Regional

FK3I JABAR Pertanyakan Proses Pengembangan Geo Dipa 2 Patuha

BANDUNG, eljabar.com — Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jabar menyoroti proses pengembangan sumur baru sebanyak 22 Sumur di dua wilayah oleh PT. Geo Dipa. Yakni di wilayah Dieng dan wilayah Patuha Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.

“Hingga saat ini, Kami masih mengkaji khusus Geo Dipa 2, wilayah Patuha Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Kami sedang mengecek berapa persisnya jumlah sumur baru yang sedang dikerjakan dan luas areal yang telah mendapat persetujuan melalui skema IPPKH,” ujar Dedi Kurniawan, kepada eljabar.com, Jum’at (13/11/2020).

Menurut Dedi Kurniawan, ada hal yang selalu diabaikan oleh pihak Geo Dipa, antara lain tanggungjawab administratif terkait IPPKH. Sehingga perlu dipastikan ganti kawasan hutannya dan proses pembangunan kawasan hutan pengganti tersebut.

Kedua tanggungjawab Ekologi, dimana kawasan pengembangan dan kawasan lama PT. Geo DIPA berbatasan dengan Cagar Alam Gunung Tilu.

“Sejauhmana perusahaan bertanggungjawab dalam proses pengamanan kawasan dalam dan luar perusahaan,” tandasnya.

Ketiga tanggungjawab sosial, dimana Geo Dipa di apit oleh sekitat lima desa. FK3I berharap ada tanggungjawab, karena tanggungjawab sosial tersebut dinilai sangat penting dikerjasamakan dengan masyarakat dan pemerintah tingkat tapak.

“Jika ada kegiatan pemulihan kawasan, pengamatan ekosistem, bantuan sosial dan hal lainnya kita berharap mengedepankan peran komunitas di tingkat tapak,” harapnya.

Harus ada penekanan khusus dalam pelaksanaan tanggungjawab Geo Dipa dalam mengimplementasikan IPPKH dari KLHK. Dan FK3I Jabar menurut dedi Kurnaiwan, belum melihatnya.

“Ini kami nyata belum melihat hal tersebut,” tegasnya.

Sehingga menurut Dedi Kurniawan, wajar jika banyak asumsi hutan Indonesia bukan hanya rusak akan tetapi hilang. Itu akibat proses ganti kawasan hutan tidak dilaksanakan dengan baik.

Oleh karena itu, Kami akan melakukan pengamatan dan komunikasi dengan pihak-pihak agar mendapat data fakta dan dokumen terkait pembangunan pengembangan Geo Dipa 2.

Terkait mitigasi bencana, proses Amdal atau Ijin Lingkungan lain, diakui Dedi Kurnaiwan pihaknya masih mencari informasi pasti dari Dinas terkait dan Kami akan terus memantau dan mengawal proyek strategis Nasional, yang tersebar dimana-mana menuai Konflik akibat terganggunya kawasan hutan. Baik hutan Konservasi maupun Hutan Lindung. (muis)

Show More
Back to top button