Reward di HUT RI Ke-77, Pemberkasan Guru Honorer Dipermudah?
KAB. BANDUNG, eljabar.com — Dengerin nih keluh kesah guru honorer saat menghadapi pemberkasan yang disinyair memberatkan.
Salah seorang gurur honorer membeberkan, pemberkasan harus ada absensi dari awal bekerja sampai akhir serta absensi kehadiran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ) honorarium dari awal bekerja hingga akhir harus ada bukti rasanya memberatkan.
Misalnya, lanjutnya, guru honor terhitung mulai tanggal (TMT) tahun 2005 selain susah mencari absesnsi lama menggunakan manual rasanya sudah jadi rongsok.
“Tak ayal, berpotensi adanya penyalahgunaan atau dugaan membuat stempel tanggal yang dimaksud (tahun 2005, red) lalu mendatangi kepala sekolah dan meminta tandatangan. Ini harus diantisipasi kalau aturan tidak diubah,” tegasnya.
Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan tegas membenarkan, pemberkasan guru honorer harus menyertakan absensi dari mulai bekerja hingga akhir mustahil ada.
”Musabab absensi manual tersebut sudah lama dan barang kali sudah jadi barang rongsok dan dibuang,” terangnya.
Ketua cabang PGRI kecamatan ini dengan tegas mengatakan, pihak terkait membuat regulasi yang mudah supaya guru honorer tidak tebebani kasihan mereka.
”Guru honor TMT 2005, mengabdi puluhan tahun mestinya diperhatikan, terlebih pemberkasan di bulan Agustus adalah Hari Ulang Tahun Republik Indionesi (HUT RI) ke 77 tahun 2022. Merdeka,” kata Ketua cabang PGRI kecamatan yang minta namanya dirahasiakan kepada eljabar.com melalui whastapp, Selasa (16/08/2022).
Salah seorang pengawas memberi wejangan, hendaknya pemangku kebijakan membuat aturan yang lebih simpel.
“Yakni absensi TMT 2005 dan LPJ honorarim cukup surat dari pimpinan yang akurasinya terukur dapat dan dipertanggungjawabkan,” imbuhnya. A56