Setelah Diguyur Hujan Selama 3 Jam, Lima Kecamatan di Trenggalek Tergenang Banjir – El Jabar

Setelah Diguyur Hujan Selama 3 Jam, Lima Kecamatan di Trenggalek Tergenang Banjir

TRENGGALEK, eljabar.comSebanyak lima kecamatan, masing-masing Kecamatan Trenggalek, Kampak, Gandusari, Pogalan dan Pogalan.

Informasi uang dihimpun dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek menyebutkan ketinggian banjir yang terjadi sejak semalam itu anyara 40 hingga 50 sentimeter. Ketinggian banjir terparah menimpa Pasar Ngerayung di Kecamatan Gandusari yang mencapai 1,5 meter.

Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari, melalui pesan whatsapp menjelaskan, banjir tersebut disebabkan oleh luapan sungai Tawing yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi sehingga menggenangi permukiman warga.

“Sekarang sudah mulai surut dan kami masih memastikan tidak adanya korban jiwa akibat banjir ini,” kata Tri.

Sementara itu, kondisi Bendungan Tugu dilaporkan dalam kondisi normal. Bendungan yang masih dalam proses impounding itu, menurut PPK Bendungan III BBWS Brantas, Yudha Tantra Ahmadi, dalam keadaan aman.

“Alhamdulillah Bendungan Tugu aman,” terang Yudha yang dihubungi melalui aplikasi pesan, Kamis (18/11/2021).

Sebelumnya, saat uji coba pompa pengendali banjir yang berada di bendungan tersebut juga berjalan lancar. Meski belum resmi dioperasikan, namun hal itu akan mereduksi banjir di Trenggalek.

Selain banjir, sejumlah wilayah di Trenggalek juga dilaporkan mengalami longsor. Akibatnya, jalan penghubung antar kecamatan sepanjang 6 meter sempat tertutup longsoran. Ini terjadi di sejumlah titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Munjungan, Panggul, Dongko dan Durenan.

Keterangan lain menyebutkan, akibat longsor tersebut satu rumah milik warga mengalami kerusakan. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputra.

Hingga saat ini jumlah kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir dan longsor di Kabupaten Trenggalek belum bisa dipastikan. Sejumlah pihak terkait masih bahu-membahu melakukan evakuasi material banjir dan longsor.

Fenomena La Nina yang memicu bencana hidrometeorologi tersebut, secara dini sudah disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Bahkan, peringatan dini 3 harian yang dipublis itu menyatakan Kabupaten Trenggalek termasuk banjir level siaga dari 16 sampai 17 November 2021. (*wn)

Categories: Regional