Aksi Ketuk Pintu Tengah Malam Meresahkan Warga Pamekasan | El Jabar

Aksi Ketuk Pintu Tengah Malam Meresahkan Warga Pamekasan

PAMEKASAN, eljabar.comAksi mengetuk pintu rumah warga pada tengah malam, sudah semingguan terjadi di Pamekasan.

Beberapa warga di RT 01/08 Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan, mengaku mengalami aksi tersebut. Seorang lansia yang biasa dipanggil Lek Cuk, yang berdomisili di Jalan Kemayoran menceritakan bahwa ia terbangun setelah mendengar pagar rumahnya dipukul-pukul oleh seseorang sambil memanggil-nama putrinya.

“Saya langsung bangun karena mendengar ada yang manggil nama anak saya. Saya intip dari tirai kamar, saya lihat seseorang naik motor dan langsung ngebut ke arah timur,” katanya, Rabu (14/07/2021).

Peristiwa serupa juga dialami oleh Ivn. Rumahnya di Jl. Kemayoran Gg I mengalami aksi yang mulai meresahkan warga tersebut. Ia mengaku jendela kaca nako kediamannya diketuk-ketuk oleh seseorang pada 01.00 wib tengah malam, Selasa (13/07/2021).

“Saya tidak berani buka pintu,” ujarnya.

Begitu juga dengan seorang warga Parteker, Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan. Ia menyarankan agar tidak merespon jika mendengar ada orang mengetuk-ngetuk pintu rumah tengah malam.

“Saya pernah mengalaminya, tau-tau dikejutkan dengan ketukan pintu di tengah malam. Saya tidak merespon, belum lagi kalau kita mendadak terbangun dari tidur, biasanya pikiran kan belum normal. Makanya lebih baik diamkan saja meski kita sudah bangun,” sarannya.

Melihat fenomena aksi ketuk pintu tengah malam tentunya harus direspon oleh pihak-pihak terkait. Sebab, bagi masyarakat awam, aksi tersebut menimbulkan efek teror dan meresahkan. Apalagi, terjadi di saat PPKM Darurat.

Entah siapa dibalik aksi teror yang sudah meresahkan masyarakat itu. Hingga saat ini keberadaan pelaku aksi ini belum diketahui.

Masyarakat meminta ke depan pihak RT/RW setempat bisa menguatkan skema kerjasama dengan aparat keamanan seperti babinkamtibmas dan babinsa melalui kontak layanan telepon yang ditempelkan di poskamling dan tempat yang mudah dijangkau warga.

Peneliti Surabaya Institute Governance Studies (Sign Studies), Rizkita Bethari mengatakan bahwa aksi-aksi yang meresahkan dan terjadi di saat pandemi covid-19 justru akan menguatkan ikatan sosial di tengah masyarakat.

“Mereka akan saling menginformasikan setiap kejadian yang dialami melalui berbagai platform komunikasi,” tuturnya, Rabu (14/07/2021).

Akan tetapi, imbuh Ririz, fenomena apapun yang meresahkan di tengah penerapan PPKM Darurat segera disikapi serius oleh pihak-pihak terkait. (idrus)

 

Categories: Kronik