Pendidikan

Yayasan Askara Indonesia dan Telkom Dorong Talenta Muda Jawa Barat Siap Bersaing di Era AI

JAWA BARAT, eljabar.com  – Transformasi digital yang berlangsung semakin cepat menuntut generasi muda memiliki kemampuan baru agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Askara Indonesia menggandeng Telkom Indonesia meluncurkan program “TerAimpil Camp”, sebuah inisiatif pelatihan Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang secara khusus menyasar anak muda di kota-kota penyangga Jawa Barat.

Mengusung tema “Berdaya Saing di Era AI”, TerAimpil Camp dirancang sebagai program intensif untuk memperluas akses peningkatan kompetensi atau upskilling dan reskilling bagi mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi antara talenta muda daerah dengan dunia industri.

Program tersebut lahir dari kebutuhan untuk menjawab kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang seiring akselerasi teknologi digital.

Berdasarkan data yang menjadi landasan program, sebanyak 7,4 juta orang di Indonesia belum terserap pasar kerja akibat masih tingginya kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri.

Tantangan tersebut semakin kompleks dengan perkembangan teknologi AI yang mulai mengubah berbagai aspek pekerjaan. Disrupsi AI diperkirakan akan mengubah sekitar 39 persen keterampilan inti pekerjaan hingga 2030, sementara saat ini sebanyak 63 persen pemberi kerja telah mengeluhkan adanya kesenjangan keterampilan.

Di tengah kondisi tersebut, daya saing talenta Indonesia juga menjadi perhatian. Peringkat Indonesia dalam IMD World Talent Ranking diproyeksikan mengalami penurunan dari peringkat 27 pada 2024 menjadi peringkat 48 dari 70 ekonomi pada 2026.

Situasi itu menunjukkan pentingnya memperluas akses pengembangan kompetensi digital hingga ke luar kota-kota metropolitan.

Selama ini, akses terhadap pelatihan AI, mentor berpengalaman, maupun jejaring industri masih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar. Akibatnya, anak muda yang berada di kota penyangga sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi belum memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun portofolio digital.

Melalui TerAimpil Camp, Yayasan Askara Indonesia bersama Telkom Indonesia berupaya menjawab persoalan tersebut dengan menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan peserta menghasilkan karya dan nilai ekonomi.

Program ini dirancang untuk mengubah mahasiswa dari sekadar “bakat mentah” menjadi talenta yang siap memanfaatkan AI secara optimal, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan nilai baru.

Keterlibatan Telkom Indonesia dalam program tersebut sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta digital nasional.

Sebelumnya, Telkom telah menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi generasi muda, salah satunya melalui Telkom DigiUp yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan sertifikasi digital.

Telkom juga memiliki program Innovillage, yakni kompetisi socioproject yang mendorong mahasiswa menciptakan berbagai solusi berbasis digital untuk menjawab persoalan di masyarakat.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) yang dikembangkan Telkom untuk mendorong pertumbuhan ekosistem serta pengembangan talenta digital di Indonesia.

Tidak hanya pada aspek pengembangan talenta, dukungan Telkom terhadap TerAimpil Camp juga sejalan dengan langkah perusahaan dalam memperkuat kapabilitas AI di dalam negeri.

Pada pertengahan 2026, Telkom meluncurkan AIcosystem, sebuah inisiatif untuk memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan Indonesia.

Melalui keterlibatannya dalam TerAimpil Camp, Telkom ingin memastikan perkembangan ekosistem AI tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar atau masyarakat yang berada di pusat-pusat metropolitan.

Sebaliknya, teknologi tersebut diharapkan dapat dipahami, dimanfaatkan, bahkan dikembangkan oleh generasi muda di daerah sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata.

 

Sasar 250 Mahasiswa di Lima Wilayah Jawa Barat

Program TerAimpil Camp menargetkan dampak kepada 250 mahasiswa aktif jenjang D3, D4, dan S1 dari berbagai disiplin ilmu.

