PPP II Jatim: AWT Masih Masa Pemeliharaan, CKPP Banyuwangi Ungkap Jadwal Serahterima Mei 2023

SURABAYA, eljabar.com – Penataan kawasan Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi telah selesai dikerjakan. PT Lingkar Persada menyelesaikan pekerjaan konstruksi AWT senilai Rp 25,80 miliar dengan nilai jaminan pelaksanaan sebesar Rp 1,75 miliar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau langsung destinasi berbasis pertanian tersebut. Pengerjaan revitalisasi pada gugusan rumah adat Suku Osing dan fasilitas lain serta penataan ruang yang berpadu dengan kawasan pertanian, tak luput dari perhatian dari istri Menpan RB tersebut.
“Terimakasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung Banyuwangi. Semoga hadirnya AWT dengan wajah baru ini bisa lebih memacu pemulihan ekonomi di Banyuwangi,” kata Ipuk, pada Selasa, 28 Desembwr 2022. Sudah kami cek Agrowisata Tamansuruh sudah rampung,” kata Ipuk.
Lanjut Ipuk, bangunan fisik AWT sudah selesai dilaksanakan. Sedangkan lansekap menjadi pekerjaan Pemkab Banyuwangi. Pengerjaan kawasan pariwisata ini akan disempurnakan bersama dinas-dinas terkait.
“Harapan kami, seiring penyerahan oleh Kementerian PUPR, pengerjaan lansekapnya juga sudah selesai,” ucap Ipuk.
Plt. Kepala Dinas PU Cipta Karya Pertamanan Permukiman (CKPP) Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan meski telah rampung, kawasan AWT masih di bawah kewenangan Kementerian PUPR.
“Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak ketiga. Dijadwalkan Mei 2023 baru diserahkan kepada Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Danang, Bupati Ipuk telah menginstruksikan jajaran OPD terkait untuk ambil bagian dalam proses penyiapan kawasan tersebut. “Kami bagi tugas. Misalnya, Dinas Pertanian akan menyiapkan lansekap, Dinas PU CKPP pemeliharaan fasilitas, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk pemeliharaan kebersihannya,” urai Danang.
Sementara kegiatan revitalisasi AWT mengusung konsep Desa Adat Osing yang menyajikan budaya asli Suku Osing sebagai masyarakat asli Banyuwangi.
Nuansa Osing terlihat dari gugusan rumah adat yang dikelilingi taman bunga di kawasan tersebut. Kawasan AWT yang berada di ketinggian 450 mdpl ini juga menyuguhkan pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan eljabar.com menunjukkan bahwa lansekap AWT juga sudah mulai dilakukan penataan secara bertahap.
Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mengawali penataan lansekap AWT dengan penanaman pohon yang berumur panjang.
“Pohon kelapa dan ketepeng sudah mulai kita tanam, selanjutnya taman bunga dan buah akan dikerjakan secara simultan,” ujar M. Khoiri, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi.
AWT didesain dengan memanfaatkan perpaduan antara kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi. Perpustakaan digital dan ruang Smart Kampung akan melengkapi wahana atraksi budaya dan kegiatan adat Osing yang disuguhkan AWT.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Any Virgyani mengatakan bahwa destinasi wisata seluas 10,5 hektare di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, masih dalam masa pemeliharaan.
“Masa pemeliharaan AWT berlangsung sampai dengan Maret 2023,” kata Any Virgyani, melalui keterangan tertulis yang diterima aplikasi pesan eljabar.com pada Rabu, 28 Desember 2022.
Lebih lanjut, Any menjelaskan bahwa selama masa pemeliharaan konstruksi, pemeriksaan dan perbaikan kerusakan menjadi tanggungjawab penyedia jasa, terhitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan.
Meski begitu, Any Virgyani berharap penataan kawasan AWT menjadi nilai tambah pariwisata sehingga ekonomi masyarakat menjadi terungkit dan naik. (*wn/and)







