Sempat Berseteru: Pengusaha, Pemred dan Ketua LSM Ini Akhirna Berdamai - El Jabar

Sempat Berseteru: Pengusaha, Pemred dan Ketua LSM Ini Akhirna Berdamai

BOGOR, eljabar.com– Setelah sebelumnya sempat berseteru, pengusaha di Kabupaten Bogor Anton Banjarnahor, Ketua LSM Pemuda Peduli Pembangunan dan Ekonomi Rakyat (P3ER) Kabupaten Bogor Charles Bresman Munthe serta Pemimpin Redaksi Media Cetak dan Online Indonews, Jonny Sirait akhirnya berdamai.

Perdamaian ketiganya ditandai dengan berdamai secara adat Batak. Anton pun telah menyampaikan permohonan maaf kepada Charles maupun Jonny dan permohonan maafnya disambut penuh kekeluargaan oleh Charles maupun Jonny.

“Peristiwa itu terjadi karena adanya miss komunikasi. Kita ini sama-sama suku Batak, persaudaraan diantara kami begitu kuat. Adapun permasalahan yang terjadi itu merupakan hal biasa dalam kehidupan, yang penting kita segera menyelesaikannya dengan baik,” ungkap Anton, usai bertemu Charles dan Jonny di Cafe Resto, Kota Bogor, Minggu (22/12/2019) malam.

Anton juga mengaku tak bermaksud sedikit pun untuk menghina profesi pers maupun LSM. Perseteruan waktu itu terjadi murni karena salah faham dan tanpa disengaja.

“Sekali lagi, saya sampaikan bahwa kami sudah berdamai, karena memang tak ada niatan dalam diri saya untuk mencelekai orang. Makanya saya sampaikan permohonan maaf ini, jadi gentle ya. Dari kejadian ini, saya berpesan bagi siapapun, khususnya diri saya sendiri untuk bisa saling menghargai, menghormati satu sama lain, apapun profesinya,” ujar Anton.

Lebih jauh ia mengatakan, meski terkadang orang Batak terkesan keras, namun sebenarnya sama memiliki kerendahan hati sebagai budaya masyarakat Batak.

“Saya pun berterima kasih kepada Bang Charles dan Bang Jonny yang menunjukan kerendahan hati sehingga kita bisa kembali memperbaiki jalinan kekeluargaan kita. Mari kita jaga tali persaudaraan ini,” pungkasnya.

Sementara Jonny mengatakan, dirinya bersama Charles sebagai pelapor akan segera mencabut surat pengaduan dan perlindungan hukum di Polres Bogor, Senin besok.

“Dan kami berdua sebagai pelapor menyatakan tidak lagi melanjutkan pengaduam tersebut. Benar tadi yang disampaikan bang Anton, ini hanya salah faham, dan kejadian itu terjadi begitu cepat, sehingga kami sempat syok hingga membuat laporan. Namun setelah kita komunikasi dengan kepala dingin akhirnya kita menemukan titik masalahnya apa, sampai ya kita sepakat untuk berdamai,” ungkap Jonny.

Dari peristiwa ini, Jonny pun berpesan kepada semua orang, termasuk pemerintah maupun pengusaha agar selalu saling menghargai dan menghormati dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Sebagai orang timur, tentunya kita miliki sikap sopan santun, saling menghargai dan menghormati. Maka sikap tersebut harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari ataupun pada profesi masing-masing. Pers dan LSM juga memiliki peran penting dalam berbangsa dan bernegara, maka jangan sedikitpun membencinya. Kami hanya menjalankan tugas sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku,” tutup Jonny sambil mempersilahkan Charles untuk menyampaikan pesan kepada media.

Charles enggan berkomentar banyak karena semua sudah disampaikan Anton ataupun Jonny. Ia hanya berpesan agar peristiwa seperti ini dijadikan contoh agar tidak terulang kembali.

“LSM dan Pers memiliki fungsi kontrol sosial, kalaupun yang kami kerjakan dirasa pahit, tapi selama itu tidak menyalahi aturan maka siapapun harus menghormatinya. Jika pun ada yang kurang tepat, misalnya berita melenceng ada mekanisme yang berlaku, yaitu melalui hak jawab. Intinya kekerasan tidak akan menyudahi permasalahan, justru menambah masalah,” kata dia.

Terakhir, Charles mengapresiasi kinerja kepolisian sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Dalam hal ini, kata Charles, polisi sudah melakukan fungsinya dengan sangat baik.

“Perdamaian ini pun tak lepas dari peran pihak kepolisian. Maka kami berterima kasih dan mengapresiasi kinerja kepolisian,” pungkasnya.

Lantas, sambil berjabat tangan, ketiganya sepakat untuk menyudai permasalahan yang telah terjadi dengan kata damai, dan menjadikannya sebagai pengalaman pribadi agar tak terulang di kemudian hari. (ak/patrolicyber)

Categories: Kronik