Jembatan Ngantru Dalam Penanganan, Pemasangan Jembatan Bailey Ditarget Selesai 5 Hari

NGAWI, eljabar.com — Jembatan Ngantru yang mengalami kerusakan pasca ditabrak truk pengangkut semen curah saat ini sudah mulai ditangani.
Penanganan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro itu dilaksanakan secara paralel dengan pemasangan jembatan Bailey yang bersifat darurat.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Nanang Permadi mengatakan, hingga memasuki hari kelima sejak didatangkan Rabu (09/02/2022) malam, perakitan dan pemasangan jembatan bailey sudah hampir tersambung seluruhnya.
“Pengerjaan jembatan bailey dikerjakan secara paralel dengan penanganan Jembatan Ngantru,” kata Nanang kepada eljabar.com melalui pesan Whatsaapp, Senin (14/02/2022).
Selain itu, ia mengimbau agar masyarakat pengguna jalan yang akan menuju Ngawi dan sebaliknya, bisa melalui jalur alternatif. Sejumlah rambu penunjuk jalan alternatif itu telah dipasang di beberapa titik lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat.
“Kami harap masyarakat mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang demi kelancaran lalu lintas sementara jembatan darurat masih dalam proses pemasangan,” imbuh Nanang.
Pantauan eljabar.com di lokasi melihat pemasangan jembatan darurat tersebut telah hampir selesai dan tersambung. Jembatan bailey itu nantinya hanya mampu dilewati kendaraan dengan kapasitas 8 ton atau kurang dari 10 ton.
Diberitakan sebelumnya Jembatan Ngantru di perbatasan Ngawi-Bojonegor ditutup setelah tiang jembatan dihantam truk pengangkut semen curah pada hari Rabu, 9 Febriari 20232, pukul 01.00 WIB.
Akibatnya, Jembatan Ngantru hampir putus serta aspalnya ambles hingga sedalam 1 meter. Jembatan sepanjang 35 meter itu baru direhabilitasi tahun 2021 lalu.
Untuk itu, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nadional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur sedang melakukan perbaikan pada bagian Jembatan Ngantru yang ambles. (*wn)







