38 Siswa SMPN 3 Sumenep divaksin, Plt Disdik Sumenep: Ini Untuk Herd Immunity Siswa – El Jabar

38 Siswa SMPN 3 Sumenep divaksin, Plt Disdik Sumenep: Ini Untuk Herd Immunity Siswa

SUMENEP, eljabar.com – Sebanyak 38 Siswa dan Siswi Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN 3) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur di lakukan vaksinasi massal untuk menekan penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan vaksinasi pada siswa tersebut berlangsung di aula SMPN 3 Sumenep, di Jalan KH. Mansyur No. 48, Mastasek, Pabian, Kota Sumenep, pada hari Jumat 03 September 2021.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Moh Iksan, menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi tersebut dalam rangka untuk membentuk herd immunity pada siswa supaya terhindar dari virus Covid-19.

Pria yang akrab disapa Iksan itu memaparkan, jika pihak Disdik berharap semua siswa di kota keris ini bisa divaksin. Namun, karena masih ada berita hoaks tetang vaksinasi yang masuk pada masyarakat, para orang tua siswa masih banyak yang tidak memperbolehkan anaknya untuk divaksin.

“Sehingga hanya 38 siswa di SMPN 3 ini yang mendapat izin dari orang tuanya untuk di vaksin,” kata Iksan.

Meski demikian pihaknya mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat, bahwa vaksin sangat penting dilakukan untuk membentuk herd immunity pada masing-masing siswa.

“Jadi masih banyak yang perlu diberikan pencerahan pada orang tua siswa, supaya memberikan izin pada anaknya untuk divaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep, Syaiful Rijal menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan vaksinasi pada siswanya itu, yakni dengan mengundang orang tua siswa untuk mendampingi dan memberi motivasi kepada anaknya yang hendak divaksin.
“Sehingga vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar

dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya pada media ini di depan kelas SMPN 3 Sumenep. Jum’at (03/09/2021).

Sedangkan sebelum pelaksanaan vaksinasi tersebut, lanjut Syaiful, pihak sekolah membuat surat edaran pada para orang tua siswa, serta meminta pada para orang tua siswa untuk membuat surat pernyataan apakah putranya diizinkan atau tidak untuk divaksin.

“Ternyata setelah kami rekap surat pernyataan dari orang tua siswa hanya ada 38 siswa yang diizinkan,” tutupnya. (ury)

Categories: Pendidikan