Regional

Wabub Sumedang Jadi Narsum Dalam Webinar Bersama FKKGD

Sumedang, eljabar. Com — Rabu (16/6/2021), Pengurus LSM Kampus Desa dan DPP Pusat serta DPD Jawa Barat Forum Komunikasi Kaderisasi Generasi Demokrasi (FKKGD) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Webinar Peluang Ekspor Kopi ke Eropa, Khususnya Jerman.

Webinar dibuka Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan dari ruang kerjanya yang juga menjadi narasumber utama bersama Konsul Jenderal RI di Hamburg Jerman, Ardian Wicaksono, yang juga melakukan live streaming dari Hamburg Jerman.

Kegiatan yang dipandu oleh Founder Kampus Desa, Budi Yuniarsa, selaku moderator diikuti oleh Ketua Umum DPP FKKGD Fredy Jaya AS, Ketua DPD Jabar FKKGD Pither Tjuandys S.IP, MM, beserta jajaran FKKGD lainnya, para penggiat kopi dan pengelola Bumdes serta OPD terkait di Kabupaten Sumedang.

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan dalam kesempatannya mengapresiasi kehadiran narasumber Andrian Wicaksono untuk berbagi ilmu dan pengalamannya tentang ekspor kopi ke Eropa, Khususnya Jerman.

“Sebagai aktivis pemasaran kopi, beliau akan membedah segala hal mengenai pemasaran kopi langsung dari petani di desa dan berikut tindak lanjutnya,” ucapnya.

Wabup mengatakan, Kabupaten Sumedang bukan hanya dikenal karena Tahu dan Ubi Cilembunya saja, namun juga dengan kualitas kopinya.

“Buktinya adalah nama salah satu lingkungan di kelurahan di Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan yang bernama Gudang Kopi. Konon dahulu digunakan sebagai lokasi penampungan kopi,” katanya.

Wabup menerangkan, produksi kopi di Kabupaten Sumedang didominasi oleh kopi jenis Arabika dan Robusta yang tersebar di enam kecamatan.

“Keenam kecamatan itu ialah Rancakalong, Sumedang Selatan, Tanjungmedar, Cisitu, dan Sukasari. Kopi juga salah satu prioritas promosi negara kita,” terangnya.

Wabup pun membandingkan Kopi Indonesia dengan dengan produk kopi dari negara lain terkait keunggulannya.

“Kopi Indonesia dibandingkan Kopi Brazil dan Vietnam, pertama kualitas Kopi Robusta Indonesia diakui lebih unggul daripada Kopi Robusta Vietnam. Bahkan mampu mendapatkan nilai tinggi sehingga dianggap sebagai Kopi Specialty,” ujarnya.

Ditambahkan, kualitas Kopi Arabika Indonesia juga diakui mampu menyaingi kopi Arabika Brazil karena di Indonesia beragam jenis asal kopi yang masing-masing memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri.

“Inilah potensi yang tidak dimiliki oleh kopi negara lain yang harus dioptimalkan. Meskipun Indonesia memiliki 270 juta penduduk yang juga merupakan konsumen kopi, sekitar 60-70 persen produksi biji kopi Indonesia dilaporkan diekspor ke pasar global,” ucapnya.

Dikatakan Wabup, masyarakat Eropa, khususnya Jerman pecinta kopi yang 75 persen diantaranya menikmati kopi di rumah.

“Tentunya ini adalah peluang pasar terbesar bagi kita untuk melebarkan sayap bisnis kopi di luar negeri. Selain Amerika, Jerman adalah negara importir kopi terbesar dunia dimana masih terdapat 71,6 persen potensi ekspor senilai Rp. 201 juta USD yang belum terealisasikan sehingga berpotensi pasar ekspor yang paling besar bagi Kopi Indonesia,” katanya

Agar produk Kopi Indonesia mempunyai daya saing yang tinggi dengan negara-negara lain, Wabup berpesan maka agar mampu menjaga kualitas produk kopi yang akan diekspor.

“Selain konsistensi tingkat kematangan dan kualitas biji kopi, kebersihan pada saat pengeringan dan pengepakan juga harus terus diperhatikan sehingga kualitas kopi kita tidak mudah dikalahkan dengan negara lain,” pesannya.

Ia berharap, agar persiapan ekspor dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga Kopi Sumedang dapat menjadi nomor satu di Dunia dan Petani Kopi Sumedang pun makin sejahtera.

“Semoga diskusi hari ini lebih meningkatkan semangat para petani Sumedang dalam mengolah biji kopi pilihan sehingga masyarakat Jerman akan lebih mengenal dan mau mengkonsumsi Kopi Indonesia, khususnya kopi dari Sumedang,” harapnya.

Di akhir sambutan, Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Forum Komunikasi Kaderisasi Generasi Demokrasi (FKKGD) dan LSM Kampus Desa atas terselenggaranya forum diskusi ini.

“Semoga hasil dari diskusi ini bisa lebih membuka peluang, khususnya bagi para petani Kopi Sumedang, dan umumnya para petani se-Indonesia dalam mengemas hasil kebun lebih bernilai ekonomis bisa langsung dengan ilmu pemasarannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ardian Wicaksono mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk mendorong agar Indonesia tidak hanya di urutan ke 9, tetapi naik ke 5 sebagai negara pengekspor kopi dunia, khususnya di Jerman.

“Tidak mudah, tetapi peluang masih ada dan saya melihat strategi kita untuk ekspor itu apa yang akan kita tuju. Karena untuk pasar Jerman itu sendiri ada dua yakni pasar Kopi Specialty dengan jumlah yang sedikit tapi harga yang tinggi dan pasar kopi yang memiliki kualitas menengah rendah dan murah namun besar jumlahnya,” ucapnya

Ia menerangkan, permintaan kopi di Jerman sangat banyak dari seluruh Indonesia sehingga masih berpeluang besar.

“Kopi menjadi bagian pasokan kita dalam industri menengah ke bawah yang membantu UKM. Nantinya untuk kerja sama kita siap membuka,” terangnya

Dengan tugas dirinya yang menangani kegiatan bersifat bilateral menjadi kemudahan dalam mewujudkan porospek tersebut.

“Kami mendapat tugas dari Kementerian Luar Negeri khususnya untuk pemulihan ekonomi di semua sektor. Kita menargetkan untuk mencari investor dan juga pasokan industri yang besar di Jerman,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk pelatihan bisa dikoneksikan dengan para diaspora kita di Jerman atau di Kementrian yang memiliki kegiatan pembinaan atau pelatihan berbentuk Sekolah Kopi.

“Beberapa Sekolah Kopi bisa digabung dengan Sekolah Ekspor yang dikelola oleh teman-teman kita. Jadi Sekolah Kopi menjadi bagian dari Sekolah Ekspor, ” ungkapnya.

Ia juga membuka peluang untuk bersinergi dalam memberikan edukasi terintregrasi di Sumedang dengan menggandeng LSM Kampus Desa atau perguruan tinggi.

“Kalau mau Kopi Sumedang menjadi Kopi Champion, kekuatannya ada di branding kualitas dan pemasarannya. Tugas-tugas perwakilan di luar negeri sebagai mata dan telinga di sini,” ujarnya

Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan kesempatan baginya untuk bisa mengenal lebih lanjut Kopi-Kopi yang sangat unik dan bersejarah untuk bisa diangkat berkolaborasi ke depan.

“Saya berharap nantinya akan ada komunikasi lebih lanjut dari tim kami. Kami akan infokan. Tidak hanya pameran, tetapi display atau mengekspos Kopi Sumedang dengan rasa dan taste tertentu. Itu akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Show More
Back to top button