Nasional

UPT PJJ Banyuwangi Gelar Kegiatan Pemeliharaan Antisipasi Kerusakan Jalan

BANYUWANGI, eljabar.com – Dalam upaya menjaga kualitas infrastruktur jalan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim melalui UPT PJJ Banyuwangi menggelar kegiatan pemeliharaan jalan dengan metode pelapisan ulang perkerasan jalan menggunakan Slurry Seal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua ruas jalan utama, yakni Ruas Jalan Patung Barong – Pasar Licin (Link 35.052) dan Ruas Jalan Jajag – Simpang Lima Petahunan – Pesanggaran (Link 35.047), Senin-Rabu (13-17/03/2025).

Kepala UPT PJJ Banyuwangi Tutut Putro TW menjelaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya preservasi jalan untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut serta memastikan aksesibilitas yang lebih baik, terutama menuju kawasan wisata.

“Pelapisan ulang perkerasan jalan dengan metode Slurry Seal bertujuan untuk memperpanjang umur layanan jalan serta menjaga keamanan pengguna jalan, khususnya di ruas-ruas yang menjadi akses utama ke destinasi wisata seperti Kawasan Wisata Gunung Ijen dan Pulau Merah,” ujar Tutut.

Sementara Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Banyuwangi M. Ridwan menambahkan bahwa kondisi eksisting permukaan jalan di dua ruas tersebut mengalami retak halus, retak rambut, hingga retak buaya, sehingga diperlukan tindakan preventif untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Slurry Seal merupakan metode preservasi yang efektif untuk menangani jalan dengan retakan sempit serta mengembalikan tekstur permukaan jalan agar lebih kesat dan nyaman bagi pengguna jalan,” ungkap Ridwan.

Metode penanganan Slurry Seal, kata Ridwan adalah metode preservasi jalan dengan lapisan tipis aspal dingin yang terdiri dari campuran agregat halus, aspal emulsi, dan bahan pengisi yang digunakan untuk memperbaiki jalan yang mulai menunjukkan penurunan performa.

Terpisah, PPK Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Banyuwangi Bachtiar Adi Wijaya menerangkan, sebelum pelaksanaan kegiatan pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak desa serta kepolisian. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama proses pengerjaan.

“Kami juga memastikan penyedia jasa menyiapkan rambu-rambu peringatan serta petugas lalu lintas (flagman) untuk mengatur lalu lintas, mengingat hanya satu lajur yang akan dilakukan penanganan slurry seal dalam satu waktu,” ujar Bachtiar. (Andi Setiawan/BM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Show More
Back to top button