Sosialisasi Energi Panas Bumi, Bupati: Sumedang Miliki Sumber Daya Alam yang Melimpah - El Jabar

Sosialisasi Energi Panas Bumi, Bupati: Sumedang Miliki Sumber Daya Alam yang Melimpah

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Webinar Sosialisasi Energi Panas Bumi di Kabupaten Sumedang yang diselenggarakan oleh P3TKEBTKE, Senin (12/10/2020).

Bupati menyambut baik kegiatan difasilitasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Kementerian ESDM teesebut.

“Saya harapkan kegiatan ini  memberikan manfaat yang sangat besar bagi Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dikatakan Bupati Dony, sosialisasi tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman yang benar  terkait pengembangan energi panas bumi yang ada di Kabupaten Sumedang sehingga dapat diterima oleh masyarakat.

“Jika paham,  tentunya bisa menyampaikan dengan baik kepada masyarakat sehingga masyarakat pun akan memahami hal ini. Setelah semuanya satu pemahaman, mudah-mudahan pengembangan panas bumi di Sumedang bisa cepat terwujud dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Sumedang, terutama manfaat dari energi listrik dan manfaat ekonomi lainnya,” ujarnya.

Menurut bupati, sosialisasi  merupakan langkah awal yang baik dalam proses internalisasi sehingga mampu menjawab kekhawatiran masyarakat yang selama ini mengemuka.

“Kita harus memberikan pemahaman kepada aparat dan masyarakat. Jika sudah paham, akan menjiwai. Setelah itu, akan ada kesadaran arti pentingnya pemanfaatan panas bumi. Tentu saja hal ini harus tersampaikan kepada publik agar dipahami dengan baik,” ungkapnya.

Bupati mengatakan, Kabupaten Sumedang memiliki sumber daya alam yang melimpah, diantaranya memiliki energi panas bumi di Gunung Tampomas yang patut disyukuri dengan cara mengembangkannya untuk kemanfaatan masyrakat.

“Jadi bagaimana cara mengolah panas bumi ini dengan baik, ramah lingkungan, sesuai dengan ketentuan, serta benar-benar memberikan kemanfaatan kepada masyarakat,” paparnya.

Jika kekayaan alam tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemanfaatan masyarakat, menurutnya akan sangat disayangkan.

“Kami berkomitmen mendukung untuk memberikan perijinan. Tapi tentunya dengan diawali sosialisasi terlebih dahulu bahwa panas bumi ini tidak memberikan dampak pada kerusakan alam dan lingkungan. Ini yang harus diyakinkan kepada publik. Selain pendekatan ilmiah, harus ada juga pendekatan agama dan budaya,” ucap Bupati.

Sementara itu, Kepala Litbang ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pihaknya melihat bahwa hal ini masih perlu upaya yang lebih kuat dan lebih meyakinkan baik dari jajaran Pemkab maupun dari Kementerian ESDM untuk memanfaatkan potensi yang sudah ada di depan mata.

“Kabupaten sekitar sudah mampu medapatkan manfaat (dari panas bumi). Tidak hanya dari PAD, tapi juga dari kegiatan-kegiatan perekonomian lanjutannya,” ucapnya.

Dadan juga mengatakan, Kementerian ESDM saat ini sedang memperbaiki kebijakan dan regulasi untuk pengembangan energi panas bumi.

“Dengan regulasi baru, hal-hal yang beresiko bisa di minimalisir. Jadi pemerintah akan masuk lebih jauh untuk memastikan bahwa potensi yang ada bisa terukur,” ujarnya.

Menurut Dadan, Jawa barat sering disebut lumbung panas bumi, data yang ada di ESDM potensi menyebutkan bahwa panas bumi di Jawa Barat ada 5.260 mega watt. 50 mega watt nya ada di Sumedang, dan yang sudah dimanfaatkan baru 1.196 mega watt.

“Sebenarnya sudah sangat bagus dari sisi implementasi secara umum di Jawa Barat. Dan kita sudah mengetahui di Sumedang sudah mempunyai potensi seperti itu. Rencana pengembangannya pun sudah cukup lama. Meski platform untuk sosiasisasi secara daring di awal, namun diharapkan bisa memberikan tenaga awal untuk kita sama-sama memulai,” tandasnya. (Abas)

Categories: Regional