Sidak PT Sinar Button, Dansektor 21: Tolong ini Dijaga, Biar Ikan Hidup Didalamnya…!

CIMAHI, eljabar.com — Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si melaksanakan pengecekan pembuangan limbah PT Sinar Button yang beralamat di Jl. Cibaligo No. 39 A Kota Cimahi, Rabu (31/07/2019). Perusahaan tersebut termasuk golongan kecil pembuangan limbahnya yaitu antara 10 m3/hari sampai dengan 20 m3/hari disaat banjir pesanan.

Sidak yang dilaksanakan oleh Dansektor 21 beserta jajaran Subsektor 21-13/Cimahi yang turut disaksikan oleh wartawan dan elemen masyarakat ini, untuk mengecek langsung hasil pengolahan limbah perusahaan yang bergerak di bidang produksi logam berjalan sesuai komitmen.

Sidak PT Sinar Button, Dansektor 21, Tolong ini Dijaga, Biar Ikan Hidup Didalamnya (2)Dansektor 21 menjelaskan, Sekecil apapun kalau tidak diolah dengan baik akan mencemari dan merusak ekosistem yang ada di DAS Citarum karena pada dasarnya menggunakan zat-zat kimia.

“Setelah kita cek hasil air limbahnya baik, jernih Ikan Koi hidup. Artinya ini sudah dikelola dengan baik sudah boleh di buang ke lingkungan masyarakat sehingga tidak membahayakan lagi ekosistem di Sungai Citarum,” jelas Yusep.

Ini memang sejalan dengan perintah terhadap Dansektor Citarum untuk tetap mengawal proses revitalisasi DAS Citarum secara cepat selama 7 tahun, sesuai Perpres No 15 tahun 2018 tidak boleh ada sedikitpun pencemaran yang dibuat pabrik-pabrik atau perusahaan membuang limbahnya tanpa diolah dengan baik. “Tolong ini dijaga,  jangan berubah lagi, biar ikan hidup didalamnya,” ujarnya.

Isomba Tota Manager IPAL PT Sinar Button Factory menjelaskan, bahwa pabrik ini bergeral di bidang pabrik kancing, asesoris garmen berbahan baku metal yang ada proses elektro platingnya.

“Setiap hari, kami proses sekitar 50 sampai 90 kg kancing-kancing. Limbahnya diolah di IPAL dengan menggunakan kimia. Kami berkomitmen untuk mengolah limbah sesuai aturan dan akan terus dikembangkan jika ditemukan kekurangan,” katanya.

Pabrik tersebut berdiri sejak 1969 dan unutk masalah pengolahan limbah pabrik ini menjadi pionir di Kota Cimahi.

“Tahun 2004 kami sudah melakukan pengolahan dengan cara seperti ini dan menjadi percontohan baik dari universitas maupun dari Lingkungan Hidup Cimahi dan Jawa Barat,” ujar Isomba. *rie

Advertisement

Categories: Regional

Tags: ,,,