Wabup Sumedang Memulai Kegiatan Akselerasi Evaluasi SAKIP di Tingkat Kecamatan

SUMEDANG, eljabar.com — Memulai kegiatan Akselerasi Evaluasi SAKIP di Tingkat Kecamatan, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan hadir di Kecamatan Paseh dan Cimalaka dengan mengambil tempat di Aula Rapat masing-masing kecamatan, Selasa (30/06/2020).

“Hari ini saya memulai kegiatan di Kecamatan Paseh yang menjadi peringkat ke-dua raihan SAKIP di Kabupaten Sumedang tingkat kecamatan. Pertama Cimanggung kedua Paseh,” ucapnya.

Meski demikian, pencapaian tersebut tapi masih jauh dari harapan yakni masih berada  di bawah rata-rata dari SAKIP dinas, badan atau kantor.

“Tahun 2018 yang diraih Kecamatan Paseh baru 51. Ini juga sudah ada peningkatan. Saya ucapkan terima kasih. Tapi tetap terus fokus agar perkembangan ini terus meningkat,” ujarnya.

Adapun yang diraih oleh Kecamatan Cimalaka menurutnya masih jauh dari harapan yakni hanya 50,44  atau masih CC.

“Tapi alhamdulillah saya tadi koordinasi dengan pihak Inspektorat, kemajuan di Cimalaka saat ini sangat pesat sekali. Bahkan kemungkinan besar tertinggi di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang ini,” tukasnya.

Ia mengungkapkan, indikasinya adalah perencanaan sudah mulai bagus dan juga nilai-nilai yang pendukung lainnya.

Ia menerangkan, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat dan staf kecamatan serta para kepala desa se-Kecamatan Paseh.

“Mereka baru tahu pertemuan seperti ini. Baru tahu apa itu SAKIP dan bagaimana¬† meningkatkan SAKIP,” ucapnya.

Ia berharap kehadirannya dapat meningkatkan pemahaman seluruh aparat desa dan kecamatan sehingga ke depannya perolehan SAKIP kecamatan dapat meningkat tajam.

“Karna kemarin itu mereka tidak tahu caranya bagaimana meningkatkan SAKIP. Sekarang sudah tahu,” terangnya.

Ia berharap tahun depan Kabupaten Sumedang secara keseluruhan bisa meraih nilai minimal A atau AA.

“Kalau kita serius menangani SAKIP ini, saya yakin bisa meraih A atau bahkan AA,” ungkapnya penuh harap.

Wabup meminta agar kepada kedua kecamatan tersebut agar tidak cepat berpuas diri karena masih banyak yang harus dikejar.

Menurutnya, baik kecamatan maupun dinas, permaslahan utamanya hampir sama yaitu perencanaan kinerjanya yang masih rendah.

“Padahal segala sesuatu itu berangkat dari perencanaan yang matang. Insyaallah kalau perencanaan kinerjanya sudah tinggi, yang lain akan mengikuti,” pungkasnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Pemerintahan