Program Kotaku Sulap Kampung Nelayan Mayangan Jadi Destinasi Wisata dan Lokomotif Perekonomian

PROBOLINGGO, eljabar.com – Pemandangan berbeda dari Kampung Nelayan di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. tepatnya di Jalan Ikan Tengiri, kini mulai terlihat.
Jalan sepanjang 350 meter ini tak ubahnya seperti Jalan Malioboro, Yogyakarta. Pedestrian untuk pejalan kaki, selain lebih lebar juga lebih bersih dengan hiasan lampu jalan dan bola-bola beton (bollard) yang berfungsi sebagai pembatas tampak begitu artistik.
Beberapa kursi dan bangku juga terlihat di area tersebut sehingga menarik minat masyarakat yang melintas di kawasan itu untuk sejenak singgah dan duduk menikmati keindahan perubahan suasana di kampung nelayan tersebut.
Saat malam hari, perubahan di perkampungan yang ditata melalui Program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh Kementerian PUPR, semakin ramai dikunjungi masyarakat.
Perubahan pemandangan itu tampak dari ujung timur Jalan Ikan Tengiri di Simpang Lima Mayangan, hingga ke Kantor Lurah Mayangan di ujung barat.
Selain itu, kawasan Jalan Ikan Tengiri didesain ramah terhadap penyandang disabilitas. Dari ujung hingga ke ujung jalan lainnya tampak lebih rapi dengan barisan bola-bola pembatas jalan.
Berbagai sumber menjelaskan bahwa Program Kotaku di Kelurahan Mayangan tersebut merupakan program Pemerintah Kota Probolinggo yang difasilitasi Pemprov Jatim dan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang didanai oleh Bank Dunia.
Pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Mayangan Kota Probolinggo tersebut dilaksanakan oleh PT Galakarya melalui Perjanjian Kontrak Nomor: HK.02.01/Cb16.5.4/465 tanggal 10 Juni 2021. Kontrak senilai Rp. 14,83 miliar tersebut dilaksanakan selama 240 hari kalender, terhitung sejak tanggal 14 Juni 2021 sampai 31 Maret 2022.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Any Virginia mengatakan, pekerjaan penataan kawasan kumuh kampung nelayan Mayangan telah dilakukan serah terima tahap pertama (PHO) pada 2 April 2022.
“Serah Terima finalnya (FHO) akan dilaksanakan 29 September 2022, tak lama lagi,” ujarnya.
Selanjutnya Any menerangkan bahwa sebelum diserahtetimakan, pekerjaan tersebut diaudit juga oleh Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur.
“Seluruh saran dan rekomendasi BPKP sudah ditindaklanjuti,” tegas Any.
Pembangunan di kawasan Kelurahan Mayangan, pungkas Any, merupakan tahapan awal dan diharapkan pembangunan tersebut sebagai percontohan bagi penataan kawasan kumuh di daerah-daerah lainnya.
“Untuk pengembangannya nanti akan dilaksanakan di pesisir pantai sehingga menjadi lokomotif perekonomian dan destinasi wisata,” tutupnya. (and’s)







