Tanggal 7 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kopi Sumedang – El Jabar

Tanggal 7 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kopi Sumedang

Sumedang, eljabar. Com — Tanggal 7 Oktober ditetapkan menjadi Hari Kopi Sumedang setiap tahunnya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 405 Tahun 2021 tentang Penetapan Hari Kopi Sumedang.

Surat Keputusan tersebut dibacakan Kabag Hukum Setda Kabupaten Sumedang Dodi Yohandi pada acara Pembukaan Festival Kopi Sumedang ke-3,
Selasa (26/10), di Lapang Upacara Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Bupati Dony Ahmad Munir usai dalam kesempatan tersebut menerangkan kronologis ditetapkannya tanggal 7 Oktober sebagai Hari Kopi Sumedang.

“Waktu itu ada acara di Saung Budaya Sumedang Jatinanggor yakni festival kopi pertama yang digelar KES, Komunitas Entrepreneur Sumedang,” ucapnya.

Melihat semangat dan jiwa kewirausahaan cukup tinggi serta perhatian terhadap Kopi Sumedang dari para peserta, dirinya memikirkan bagaimana agar kegiatan tersebut bisa terus berlanjut.

“Saya ingin agar festival itu terus berlanjut. Jadi harus ada penetapan hari yang monumental. Jadi dipilihlah tanggal tersebut karena Festival Kopi pertama digelar pas tanggal 7 Oktober,” ucapnya.

Dengan dicanangkannya Hari Kopi Sumedang, lanjut Bupati, berarti ada jaminan keberlangsungan festival  setiap tahunnya serta warga Sumedang akan termotivasi dan terinspirasi untuk terus memajukan Kopi Sumedang.

“Peringatan Hari Kopi Sumedang ini merupakan momentum untuk meningkatkan semangat dan motivasi bahwa kita ikut memperhatikan dan memajukan Kopi di Sumedang,” kata Bupati.

Ketua Panitia Festival Kopi Sumedang Ke-3 Rauf Nuryama bersyukur atas ditetapkannya Hari Kopi Sumedang yang dilegalkan melalui Keputusan Bupati.

“Alhamdulillah hari ini telah diputuskan secara resmi oleh Bupati bahwa tanggal 7 Oktober sebagi Hari Kopi Sumedang,” ucapnya.

Atas nama para pelaku usaha kopi, dirinya menyambut baik keputusan Bupati yang sudah lama ditunggu-tunggu tersebut.

“Hari Kopi Sumedang memang  sudah diminta  untuk diperingati setiap tahunnya. Tetapi sampai kemarin-kemarin kita hanya mendengar sebatas lisan. Sekarang dituangkan dalam SK Bupati sehingga menjadi dasar hukum yang kuat,” ujarnya.(abas)

Categories: Regional