Pendidikan

Bupati Sumedang Paparkan SPBS dalam Diskusi Publik di Perguruan Tinggi Sebelas April

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir kembali menjadi narasumber pada Webinar Diskusi Publik yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Sebelas April Sumedang.

Webinar kali ini mengangkat tema Kebijakan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) yang diikuti bupati dari Ruang Tengah Gedung Negara, Kamis (22/10/2020).

Bupati Dony memaparkan, lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) berangkat dari Visi Misi Sumedang Simpati yang mempunyai latar belakang lima masalah pokok yang ada di Sumedang.

“Lima masalah ini diantaranya kemiskinan, penganguran, pendidikan, kesehatan, investasi dan infrastruktur, di samping masih ada masalah-masalah lainnya,” ucap Bupati.

Namun demikian, lanjut bupati, Kabupaten Sumedang juga memiliki enam potensi untuk mengatasi kelima masalah tersebut.

“Keenam potensi itu antara lain sumber daya manusia, sumber daya alam, letak strategis di antara koridor Bandung dan Cirebon, sejarah luhur Kerajaan Sumedang larang, dan kawasan Iptek Jatinangor,” terangnya.

Dikatakan, kebijakan SPBS menjadi dasar dalam setiap gerak pembangunan dengan memanfaatkan keenam kekuatan tadi untuk mengatasi kelima masalah.

“Saya berharap Perda SPBS bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai persoalan di Kabupaten Sumedang. Salah satu ikhtiar kami adalah mengeluarkan Perda SPBS  ini,” ujarnya.

Bupati mengatakan, Perda tersebut tentunya akan menjadi payung hukum dalam memajukan budaya Sunda dan menjadikan Sumedang sebagai pusat budaya Sunda.

“Inti dari SPBS adalah nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kasumedangan bisa dilarutkan dalam kehidupan keseharian serta bisa meningkatkan etos kerja masyarakat Sumedang dalam mencapai kemajuan,” tegasnya.

Untuk itulah, lanjutnya, nilai-nilai yang ada dalam Perda tersebut harus  disosialisasikan, diimplementasikan dan dieksekusi dengan baik sehingga menjadi landasan bagi masyarakat Sumedang dalam menentukan pola pikir dan pola tindak.

Masih dikatakan bupati, melalui Perda SPBS diharapkan bisa terus melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menggali potensi baru yang lebih baik.

“Pada akhirnya akan ada nilai internalisasi pada jiwa masyarakat Sumedang sehingga nilai-nilai SPBS  menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan,” paparnya.

Menurut Dony, salah satu keuntungan sekaligus permasalahan adalah adanya bonus demografi dimana banyak kaum milenial yang harus disentuh dengan budaya Sunda.

“Saya berharap kita dapat mensosialisasikan pasal-pasal yang ada dalam SPBS sehingga masyarakat mengetahui, memahami dan menjiwai yang akhirnya akan muncul kesadaran tentang pentingnya SPBS,” tukasnya. (Abas)

Show More
Back to top button