UP DATE COVID-19: Jumlah ODR di Sumedang Tersisa 143 Orang

SUMEDANG, eljabar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Jumat, 3 Juli 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan, berdasarkan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien positif sebanyak 3 orang, dari Kecamatan Tomo, Ganeas dan Darmaraja.

Dari total 13 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB, sebanyak 10 orang telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan D armaraja, Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Buahdua, Ujungjaya dan Cimanggung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid t est, dinyatakan Reaktif Rapid sebanyak 1 orang, dimana Reaktif Rapid Test dimaksud dibagi menjadi dua kategori yaitu Reaktif Rapid Test ODP sebanyak 1 orang dari Kecaman Sumedang Utara dan Reaktif Rapid Test PDP sebanyak 0 (Tidak ada).

Sehingga Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 74 orang, 70 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar covid 19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction /SWAB.

Selanjutnya perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif covid 19.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplik asi data .

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari ini dinyatakan tidak ada PDP. Dari jumlah 53 orang, 52 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal.

Secara umum jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Reaktif dan Non reaktif sebanyak 0 (Tidak ada).

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD; Jumlah Pasien : 178 orang, Jumlah Swab Ulang : 105 orang dan Jumlah Keseluruhan : 283 orang.

Jumlah Pemeriksaan Rapid Test oleh RSUD; Telah dilaksanakan : 2.558 orang, Jumlah Rapid Test Ulang : 104 orang dan Jumlah keseluruhan : 2.662 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit C ovid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 2 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 982 orang, sehingga jumlah total sebanyak 984 orang.

Secara umum total Orang Dalam Pemantauan (ODP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 2 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala,tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19 , jumlahnya pada hari ini 0 (tidak ada OTG).

Pelaksanaan SWAB secara masif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 3 Juli 2020 sebanyak 809 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 3 Juli 2020 adalah selesai Rapid Test 3.640 orang dan selesai Rapid Test u lang 108 orang dengan hasil semua non reaktif.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 3Juli 2020 dilakukan terhadap 2.049 orang, dengan hasil sebanyak 2.018 orang negatif dan 31 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 3Juli 2020 sebanyak 143 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 25 Orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 168 orang.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib.

Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid-19, maka yang bersangkutan wajib jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid-19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Pada masa AKB ini, ingat selalu STMJ atau Singkat, Tak Bersentuhan, Masker, Jaga Jarak. Jangan beraktivitas berlama-lama lebih dari yang diperlukan, tidak bersentuhan dengan orang lain maupun menyentuh hal-hal yang sering disentuh orang, masker harus selalu dipakai saat beraktivitas dan tetap jaga jarak fisik selalu.

Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari dan minum vitamin.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, tingkat kewaspadaan dan tes masif perlu ditingkatkan, agar penyebaran virus dapat ditangani dengan baik.

Tak lupa disampaikan terima kasih juga kepada semua pihak atas perjuangan, kerja keras, curahan tenaga dan pikiran sehingga Covid-19 di Kabupaten Sumedang cukup terkendali. Saat ini yang positif Covid-19 tinggal 3 orang lagi, dan mudah-mudahan cepat sembuh serta tidak ada kasus baru sehingga Sumedang segera masuk zona hijau.

Setelah Zona Hijau seluruh kegiatan perekonomian boleh dibuka 100 persen, termasuk kegiatan di sekolah dengan protokol yang sangat ketat. Untuk itu, kepada seluruh warga Kabupaten Sumedang diimbau tetap disiplin menjaga jarak mengurangi bepergian, menggunakan masker setiap keluar rumah dan rajin mencuci tangan memakai sabun untuk menekan angka penyebaran virus. Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-19 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Jumat tanggal 3 Juli 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan