Preservasi Ruas PPK 2.6 Provinsi Jatim, Menjaga Kemantapan Jalan Lintas Tengah Pulau Jawa – El Jabar

Preservasi Ruas PPK 2.6 Provinsi Jatim, Menjaga Kemantapan Jalan Lintas Tengah Pulau Jawa

NGANJUK, eljabar.com — Ruas jalan PPK 2.6 Provinsi Jawa Timur yang berada di daerah Ngawi, Caruban, Nganjuk dan Kertosono, merupakan jalur lintas tengah Pulau Jawa yang strategis untuk transportasi dan logistik.

Penanganan ruas jalan yang menghubungkan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut, kegiatan pemeliharaan, baik rutin dan berkala, dilaksanakan secara berkesinambungan.

Ini dilakukan untuk menjaga kualitas kemantapan jalan supaya pengguna jalan yang melintas di ruas jalan tersebut tetap dalam kondisi aman dan nyaman.

PPK 2.6 Provinsi Jawa Timur, Grace Agustina Togatorop menjelaskan, kegiatan preservasi jalan dan jembatan, selain meningkatkan faktor keamanan transportasi, juga akan memperlancar arus distribusi logistik antar wilayah.

Pejabat Pembuat Komitmen pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur itu mengatakan, salah satu penanganan jalan yang dilaksanakan tahun ini adalah jalan lingkar Nganjuk sepanjang 3,5 kilometer.

“Tahun ini kita ada satu paket preservasi jalan dan jembatan Ngawi Caruban Nganjuk Kertosono dengan multy years contract,” kata Grace.

Ia menjelaskan bahwa lingkup pekerjaan yang ditangani meliputi rehab mayor jalan sepanjang 18,87 kilometer dan rehab minor sepanjang 3,80 kilometer.

Sedangkan untuk jembatan, masing-masing meliputi penanganan berkala Jembatan Rejoso sepanjang 29 meter dan Jembatan Klinter sepanjang 41,40 meter.

“Untuk tahun ini, jalan lingkar Nganjuk sepanjang 3,5 kilometer menjadi salah satu prioritas penanganan,” terang Grace.

Ia menguraikan, penanganan di lingkar Nganjuk itu meliputi pengerjaan lapisan perkerasan tambahan di atas konstruksi jalan (overlay), yang terdiri dari overlay AC-BC dan AC-WC.

Selain itu, penanganan lainnya di jalan tersebut adalah pengerjaan Concrete Treated Base (CTB), penanganan drainase U-dicth dan pemberian marka jalan.

Hal yang sama juga dilakukan pada ruas jalan Nganjuk Kertosono. Di ruas ini, yang akan ditangani mulai Km 121+500 sampai Km 113+000.

“Ruas Nganjuk-Kertosono juga menjadi salah satu prioritas penanganan kita,” ujarnya.

Grace menambahkan, prioritas penanganan di ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut karena hampir dari setengah badan jalan telah bergeser (sliding), sehingga mengakibatkan keretakan pada lapisan aspal dan permukaan jalannya bergelombang.

“Di titik lokasi ini, dinding penahan yang sudah bergeser akan ditangani terlebih dahulu. Setelah selesai, baru kemudian penanganan aspalnya dilaksanakan,” urai Grace merinci tahapan penanganan di ruas tersebut.

Di samping itu, kendala yang akan dihadapi dalam penanganan jalan tersebut tidak terlalu signifikan. Meskipun begitu, proses penanganan yang dilakukan di lokasi tersebut, Grace berharap tidak akan terkendala hujan saat pengaspalan dikerjakan agar proses penanganannya bisa berjalan dengan lancar, tepat waktu, tepat mutu serta tepat biaya.

“Harapannya, mudah-mudahan yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat Ngawi, Caruban, Nganjuk dan Kertosono serta pengguna jalan yang ada di seluruh Jawa Timur,” pungkas Grace.

Sebelumnya, saat ditemui di ruang kerjanya Grace mengatakan bahwa kebijakan refocusing anggaran telah menetapkan pekerjaan yang akan diselesaikan pada tahun anggaran 2021 senilai Rp 47 miliar.

Kemudian diteruskan pada tahun anggaran 2022 sebesar Rp 53 miliar, sekaligus dilakukan penyerahan tahap pertama pekerjaan pada 31 Desember 2022 mendatang. (*wn)

Categories: Nasional