Pelaksanaannya akan menjangkau lima titik simpul wilayah di Jawa Barat, dengan Bandung menjadi lokasi pertama penyelenggaraan program.

Pemilihan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan menjadi bagian penting dari program karena pemanfaatan AI saat ini tidak lagi terbatas pada bidang teknologi informasi.

AI dapat digunakan untuk mendukung kegiatan akademik, pengembangan kreativitas, produksi konten, hingga membantu proses perintisan dan pengembangan usaha.

Untuk itu, TerAimpil Camp menerapkan arsitektur program Hybrid Integratif yang memadukan pembelajaran, praktik, serta forum berbagi pengalaman.

Rangkaian program diawali dengan Fase 1 berupa bootcamp luring selama dua hari. Dalam tahapan ini, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai perangkat dan teknologi AI sekaligus mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung.

Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk mengimplementasikan teknologi AI dalam berbagai kebutuhan yang relevan dengan aktivitas akademik, kreativitas maupun kewirausahaan.

Selanjutnya, rangkaian program ditutup melalui Fase 2 berupa Demo Day dan seminar. Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus mendapatkan wawasan tambahan mengenai perkembangan teknologi AI dan peluang pemanfaatannya.

 

Tekankan Pemanfaatan AI yang Aman dan Beretika

Salah satu aspek penting dalam TerAimpil Camp adalah penerapan prinsip Responsible AI.

Peserta tidak hanya diarahkan untuk menjadi pengguna AI yang mampu memanfaatkan berbagai perangkat teknologi, tetapi juga memahami pentingnya penggunaan AI secara jujur, aman, bertanggung jawab dan beretika.

Kurikulum program mencakup sejumlah bidang aplikatif yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa dan generasi muda.

Pertama, AI untuk Akademik, yang diarahkan untuk membantu peserta memanfaatkan teknologi dalam mendukung proses belajar, pengembangan gagasan maupun penyusunan berbagai kebutuhan akademik secara bertanggung jawab.

Kedua, AI untuk Digital Kreatif, yang mencakup pemanfaatan AI dalam pembuatan konten visual, teks hingga video.

Ketiga, AI untuk Kewirausahaan, yang mengarahkan peserta menggunakan AI untuk melakukan ideasi bisnis serta membantu otomasi dalam kegiatan pemasaran.

Dengan pendekatan tersebut, lulusan TerAimpil Camp ditargetkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat AI, tetapi mampu menghasilkan karya nyata yang dapat menjadi bagian dari portofolio digital mereka.

Sejumlah produk yang ditargetkan antara lain draf riset, paket konten media sosial, kanvas ide usaha hingga landing page berbantuan AI.

Karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi bukti kemampuan peserta sekaligus modal awal untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, maupun melanjutkan proyek inovasi secara mandiri.

 

Perluas Akses Talenta Digital di Jawa Barat

Kolaborasi Yayasan Askara Indonesia dan Telkom Indonesia melalui TerAimpil Camp menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan akses terhadap teknologi dan pengembangan kompetensi digital.

Di tengah pesatnya perkembangan AI, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

Karena itu, akses terhadap pelatihan berkualitas tidak cukup hanya tersedia di kota-kota besar. Mahasiswa di kota penyangga dan daerah juga perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dari mentor, mengenal perkembangan industri, membangun portofolio, serta mengembangkan jejaring.

Melalui program ini, Yayasan Askara Indonesia dan Telkom Indonesia berharap semakin banyak anak muda Jawa Barat yang mampu melihat AI bukan sekadar sebagai teknologi baru, tetapi sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, kemampuan akademik, dan peluang ekonomi.

Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat pemerataan talenta digital di luar kota-kota besar sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Dengan kemampuan memanfaatkan AI secara optimal, aman dan beretika, generasi muda di Jawa Barat diharapkan dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak inovasi dan ekonomi digital, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (**)

Show More
Back to top button