Kronik

Dari Mata Air Gunung Manglayang, SANKEY Diolah Secara Alami dengan Teknologi Mutakhir

SUMEDANG, eljabar.com — Satu-satunya produk air minum dalam kemasan (AMDK) lokal produk asli Jatinangor bermerk Sankey memang menjadi pilihan konsumen dalam kebutuhan air minumnya. Ya, meskipun produk lokal namun air minum ini sangat memperhatikan mutu dan kualitas.

Tak tanggung tanggung, proses pengemasannya dilakukan oleh PT Muamanah Al Ma’soem dengan lisensi dari ITB dan label halal MUI. Sehingga, air minum Sankey ini sudah teruji kemurniannya.

Pemilik Air Minum Sankey, H. Dadang Kosasih mengatakan, air minum Sankey diolah dari mata air kaki Gunung Manglayang tepatnya di bawah jembatan Cincin Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor. Berbeda dengan perusahaan air minum yang telah mendunia, air minum ini muncul ke permukaan tanah sehingga bukan sumur bor atau artesis.

“Proses penyedotannya pun tidak memakai mesin, tapi mengalir sesuai hukum gravitasi bumi. Jadi, air dari mata air dialirkan melalui pipa ke tempat penampungan di Dusun Cikuda Desa Hegarmanah,” katanya.

Sehingga, kata Dadang, dijamin tidak ada zat besi yang bisa membuat warna kuning pada air dan berbahaya bagi tubuh. Sebab, proses pengambilan air dan pengemasannya pun dilakukan secara alami dengan teknologi mutakhir.

“Mata air Kaki Gunung Manglayang, tepatnya dibawah jembatan Cincin memang sudah lama sejak penjajahan Belanda. Mata air itu digunakan warga sekitar untuk bercocok tanam dan keperluan MCK. Karena airnya jernih dan melimpah, saya manfaatkan untuk dikemas dan uang kompensasi nya untuk kas RW dan dana CSR untuk warga sekitar,” katanya.

Meskipun tanah tak bertuan, lanjut H Dadang, pihaknya menempuh izin ke dinas pertambangan, lingkungan hidup, perizinan hingga ke kementrian lingkungan hidup yang selanjutnya izinnya diproses oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), karena mata air itu bermuara ke Sungai Cikeruh yang merupakan anak Sungai Citarum.

“Insya Allah izinnya sejak 2006 lalu ketika menjual air ke tukang galon. Kalau AMDK baru dua tahun berjalan dan alhamdulillah izinnya lengkap bahkan sudah ada lebal Halal dari MUI Kabupaten Sumedang,” katanya.

Meskipun demikian, lanjut H Dadang, karena keterbatasan mesin pengemas, sehingga Sankey dibawah CV Al Farizi bekerja sama dengan Al Masoem untuk mengemas produk mulai dari air cup, botol hingga galon. Sehingga, keuntungannya pun tak sebesar memiliki mesin sendiri. Meski begitu, pihaknya sangat bersyukur karena Sankey mulai diterima pangsa pasarnya oleh masyarakat luas.

“Alhamdulillah, pengiriman terjauh sampai ke Cianjur, Bekasi, Jakarta dan Garut. Kalau kebanyakan ke pasar Tanjungsari, Cimanggung, Sumedang Kota dan ke wilayah Jatinangor,” katanya.

Dalam sebulan, katanya, jika normal (sebelum pandemi) bisa mencapai 40 ribu dus bahkan lebih. Memasuki pandemi proses produksi menurun hingga 50 persen akibat pesanan menurun.

“Penurunan terjadi, karena dimasa pandemi, jarang yang hajatan. Jadi ya untuk keperluan minum sehari hari,” katanya.

Menurutnya, Air itu di konsumsi setiap hari. Namun, karena kompetitor banyak, sehingga pengusaha harus pintar pintar memasarkan dan mencari target market yang baru. Semisal, ke pasar pssar, ke agen toko, dan distributor. Bahkan ke supermarket dan minimarket yang ada di Jawa Barat pun kalau bisa.

“Sekali lagi, kendalanya karena mesin pengemasan, jadi produksi terbatas. Takutnya permintaan banyak namun tak bisa produksi banyak, kan konsumen kecewa,” katanya.

Selain memasarkan ke pasar dan agen distributor, CV Al farizi juga bekerja sama dengan Bumdes se Jatinangor untuk pengadaan air minum dalam kemasan. Bumdes bumdes yang akan memesan air bisa ke CV Al farizi untuk mendapatkan harga diskon.

“Untuk satu dus air cup itu Rp12, 500 kalau dijual di Bumdes bisa Rp15.000,jadi keuntungannya bisa buat kas bumded,” katanya.

Tak hanya menjual AMDK, CV Alfarizi juga menjual air untuk isi ulang air, jerigen maupun mobil tangki.

“Bahkan kini kita sudah punya QR atau barkode. Jadi tinggal di scan di HP keluar identitas perusahaan dan terdaftar di BPOM,”  tandasnya. (Abas)

Show More
Back to top button