DPRD : Bencana Alam Tahunan di Kabupaten Bandung Harus Jadi Priyoritas Utama – El Jabar

DPRD : Bencana Alam Tahunan di Kabupaten Bandung Harus Jadi Priyoritas Utama

Kabupaten Bandung,eljabar.com — Pemerintah Kabupaten Bandung harus tanggap atasi bencana alam tahunan setiap memasuki musim penghujan. Sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung merupakan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor yang rutin terjadi setiap tahun menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi Pemerintah Kabupaten Bandung beserta jajarannya.

“Ini harus menjadi pekerjaan bersama antara pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dalam  melakukan langkah-langkah dan mencari solusi terbaik dalam upaya mengurangi risiko bencana. Khususnya di wilayah yang selama ini menjadi langganan bencana seperti di Kecamatan Rancaekek, Majalaya, Banjaran, Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar, terkait sejumlah bencana yang mulai terjadi disejumlah wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa pekan terakhir.

Disampaikan Cecep Suhendar saat dirinya melakukan peninjauan ke lokasi bencana bantaran sungai Cikeruh yang mengalami jebol  di Kampung Babakan Rawa RT 08/RW 07 Desa Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, sebenarnya tidak perlu berulang terjadi. “Dalam beberapa pekan ini saja kejadiannya untuk ketigakalinya, sebenarnya tidak perlu berulang bila sudah tahu dan langsung melakukan antisipasi,” ujar Cecep Suhendar..

Dikatakan Cecep Suhendar, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung merupakan kawasan rawan bencana banjir dan tanah longsor. Banjir dan longsor terjadi akibat alihfungsi lahan akibat pembangunan dan pemanfaatan lahan lainnya.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jawa Barat, pembangunan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung menurut Cecep Suhendar, cukup memakan lahan yang cukup luas. Dicontohkannya pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang berada di Kecamatan Rancaekek dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung.

Dikatakan Cecep Suhendar, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung merupakan kawasan rawan bencana banjir dan tanah longsor. Banjir dan longsor terjadi akibat alihfungsi lahan akibat pembangunan dan pemanfaatan lahan lainnya.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jawa Barat, pembangunan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung menurut Cecep Suhendar, cukup memakan lahan yang cukup luas. Dicontohkannya pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang berada di Kecamatan Rancaekek dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung.

“Seharusnya, air mengalir ke aliran air yang sesungguhnya, di antaranya ke penampang aliran sungai. Kalau ada danau, aliran air itu bisa ke danau. Sekarang terjadi lagi banjir di Rancaekek yang disebabkan terjadi alih fungsi lahan tadi,” ungkap Cecep Suhendar.

Dampak jebolnya tanggul sungai Cikeruh di Kampung Babakan Rawa dan Kampung Bobodolan itu, Cecep Suhendar mengungkapkan, sejumlah rumah rusak berat dan sekitar 100 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Akibat banjir tersebut, sarana dan prasarana di Desa Rancaekek Kuon dan Rancaekek Wetan mengalami kerusaan,” katanya.

Ditegaskannya, dampak bencana tanggul sungai Cikeruh tersebut, harus dibuatkan tanggap darurat, khususnya untuk masyarakat yang terdampak di Kampung Babakan Rawa dan Kampung Bobodolan tersebut. “Pasalnya, mereka membutuhkan suplai makanan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Tempat tinggal sementara mereka pun, lanjut Cecep Suhendar harus layak huni. Ia melihat kondisi tempat tinggal para korban yang terdampak musibah tanggul jebol Sungai Cikeruh terlihat kumuh, sehingga rawan terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Dikhawatirkan akan menimbulkan ancaman penyakit baru, di antaranya DBD. Sehingga tanggap darurat harus dilakukan pemerintah daerah untuk membantu warga yang terkena musibah,” katanya.

.

Categories: Parlemen