UP DATE COVID-19: Sumedang Miliki 3 Orang Kasus Suspect dari Kecamatan Sumedang Utara, Conggeang dan Cisitu - El Jabar

UP DATE COVID-19: Sumedang Miliki 3 Orang Kasus Suspect dari Kecamatan Sumedang Utara, Conggeang dan Cisitu

SUMEDANG, eljabar.com — Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Minggu, 2 Agustus 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan, Kasus Konfirmasi : – Dirawat sebanyak 0 (Nihil), – Sembuh / Selesai Isolasi sebanyak 20 orang, – Meninggal sebanyak 1 orang, – Jumlah 21 orang.

Kasus Suspect : – Dirawat sebanyak 3 orang, yaitu dari Kecamatan Sumedang Utara, Conggeang dan Cisitu.

Rapid Test Reaktif : – Dirawat : 3 orang, – Pulang / Selesai : 72 orang, – Meninggal : 3 orang, – Jumlah : 78 orang.

Rapid Test Negatif : – Dalam Perawatan : 0 (Nihil), – Selesai Perawatan : 52 Orang, – Meninggal : 1 Orang, – Jumlah : 53 Orang.

Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB. Selanjutnya perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif Covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif Covid -19.

Jumlah Pemeriksaan Rapid Test oleh RSUD : – Telah dilaksanakan : 3.209 orang, – Jumlah Rapid Test Ulang : 119 orang, – Jumlah keseluruhan : 3 .328 orang

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD : – Swab Pegawai : 28 orang, – Jumlah P asien : 185 orang, – Jumlah Swab U lang : 109 orang, – Jumlah Keseluruhan : 322 orang.

Suspek / ODP : – Dalam pemantauan : 3 Orang, – Selesai Pemantauan : 988 Orang, – Jumlah : 991 Orang.

Kontak Erat : 125 Orang

Pelaksanaan SWAB secara masif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 2 Agustus 2020 sebanyak 1.645 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh D inas Kesehatan sampai dengan tanggal 2 Agustus 2020 adalah Selesai Rapid Test 3.669 orang dan Selesai Rapid Test ulang 109 orang dengan hasil semua non reaktif.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 2 Agustus 2020 dilakukan terhadap 2.097 orang, dengan hasil seb anyak 2.064 orang non reaktif dan 33 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) / Pelaku Perjalanan adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid -19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 2 Agustus 2020 sebanyak 782 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 8 0rang dari hari kemarin yang berjumlah 774 Orang.

Sampai dengan saat ini, kewaspadaan guna mengantisipasi penyebaran virus terus dilakukan dan Desa Siaga Korona terus diefektifkan.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib. Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid- 19, maka yang bersangkutan wajib jujur k epada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid -19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protocol kesehatan Covid-19.

Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tid ak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur dan terukur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari serta minum vitamin.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, pemerintah terus berupaya keras memutus penyebaran virus corona. Selain melakukan pelacakan atau tracing, pengujian, testing secara masif juga treatment atau pengobatan di fasilitas kesehatan turut ditingkatkan.

Hasil pengamatan saat ini banyak sekali anak-anak yang tidak memakai masker dalam berkegiatan sementara orangtuanya bermasker. Perlu dipahami j ika anak-anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar covid. Untuk itu, pakaikanlah maskerjuga bagi anak.

Guna pendisiplinan warga terhadap pemakaian masker, terhitung tanggal 27 Juli 2020 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi Seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat, untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruang tanpa menggunakan masker, sebesar Rp. 100 – 150 ribu atau hukuman kerja sosial. Penilangan akan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas.

Adapun pengecualian atau waktu yang diperbolehkan untuk melepas masker di ruang public yaitu Sedang pidato; Sedang makan minum; Sedang olah raga kardio tinggi; dan Sedang sesi foto sesaat.

Pemberlakuan denda ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sebab kedisiplinan amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

Untuk pemberlakuan sanksi denda di wilayah Kabupaten Sumedang bagi yang tidak memakai masker di ruang publik, dalam penerapan sanksinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah Kabupaten Sumedang.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menyiapkan anggaran dari AP BD 2020 yang bersumber dari refocusing SKP D dan belanja tidak terduga untuk penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 mencapai lebih dari Rp 216 miliar, dimana dana tersebut diperuntukan bagi bid ang kesehatan. Dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mengenai penggunaan setiap rupiah uang dalam APBD harus digunakan secara bertanggung jawab, dikelola dengan transparan sehingga manfaatnya akan dirasakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Guna menjadikan daerah Kabupaten Sumedang yang aman dari Covid-19 itu ada kuncinya, dimana pengawasan Pemerintah Daerah terkait penegakan protokol kesehatan, kedisiplinan masyarakat serta visi bersama bahwa daerah yang sehat maka masyarakat akan lebih produktif d an kompetitif.

Covid-19 belum selesai, untuk itu mari tetap waspad a dan disiplin menerapkan protocol kesehatan, selalu memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-1 9 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas bagi kita, terus gaungkan aura krisis kesehatan sampai dengan tersedianya vaksin dan dapat digunakan secara efektif.

Sampai dengan saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus melakukan pengujian, penelusuran dan perawatan pasien Covid-19 yang dilakukan secara masif, karena dalam perang melawan Covid-19 ini kita memiliki target yaitu berupaya membuat angka kematian serendah-rendahnya, angka kesembuhan setinggi-tingginya, dan mengendalikan laju pertumbuhan kasus-kasus positif baru.

Berkenaan dengan belum bisa dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan dengan bertatap muka di sekolah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat dan berbagai pihak terkait untuk memulai KBM tatap muka di sekolah. Untuk itu mohon kesabaran dan pengertian para orang tua karena kita tidak boleh gegabah untuk memulai KBM secara tatap muka di sekolah di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, pasalnya juga menurut kajian para ahli, anak adalah usia rentan dan belum memiliki pengendalian diri yang baik.

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Minggu tanggal 2 Agustus 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan