8 FUNGSI KELUARGA BENTENG AMPUH CEGAH COVID-19
(Penyuluh KB Ahli Madya, Kab. Bandung BKKBN Jabar)
COVID-19, Nama itu membuat kita Semua Takut dan seram, Seluruh rakyat menjalani masa penuh kesulitan dengan ketidakpastian akhir masa pandemi. Situasi ini mirip kondisi perang melawan tentara musuh yang tidak kasat mata, siap menyakiti dan mematikan tanpa ampun siapa saja yang bersentuhan dengan dirinya. Tentara musuh tidak tampak menakutkan, menyeramkan atau beringas dengan membawa senjata mematikan.
Musuh yang berkeliaran menempel pada berbagai macam wujud, bisa siapa saja orang yang dikenal dekat seperti keluarga sendiri seperti ayah, ibu, suami, istri, anak, dan keluarga lain maupun wujud orang dikenal lain seperti atasan, karyawan, teman sekerja, rekan bisnis, relasi, dan juga orang yang tidak dikenal yang bertemu karena suatu keperluan atau sekedar berpapasan tanpa persoalan permusuhan.
Terjadi penularan secara langsung dari manusia maupun tidak langsung melalui benda di sekitar. Bisa tampak dalam seribu wujud yang berbeda.
Akibat yang ditimbulkan adalah sakit dengan cepat menular dan bisa fatal. Kondisi tidak tampaknya wujud asli musuh inilah yang membuat masih ada kesan abai dan meremehkan.
Dalam situasi perang, dorongan untuk menyelamatkan diri merupakan suatu respons alami manusiawi dan muncul spontan pada setiap individu.
Ini merupakan bagian dari mempertahankan hak hidup dengan mencari cara menghindar, bersembunyi atau mencari perlindungan agar tidak menjadi korban.
Dalam situasi darurat peperangan, akan berlaku situasi tidak normal, keluar dari zona nyaman, perlu penyesuaian dengan bersembunyi, menghindari atau melawan tentara musuh.
Makhluk kecil Ciptaan Allah ini telah memporak porandakan segala harapan, Rencana dan optimisme di tahun ini, semua rencana dan harapan yang sudah tersusun dari berbagai kajian, penelitian, Seminar serta Advokasi dan koordinasi ke berbagai pihak yang telah memakan waktu, energi, biaya yang tidak sedikit semuanya tertunda, bahkan Kebebasan untuk keluar rumah atau masuk ke area peperangan bertemu musuh menjadi terbatas untuk dilakukan dalam situasi ini.
Kegiatan seperti belanja, berjualan, ke sekolah, ke kantor, berkunjung atau bepergian ke tempat yang kurang penting menjadi suatu pantangan dan tidak perlu dilakukan karena seolah-olah menghampiri bahaya risiko sakit bahkan maut.
Perdebatan kebijakan sudah tak penting lagi, jika Cuma sekedar kepentingan politis semata, sekarang waktunya untuk bersama mengusir pandemik dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Dampak Covid-19 membuat terpuruk bukan hanya kesehatan saja tetapi banyak menimbulkan masalah dari berbagai sektor, Ekonomi, Pendidikan, Keamanan/ kriminalitas , pengangguran meningkat dan lapangan kerja berkurang bahkan tidak menutup kemungkinan penambahan penduduk yang tak terduga.
Kami sebagai Penyuluh KB mengajak seluruh Keluarga Indonesia untuk menjalankan 8 Fungsi Keluarga (agama, sosial budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan) karena 8 FUNGSI KELUARGA BENTENG AMPUH CEGAH COVID-19 yakni :
- Agama
Sebagai makhluk yang beriman kita semua harus tenang, tidak panik, meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan berdoa melalui magrib shalat berjamaah dirumah dan Magrib mengaji di Rumah ( di mushola dg memperhatikan jaga jarak).
- Sosial Budaya
Kita harus ber-empati, menolong dan ikut bertanggung jawab untuk tidak menjadi perantara virus covid-19 dan penyakit lainnya, melalui kegiatan Penyuluhan dan penyemprotan disisfektan di kampung KB.
- Kasih Sayang
Kita harus sayang dan peduli baik terhadap diri sendiri, anggota keluarga, dan masyarakat untuk mencegah terjadinyan penularan covid-19
- Perlindungan
Bagi seluruh keluarga harus membangun rasa aman dan nyaman serta tedindungi dari penyebaran covid-19 dan penyakit. Sikap tanggap terhadap ancaman dengan mengurangi aktivitas di keramaian dan jaga jarak dari orang yang sedang batuk atau flu serta mengikuti aturan dan himbauan pemerintah untuk pencegahan penularan covid-19
- Reproduksi
Keluarga adalah sebagai kesinambungan generasi harus terjaga dari ancaman Covid-19 yang menurunkan kualitas kesahatan dan Khusus kepada anak balita, ibu hamil dan lanjut usia agar menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas dengan mengurangi aktifitas di luar rumah serta tidak Hamil dalam masa pandemik Covid-19
- Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai, norma dan cara berkomunikasi yang sehat serta memastikan tiap anggota keluarga/ masyarakat menjalankan etika dalam kehidupan sosial, termasuk etika batuk dengan menutup mulut atau menggunakan masker. Dan menjaga diri dengan selalu bersih, terutama tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun
- Ekonomi
Menanamkan pola hidup yang hemat. Menjaga dan memelihara kesehatan karena Sakit Lebih mahal dari pada Sehat, (mahal biaya berobatnya, susah kehilangan hari kerja, kehilangan Kenikmatan dan kebahagiaan).
- Lingkungan
Peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan, maka bersama masyarakat sekitar membangun semangat gotong royong membersihkan Lingkungan dan penyemprotan Disinsfektan agar terhindar dari penularan penyakit dan Covid-19.
Gotong royang / Sabilulungan dalam arti menyelesaikan kepedulian terhadap lingkungan tetap bisa dikerjakan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Dengan melaksanakan 8 fungsi keluarga dan menerapkan hidup sehat (Germas), bersih, mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah, semoga kita terhindar dari virus mematikan Covid-19. Aamiin YRA..
# Petugas Lapangan Lawan Covid-19
# Diam Dirumah








