaranya masuk dalam target operasi kepolisian,” ujar AKBP Apip.

Sedangkan untuk aksi premanisme/pungli sebanyak 3 kasus dan 3 tersangka, kejahatan jalanan sebanyak 8 kasus dengan 8 tersangka serta operasi senjata tajam sebanyak 2 kasus dengan 2 tersangka.

Selain itu, di luar pelaksanaan Ops Sikat, pihaknya juga mengamankan pelaku judi sebanyak 3 orang tersangka dan pengedar miras sebanyak 1 orang tersangka.

Untuk barang bukti petugas mengamankan sepeda motor hasil kejahatan, senjata tajam, uang tunai, handphone, serta 580 botol minuman beralkohol dari berbagai merek.

Pencapaian hasil Ops Sikat semeru tahun ini meningkat sebesar 88,89% (naik 8 kasus) dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 9 kasus. Ini menandakan bahwa kuantitas kejahatan cukup meningkat apalagi di saat masa pandemi covid-19 saat ini.

“Penindakan ini akan terus berlanjut dan tidak hanya berhenti di sini saja sebagai wujud mengayomi dan melindungi masyarakat” tegasnya. (idrus)

Categories: Nasional