Nasional

Tebing Pondasi Talud Jembatan Pangarangan di Jalan Trunojoyo Pamekasan Longsor, BBPJN Jatim Bali Turunkan TRC

PAMEKASAN, eljabar.com – Tim Teaksi Cepat (TRC) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali diturunkan ke lokasi Jembatan Pangarangan yang ambruk pasca diguyur hujan.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Jawa Timur, Adi Rosadi menjelaskan bahwa tim tersebut telah melakukan penanganan darurat yang diperlukan.

“Untuk sementara kami memasang rambu dan pagar pengaman jalan di Jembatan Pangarangan demi keamanan pengguna jalan sampai penanganan darurat selesai dikerjakan,” kata Adi kepada eljabar.com melalui pesan singkat, Sabtu (12/02/2022).

Selanjutnya Adi juga menerangkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada PPK 3.3 Jawa Timur untuk segera menangani kerusakan yang ada.

Hal senada juga diungkap PPK 3.3 Provinsi Jawa Timur Heru Wantoro. Ia mengaku telah mdnerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengamanan.

Heru juga menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di jembatan tersebut diakibatkan oleh limpasan air hujan yang menggerus pondasi pasangan batu talud yang berada di samping jembatan.

“Hujan yang turun sejak jam 7-11 tadi malam mengakibatkan limpasan air hujan dan menggerus tebing pondasi talud pasangan batu,” kata Heru melalui pesan, Sabtu (12/02/2022).

Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang melintas di Jembatan Pangarangan untuk berhati-hati sampai tebing yang longsor sepangjang 10 x 4 x 2 meter itu selesai ditangani.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Sarana dan Prasarana BPBD Pamekasan, Budi Cahyono menjelaskan, sejak Jumat (11/02/2022 kemarin, wilayah Kecamatan Kota Pamekasan diguyur hujan lebat sehingga mengakibatkan konstruksi pada jembatan nasional di Jalan Trunojoyo ambruk.

Budi mengaku, BPBD Pamekasan juga turun langsung ke lokasi sambil melakukan assessment. Selanjutnya assesment tersebut diteruskan ke BBPJN Jatim-Bali untuk koordinasi perbaikan dan penaganan.

Ia juga menambahkan bahwa dalam peristiwa ambruknya tebing di Jembatan Pangarangan itu tidak ada korban jiwa. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di jembatan tersebut.

Sementara itu, pantauan debit sungai di bawah jembatan tersebut relatif tinggi. Warna air yang keruh menandakan jika aliran sungai tersebut membawa material yang sebabkan oleh erosi. (*wn/idr)

Show More
Back to top button