UP DATE COVID-19: Warga Sumedang Diimbau Harus Tetap Waspada - El Jabar

UP DATE COVID-19: Warga Sumedang Diimbau Harus Tetap Waspada

SUMEDANG, eljabar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Rabu, 24 Juni 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan, berdasarkan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien positif sebanyak 3 orang , yang terdiri dari Kecamatan Tomo, Ganeas dan Darmaraja.

Dari total 13 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB sebanyak 10 orang telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja, Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Buahdua, Ujungjaya dan Cimanggung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid test, dinyatakan Reaktif Rapid sebanyak 1 orang, dimana reaktif rapid test dimaksud menjadi 2 kategori yaitu Reaktif rapid test ODP tidak ada dan reaktif rapid test PDP sebanyak 1 orang dari Kecamatan Sumedang Selatan.

Sehingga Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 72 orang, 68 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplikasi data.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari ini dinyatakan tidak ada PDP. Dari jumlah 53 orang, 52 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal.

Secara umum jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Reaktif dan Non Reaktif sebanyak 1 orang.

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD; Jumlah Pasien : 172 orang, Jumlah Swab Ulang : 97 orang dan Jumlah Keseluruhan : 269 orang.

Jumlah Pemeriksaan Rapid Test oleh RSUD; Telah dilaksanakan : 2.294 orang, Jumlah Rapid Test Ulang : 101 orang dan Jumlah keseluruhan : 2.395 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 3 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 979 orang, sehingga jumlah total sebanyak 982 orang.

Secara umum total Orang Dalam Pemantauan (ODP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 3 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya pada hari ini 0 (tidak ada OTG).

Pelaksanaan SWAB secara masif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 24 Juni 2020 sebanyak 723 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 24 Juni 2020 adalah selesai Rapid Test 3.531 orang dan selesai Rapid Test ulang 85 orang.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 24 Juni 2020 dilakukan terhadap 1.938 orang, dengan hasil sebanyak 1.907 orang negatif dan 31 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 24 Juni 2020 sebanyak 237 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 23 Orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 2 60 orang.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib. Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid-19, maka yang bersangkutan wajib jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid-19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Mulai tanggal 21 Juni 2020, penyelenggaraan acara, hiburan dan olah raga berkelompok sudah mulai bisa beroperasi, namun wajib mendapat izin dari pihak berwenang disertai kesiapan menjalankan protokol kesehatan. Taman seperti Alun- alun Sumedang juga mulai bisa dinikmati kembali oleh masyarakat, dengan jam operasionalnya yaitu pukul 06.00 – 09.00 dan 15.30 – 18.00 WIB, dan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari kapasitas.

Dari Zona Biru, insya Allah Sumedang akan segera bisa menuju Zona Hijau. Untuk itu, kepada seluruh warga Kabupaten Sumedang diimbau tetap disiplin menjaga jarak, mengurangi bepergian, menggunakan masker setiap keluar rumah dan rajin mencuci tangan memakai sabun. Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-19 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Rabu tanggal 24 Juni 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan