Sat Reskrim Polres Nagan Raya Kembali Ciduk 4 Pelaku Penimbun Solar Subsidi
NAGAN RAYA, eljabar.com — Polres Nagan Raya kembali mengamankan 4000 liter, atau 4 ton minyak solar bersubsidi yang di timbun oleh pelaku di wilayah Darul Makmur.
Penimbunan minyak solar tersebut, dilakukan oleh 4 pelaku dengan lokasi yang berbeda. Dalam operasi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Machfud, SH, MM, ke 4 tersangka dan barang bukti solar bersubsidi, berhasil diamankan ke Mapolres Nagan Raya.
Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim AKP Machfud, SH, MM pada Kamis, 14 April 2022, mengatakan, ke 4 pelaku penimbunan minyak solar tersebut berhasil ditangkap di wilayah Darul Makmur, pada kamis dini hari.
Dalam operasi tersebut, Sat Reskrim Polres Nagan Raya berhasil mengamankan ES (42) warga Suka Raja Kecamatan Darul Makmur, BN (58) warga Gampong Suak Palembang Kecamatan Darul Makmur.
Selanjutnya, Polres Nagan Raya juga mengamankan MI (36) warga Gampong Gunong Cut Kecamatan Darul Makmur, serta AJ (48) warga Gampong Gunong Cut Kecamatan Darul Makmur.
“Selain mengamankan 4 pelaku penimbunan minyak solar bersubsidi, Sat Reskrim juga mengamankan barang bukti dari 4 pelaku tersebut berupa, 1 unit mobil Panther hijau tua dengan Nopol BL 1044 RA, 1 unit mobil Panther Pick Up warna hitam Nopol BL 8227 VL,” jelasnya.
3 drum kosong ukuran 200 liter minyak, lanjut Kasat Reskrim, 13 jerigen kosong ukuran 34 liter, 1 unit Mobil L-300 Pick Up warna hitam dengan Nopol BL 1735 NB,1 drum kosong ukuran 200 liter,serta 10 jerigen kosong ukuran 34 liter.1 unit mobil Panther Pick Up warna hitam dengan Nopol BL 8363 ZW,13 jerigen kosong ukuran 34 liter.
“Selanjutnya, 1 unit mobil Chevrolet warna hitam dengan Nopol BL 8258 LZ,15 jerigen kosong ukuran 34 liter, serta 4000 liter atau 4 ton minyak solar bersubsidi diamankan oleh Sat Reskrim Polres Nagan Raya,” kata AKP Machfud.
Kasat Reskrim juga menyebutkan, ke 4 pelaku penimbunan minyak tersebut, akan dikenakan pasal 55 undang undang RI Nomor 22 tahun 2001, atau dipidana penjara selama 6 tahun serta denda paling tinggi 60 Milyar Rupiah.
“Untuk itu, agar masyarakat jangan coba-coba untuk melakukan penimbunan minyak solar bersubsidi tersebut, karena pihaknya akan terus melakukan operasi. Jika ditemukan oknum penimbunan minyak tersebut, akan ditindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” pungkas AKP Machfud. (Cautsar)