UP DATE COVID-19: Alhamdulillah Sumedang Tidak Miliki Pasien Positif yang Dirawat

SUMEDANG, eljabar.com — Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Sabtu, 1 Agustus 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan, Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala : Dirawat sebanyak 0 (Nihil). Sembuh / Selesai Isolasi sebanyak 20 orang. Meninggal sebanyak 1 orang. Jumlah 21 orang.

Kasus Suspect, dirawat sebanyak 3 orang, yaitu : 1 orang dari Kecamatan Sumedang Utara, 1 orang dari Kecamatan Conggeang dan 1 orang dari Kecamatan Cisitu.

Rapid Test Reaktif : Dirawat : 3 orang. Pulang / Selesai : 72 orang. Meninggal : 3 orang. Jumlah : 78 orang.

Rapid Test Negatif : Dalam Perawatan : 0 (Nihil). Selesai Perawatan : 52 Orang. Meninggal : 1 Orang. Jumlah : 53 Orang.

Perlu diketahui d an dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif b elum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB.

Selanjutnya perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif Covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif Covid -19.

Jumlah Pemeriksaan Rapid Test oleh RSUD, Telah dilaksanakan : 3.209 orang. Jumlah Rapid Test Ulang : 119 orang. Jumlah keseluruhan : 3.328 orang.

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD, Swab Pegawai : 28 orang. Jumlah P asien : 185 orang. Jumlah Swab Ulang : 109 orang. Jumlah Keseluruhan : 322 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya pada hari ini sebanyak 3 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 988 orang dan jumlah total sebanyak 991orang.

Kontak erat / OTG : 125 Orang

Pelaksanaan SWAB secara masif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 1 Agustus 2020 sebanyak 1.645 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 1 Agustus 2020 adalah Selesai Rapid Test 3.667 orang dan Selesai Rapid Test ulang 108 orang dengan hasil semua non reaktif.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 1 Agustus 2020 dilakukan terhadap 2.095 orang, dengan hasil sebanyak 2.063 orang non reaktif dan 32 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) / Pelaku Perjalanan adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan d ari wilayah yang terkonfirmasi terj angkit Covid -19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 1 Agustus 2020 sebanyak 774 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 303 0rang dari hari kemarin yang berjumlah 471 Orang.

Sampai dengan saat ini, kewaspadaan guna mengantisipasi penyebaran virus terus dilakukan dan Desa Siaga Korona terus diefektifkan.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib. Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid- 19, maka yang bersangkutan wajib jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid -19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tid ak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur dan terukur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari serta minum vitamin.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, pemerintah terus berupaya keras memutus penyebaran virus corona. Selain melakukan pelacakan atau tracing, pengujian, testing secara masif juga treatment atau pengobatan di fasilitas kesehatan turut ditingkatkan.

Hasil pengamatan saat ini banyak sekali anak-anak yang tidak memakai masker dalam berkegiatan sementara orangtuanya bermasker. Perlu dipahami jika anak-anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar covid. Untuk itu, pakaikanlah maskerjuga bagi anak.

Guna pendisiplinan warga terhadap pemakaian masker, terhitung tanggal 27 Juli 2020 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi Seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat, untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruang tanpa menggunakan masker, seb esar Rp. 100 – 150 ribu atau hukuman kerja sosial. Penilangan akan dilakukan oleh Satpol PP , P olisi dan TNI atas nama Gugus Tugas.

Adapun pengecualian atau waktu yang diperbolehkan untuk melepas masker di ruang publik yaitu Sedang pidato; Sedang makan minum; Sedang olah raga kardio tingg i; dan Sedang sesi foto sesaat.

Pemberlakuan denda ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sebab kedisiplinan amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

Untuk pemberlakuan sanksi denda di wilayah Kabupaten Sumedang bagi yang tidak memakai masker di ruang publik, dalam penerapan sanksinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah Kabupaten Sumedang.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menyiapkan anggaran dari APBD 2020 yang bersumber dari refocusing SKPD dan belanja tidak terduga untuk penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 mencapai lebih dari Rp 216 miliar, dimana dana tersebut diperuntukan bagi bidang kesehatan. Dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mengenai penggunaan setiap rupiah uang dalam APBD harus digunakan secara bertanggung jawab, dikelola dengan transparan sehingga manfaatnya akan dirasakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Guna menjadikan daerah Kabupaten Sumedang yang aman dari Covid-19 itu ada kuncinya, dimana pengawasan Pemerintah Daerah terkait penegakan protokol kesehatan, kedisiplinan masyarakat serta visi bersama bahwa daerah yang sehat maka masyarakat akan lebih produktif d an kompetitif.

Covid-19 belum selesai, untuk itu mari tetap waspad a dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-1 9 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas bagi kita, terus gaungkan aura krisis kesehatan sampai dengan tersedianya vaksin dan dapat digunakan secara efektif.

Sampai dengan saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus melakukan pengujian, penelusuran dan perawatan pasien Covid-19 yang dilakukan secara masif, karena dalam perang melawan Covid-19 ini kita memiliki target yaitu berupaya membuat angka kematian serendah-rendahnya, angka kesembuhan setinggi-tingginya, dan mengendalikan laju pertumbuhan kasus-kasus positif baru.

Alhamdulillah saat ini 2 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Kabupaten Sumedang telah dinyatakan sembuh dan telah pulang ke rumahnya masing-masing, sehingga di Kabupaten Sumedang menjadi zero kasus konfirmasi Covid-19. Kendati demikian bagi seluruh warga Kabupaten Sumedang tetap diimbau untuk jangan lengah dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Sabtu tanggal 1 Agustus 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kab upaten sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan