Sinergisitas Antara Pers, Masyarakat dan Pemerintah - El Jabar

Sinergisitas Antara Pers, Masyarakat dan Pemerintah

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com — Negara demokrasi adalah negara yang mengikutsertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara.

Salah satu hak dasar rakyat yang harus dijamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran, baik secara lisan maupun tulisan. Pers adalah salah satu sarana bagi warga negara untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat serta memiliki peranan penting dalam negara demokrasi.

Bahkan Konstitusi kita menjamin kemerdakaan warganya dalam menyampaikan pikiran, baik secara lisan maupun tulisan.

Pers yang bebas dan bertanggung jawab, memegang peranan penting dalam masyarakat demokratis dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintahan yang demokratis.

Antara pemerintah, pers dan masyarakat menurut Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat, H. Mirza Agam, perlu lebih dikembangkan lagi hubungan fungsional sedemikian rupa, sehingga semakin menunjang tujuan bersama, yaitu terwujudnya pembangunan yang mengantarkan masyarakat  adil dan makmur.

“Interaksi harus dikembangkan sekreatif mungkin, untuk tercapainya tujuan pembangunan. Kesejahteraan manusia dan masyarakat seutuhnya. Adil makmur, lahir dan batin,” ujar Mirza Agam, kepada elJabar.com.

Hubungan antara pers dan masyarakat umum, sesungguhnya merupakan perwujudan dari nilai-nilai Pancasila. Sehingga mampu membangkitkan semangat patriotism, pengorbanan tanpa pamrih dan dedikasi total terhadap kepentingan rakyat banyak.

Dalam hubungan fungsional antara pemerintah, pers dan masyarakat perlu dikembangkan kultur politik dan mekanisme yang memungkinkan berfungsinya sistem kontrol sosial dan kritik secara efektif dan terbuka.

“Adanya kekurangan merupakan gejala umum yang harus kita terima bersama, agar dalam melakukan koreksi kita tidak menimbulkan apatisme dan antipati. Justru untuk menggairahkan usaha-usaha perbaikan dan pembangunan,” jelasnya.

Dijelaskan Agam, bahwa hubungan antara pemerintah, pers dan masyarakat, merupakan hubungan kekerabatan dan fungsional yang harus terus menerus dikembangkan dalam mekanisme dialog. Tidak ada skat yang menjadikan renggangnya komunuikasi secara dialogis.

Sehingga apabila dibangun hubungan yang sinergi antara pers, masyarakat dan pemerintah,  tentunya akan semakin memperkuat hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dalam pembangunan.

“Secara teknis, masyarakat dapat menerima informasi pembangunan dari pers. Masyarakat juga bisa menyuarakan aspirasinya untuk pembangunan melalui pers. Ada hubungan timbal balik yang sinergis. Dan ini positif bagi pemerintah dan masyarakat,” paparnya.

Pers memang lahir ditengah-tengah masyarakat, sehingga pers dan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Keberadaan pers merupakan sebuah tuntutan masyarakat untuk memperoleh informasi yang actual secara terus menerus, mengenai peristiwa-peristiwa besar maupun kecil.

Namun Agam yang juga Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat ini, mengajak kepada masyarakat supaya cerdas dan cermat dalam menerima informasi, baik yang disampaikan oleh media mainstream, terlebih lagi informasi yang beredar di media social.

“Diharapkan masyarakat bisa lebih cerdas dan cermat dalam menerima informasi dari media massa. Khususnya yang beredar di media sosial, supaya di saring dulu. Sehingga tidak termakan informasi yang menyesatkan. Bahkan ikut berkomentar, yang bisa terjerumus ke masalah hukum,” pungkasnya. (muis)

Categories: Pemerintahan