Rayakan Idul Fitri, Penabuh Bandung Persembahkan Dulag Takbir 2020

BANDUNG, eljabar.com — Komunitas Penabuh Bandung merupakan sekumpulan Pemain Perkusi yang berada di Kota Bandung. Berdiri pada tanggal 5 Juli 2016 atas iniasiatif dari Pelaku Seni (Angga Wardhana, Kang Nay, Lutfi dll). Serta beberapa orang Pemain Perkusi dari berbagai “Genre” baik Perkusi Modern maupun Tradisional.

Dalam perjalanannya “Penabuh Bandung” pernah melakukan pertunjukan didepan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016. Di kediaman Anis Baswedan, yang ketika itu menjabat sebagai Kemendikbud. dalam rangka acara “Ngabuburit dan Diskusi”.

Ada beberapa program yang sudah dibuat oleh Komunitas ini diantaranya Konser, Festival Perkusi, Diskusi, Workshop, Pelatihan dan lain-lain. Namun program tersebut, ada yang terlaksana dan ada yang belum.

Pada saat ini anggota “Komunitas Penabuh Bandung” sudah terdata sekira 150 (Seratus Limapuluh) orang yang tersebar diseluruh Kota Bandung. Baik perseorangan maupun kelompok.

Di Kota Bandung sendiri, pada saat ini tersebar kelompok-kelompok Musik Perkusi dengan berbagai bentuk dan gaya yang mencirikan kelompok masing-masing dan kebanyakan sudah tergabung dalam “Penabuh Bandung”.

Pada Bulan Suci Ramadhan tahun ini dimotori oleh Ade Rudiana, Adjie Rao, Icha KSP dan Guruh Susanto, serta didukung oleh para Pemain Perkusi yang ada di kota Bandung. Komunitas ini akan mempersembahkan karya yang berjudul “Dulag Takbir Penabuh Bandung 2020″.

Ade Rudiana menjelaskan secara musical pola tabuh yang dikreasikan merupakan pengembangan dari pola tabuh “Ggadulag” yang sudah dimodifikasi dan direintrepretasi baik secara instrument maupun pola ritmiknya untuk mengiringi lantunan Takbir. Rencananya akan dipublikasikan di media online secara serentak pada malam Takbiran 2020 ini.

Lebih lanjut Ade menjelaskan disamping untuk menyambut malam Takbiran, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi para Pemain Perkusi dan sebagai salasatu bentuk kreativitas Musik perkusi untuk diapresiasi oleh masyarakat luas.

Ketika ditanya bagaimana proses kreatifnya hingga terwujudnya karya “Dulag Takbir” ala “Penabuh Bandung” ini (mengingat saat ini di Bandung sedang berlaku PSBB).

Ade Rudiana yang juga “dedengkot” Idea Percussion ini. Menjelaskan bahwa semuanya dikerjakan oleh masing-masing pemain secara “Work From Home”, “Semua kita kerjakan secara online, para pemain mengirimkan data gambar dan audionya untuk di edit dan diproses di studio 69C Cimahi, oleh Guruh Susanto sangat pemilik studio dan salaseorang Drummer dari Kota Cimahi.

Target yang diharapkan dari kegiatan ini menurut Reza Safrilyan yang dikenal dengan nama Icha KSP menjelaskan, bahwa selain menjadi ladang ibadah di penghujung bulan Ramadhan dia ingin memperkenalkan musik perkusi kepada dunia. Jawa Barat umumnya dan Bandung khususnya merupakan salasatu kota yang memiliki berbagai jenis musik mulai dari tradisi, hingga modern dari Sakral sampai Propan. Salasatunya adalah Musik Perkusi, Icha berharap “Kekhasan” Musik Perkusi Bandung ini. Membumi menjadi Perkusi yang dikenal diseluruh dunia.

Lebih jauh Ade Rudiana menambahkan bahwa dengan terciptanya “Karya” ini semoga menjadi salasatu penyemangat bagi para “Percussionis” ditengah Pandemic Covid-19. Yang pada saat ini yang berdampak pada, tidak adanya kesempatan untuk main atau konser secara Live. Yang biasa dilakukan pada waktu menjelang buka Puasa atau saat Ngabuburit.

Para Personil “Dulag Takbir Penabuh Bandung 2020”.

1. Ade Rudiana.
2. Guruh Susanto.
3. Icha KSP.
4. Pepen Kidal.
5. Tia Setiana.
6. Elan Swardana.
7 . Endang Ramdhan.
8. Deria.
9. Cucu Zbet.
10. Azis.
11. Raihan Ardisoma.
12. Ruby.
13. Luthfi Purpose.
14. Akeow perkusi.
15. Johny jacko.
16. Pippin Drums Drummer.
17. Dadi Firmansyah.
18. Achilino.
19. Rudie Drum.
20. Rizki Hamdani.
21.Tonton Sembawa.
22. Fiqri Fadhillah.
23. Ipo Kasep.
24. Abem usbp.
25. Boriz.
26. Gandhi Hileud.
27. Didin Aceh.
28. Mehonk.
29. Julian(Anak wayang).
30. Diandra satya m w.
31. Syarief Wiradz.
32. Nova Omes. (SIP)

Categories: Seni Budaya