Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung “Kenapa Tidak Ditetapkan Sebagai Komoditi Unggulan,” – El Jabar

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung “Kenapa Tidak Ditetapkan Sebagai Komoditi Unggulan,”

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Tri Bambang Pamungkas

Kabupaten Bandung,eljabar.com  – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung mendesak Pemkab Bandung serius mengurusi produksi stroberi. Perlu adanya intervensi pemerintah agar komoditi ini dapat kembali produktif dan berkelanjutan.
Pada 2014, Kabupaten Bandung menyumbang hampir 90 persen produksi stroberi di tingkat nasional. Namun, angka tersebut terus turun drastis dan cenderung mandek.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Tri Bambang Pamungkas menuturkan, persoalan komoditi stroberi merupakan pekerjaan rumah pemerintahan daerah yang belum diselesaikan sejak lama. Hingga saat ini tidak ada kebijakan yang berarti bagi para petani dan komoditi khas dataran tinggi ini.

Menurut kacamata saya, pemerintah daerah yang lama tidak tanggap dengan kondisi komoditi stroberi. Kenapa tidak ditetapkan sebagai komoditi unggulan,” kata Tri kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Tri menilai Pemkab Bandung tidak memiliki keseriusan dari sisi kebijakan agar membuat komoditi ini kembali produktif dan berkelanjutan. Intervensi dari segi regulasi dan anggaran dinilai dapat menjadi garansi bagi para petani stroberi untuk tetap berkebun stroberi.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat mencatat, pada 2013 angka produksi stroberi mencapai 84.348 ton. Kemudian, angka itu terus menurun drastis hingga mencapai angka 5.450,4 ton di tahun 2018.

“Kenapa imbasnya begitu drastis, karena legitimasi sebagai komoditi unggulan itu sangat penting. Karena itu kan sebagai suatu jaminan atau garansi bagi petani stroberi. Karena kan tetap harus ditunjang dengan sistem dari pemerintahan yang mempunyai otoritas membuat kebijakan,” tutur Tri.

“Sekarang kan jadinya seperti hidup segan mati tak mau. Sedangkan kalau dulu diperhatikan menjadi komoditi unggulan kan itu bagus. Kan legitimasinya ada,” dia melanjutkan.

Selain itu, ucap politik muda itu, stroberi cenderung dianaktirikan. Sebab, menurut Tri, Pemkab Bandung lebih fokus pada komoditi lain yaitu kopi.

“Memang ada pergeseran, petani-petani itu sekarang tertindih oleh komoditi kopi. Sehingga stroberi sedikit berkurang baik produksi maupun pasar. Karena pasar pun didominasi oleh kopi,” ucap Tri.

Dia berharap agar komoditi stroberi tidak disepelekan. Stroberi merupakan komoditi yang mendominasi di level nasional. Tri menanti pemerintahan di bawah Bupati Bandung Dadang Supriatna dapat memberikan jaminan kepada komoditi stroberi.

“Memang sekarang dari transisi pemerintahan sebelumnya ke yang sekarang itu belum sepenuhnya secara terperinci mensinkronisasi program yang tertuang dalam RPJMD dulu dengan RPJMD yang sekarang. Karena mungkin, fokus dan prioritasnya pun berbeda,” katanya.

“Tapi saya kira, stroberi ini jangan disepelekan, karena kan, bisa saja, stroberi itu hanya satu satunya yang produksi besar ya dari Kabupaten Bandung. Kita harus mendorong pemerintah sekarang agar stroberi ini bisa bangkit kembali,” tutur Tri menambahkan.

Categories: Parlemen