SPAM PDAM Kabupaten Bandung Disorot, Pemerhati Lingkungan Sebut Tak Lolos Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi

KAB BANDUNG, elJabar.com – Kualitas air untuk kebutuhan tertentu yang dihasilkan dari layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik PDAM di Kabupaten Bandung kini tengah menjadi sorotan tajam.
Hal tersebut menurut Pemerhati Lingkungan Dani Dardani, berdasarkan hasil uji sampel kualitas air yang dimohon oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung kepada UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupatenn Bandung, dan hasilnya dinilai tidak lolos Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut.
“Ini problem untuk layanan kebutuhan publik, untuk kebutuhan tertentu. Ini harus segera dibenahi,” ujar Dani Dardani,. kepada elJabar.com, Jum’at (26/12/2025).
Diungkapkan Dani Dardani, ketidaklayakan ini terungkap berdasarkan laporan hasil pengujian kualitas air, terdapat beberapa poin krusial yang menunjukkan air tersebut belum memenuhi kriteria standar kualitas yang diharapkan untuk skala pelayanan tertentu.
Dimana mengacu pada baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi, hasilnya menunjukan bahwa Total Dissolved Solids (TDS) tercatat jauh dibawah angka yang memenuhi standar kualitas tertentu, yang seharusnya berada di atas 300 mg/L.
Kemudian untuk derajat keasaman (pH), meskipun hasil menunjukkan rentang 6,5-8,5, tapi angka ini dianggap belum optimal bagi standarisasi yang diminta dalam konteks SLHS dapur tersebut. Lalu kekeruhan (Turbidity), hasil pengujian menunjukkan dibawah batas maksimal dar angka 3 NTU. Dan coliform yg seharusnya nol (0), hasil ujinya satu (1).
“Interpretasi hasil ini dalam paket pengujian SLHS di lokasi tersebut, menjadi dasar penilaian ketidaklolosan,” kata Dani.
Kegagalan dalam memenuhi standar SLHS ini menurut Dani Dardani, bukan sekadar masalah administratif, melainkan menyangkut aspek kesehatan masyarakat, terutama karena air tersebut digunakan untuk operasional dapur SPPG yang melayani kebutuhan gizi.
“Hasil tes dari UPTD Laboratorium Lingkungan DLH ini menjadi bukti kuat bahwa perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap proses filtrasi dan distribusi air di SPAM PDAM Kabupaten Bandung. Tanpa SLHS, keamanan penggunaan air untuk keperluan higiene sanitasi di fasilitas publik menjadi dipertanyakan,” pungkasnya. (muis)







