Farm is Fun, Viking Jatinangor Ajak Millenial Agar Berani Jadi Petani

SUMEDANG, eljabar.com — Viking Jatinangor melalui kegiatan Farm is Fun mengajak anggotanya untuk belajar memulai menggarap lahan, proses produksi, dan agrobisnis untuk dijalankan pemuda atau kaum milenial yang biasanya bekerja lebih produktif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi serta selalu kreatif berinovasi.

Ketua Viking Jatinangor Aris Philif mengatakan regenerasi petani menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian Indonesia. Adanya regenerasi petani bagian yg harus di dorong untuk kemajuan pertanian.

“Viking Jatinangor mulai menggarap sektor pertanian bekerjasama dengan anggota DPRD Sumedang, mudah-mudahan bisa lebih maju,” ucap Philif, Minggu (28/06/2020).

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD sekaligus Pembina Viking Jatinangor Herman Habibullah pemerintah melalui kementerian Pertanian meluncurkan program Pemuda Tani, dan hal ini perlu di dorong agar di Pemerintah Daerah juga bisa dilakukan mengingat pentingnya mendorong kaum milenial untuk melirik sektor pertanian.

“Kita harus menjadikan sektor pertanian itu menjanjikan dan menguntungkan dengan pembukaan akses pasar, inovasi, dan tekhnologi,” jelasnya.

Herman juga menyebutkan bahwa regenerasi penting untuk mengatasi laju penurunan jumlah petani. Mengutip data Badan Pusat Statistik dia menunjukkan bahwa dalam jangka waktu dua tahun (2016-2018), penurunan jumlah petani di Indonesia berjalan cukup signifikan.

“Sebanyak empat juta petani. Yang salah satu penyebabnya adalah masih lambannya proses regenerasi petani. Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, menyebutkan bahwa 90 persen dari total jumlah petani Indonesia sudah memasuki fase kurang produktif. Jadi, perlu ada solusi menciptakan regenerasi petani,” ucapnya.

Herman kemudian menjelaskan, pentingnya revitalisasi pertanian dengan regenerasi petani. Minimnya minat generasi milenial untuk terlibat dan terjun langsung dalam sektor pertanian menandakan bahwa pertanian hari ini dinilai sudah tidak menguntungkan lagi.

“Selain itu, secara status sosial masih dipandang rendah. Oleh karena itu, kaum muda kehilangan gairah untuk bertani. Situasi ini bisa juga berimplikasi kurang baik terhadap target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045,” tambahnya.

Menurutnya, perlu ditekankan bahwa melibatkan generasi muda adalah kuncinya dan pertanian modern adalah solusi untuk menarik generasi muda agar terlibat dalam bisnis pertanian. Kaum muda di kalangan milenial perlu didorong untuk menjadi petani. Sebab, jadi petani saat ini adalah termasuk gaul dan perlu melek teknologi.

“Kegiatan Farm is Fun dengan tema menanam adalah melawan kepunahan yang di gagas oleh komunitas Viking Jatinangor, sekaligus mengapresiasi bahwa kegiatan ini sangat positif untuk memulai menarik dan mengajak kaum millenial agar berani untuk menjadi petani. Dengan banyak nya petani dari kaum millenial diyakini akan mampu meningkatkan produktivitas pangan,” tutupnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Kronik