“Gerakan Kembali ke Meja Makan” Ditengah Pandemik Covid-19 dan Bulan Suci Ramadhan - El Jabar

“Gerakan Kembali ke Meja Makan” Ditengah Pandemik Covid-19 dan Bulan Suci Ramadhan

ETI MARLIATI, S.Pd

(Penyuluh KB Ahli Madya, Kab. Bandung BKKBN Jabar)

KASUS virus Corona baru atau covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, tetapi Selalu ada Hikmah dibalik segala kejadian, berusahalah agar tidak terlalu cemas serta senantiasa berpikir positif, agar kondisi fisik dan psikologis kita tetap terjaga dan baik, somoga covid-19 cepat berlau.

Ada  banyak hikmah tentang virus Corona ini yang salah satunya Menghadirkan Kembali kedekatan yang lebih baik dengan keluarga yang tadinya Rutinitas Manusia Modern Membuat setiap elemen keluarga mempunyai waktu yang sulit untuk dipertemukan, apalagi meraka yang tinggal dikota2 besar, dimana jarak anatara rumah dan tempat kerjaan, sekolah dan layanan publik tidaklah dekat, membuat banyak waktu terbuang dijalan.

Selain itu juga akibat perkembangan tehnologi internet saat ini  yang membawa tantangan tersendiri bagi Ketahanan Keluarga,  terutama Medsos yang membuat Interaksi langsung dengan keluarga berkurang. Di dalam program pembangunan nasional akan diawali dengan Penguatan dan Pembangunan Keluarga.

“Ramadan 1441 Hijriyah kali ini bertepatan dengan wabah korona yang terjadi di negara ini. Semoga ibadah puasa kita meningkat tahun ini. Tidak hanya meningkat kualitas spiritualnya, tapi yang lebih penting  membentuk pribadi sosial yang handal.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengkampanyekan “Gerakan Kembali ke Meja Makan” untuk memperkuat jalinan hubungan di dalam keluarga.

“Gerakan Kembali Ke Meja Makan” adalah upaya bersama untuk mengingatkan kembali Keluarga-Keluarga Indonesia akan pentingnya kebersamaan untuk berkumpul dan berkomunikasi secara langsung bersama anggota keluarga.

Kata “meja makan” bukan berarti harus adanya meja makan tetapi mengandung makna menggunakan kesempatan atau momentum makan untuk berkumpul karena pada umumnya ada kesamaan waktu makan yaitu pagi (sarapan), siang (makan siang) dan malam (makan malam). Akan lebih baik jika waktu-waktu makan tersebut digunakan oleh keluarga-keluarga Indonesia untuk berkumpul (makan bersama).

Bukan sekedar makan, momentum atau kesempatan makan bersama dapat digunakan keluarga-keluarga Indonesia untuk berkomunikasi langsung pada sebelum atau sesudah makan dan bukan pada saat makan (mengunyah makanan) sehingga sama sekali tidak bertentangan dengan kearifan lokal yang meyakini “tidak baik/etis makan sambil berbicara”.

Makan bersama keluarga di rumah adalah momen kebersamaan yang sangat berharga meski terdengar sederhana atau sepele, namun kegiatan ini menyimpan dampak positif yang bisa membantu menguatkan keharmonisan keluarga yang menentukan eratnya hubungan antar anggota keluarga, dalam lingkup kecil keluarga, budaya untuk makan bersama di meja makan perlu diterapkan setiap hari agar terbentuk karakter yang baik, Keluarga, dinilai bisa meminimalkan dampak negatif ini. Karena “Keluarga merupakan wadah pertama dan utama pendidikan karakter”.

Pada Pandemik Covid-19 dan Bulan Ramadhan ini dapat dijadikan Momen yang istimewa #Diam dirumah karena menjadi saat yang paling  tepat untuk berkumpul bersama keluarga, karena banyak kegiatan yang dilakukan bersama-sama, mulai dari berbuka, Shalat Taraweh maupun makan sahur.  Momen Puasa dalam Pandemik Covid-19 ini dapat mengembalikan Nilai keharmonisan dan keakraban Keluarga.

Kepada Keluarga Indonesia setelah berakhirnya Pandemik Covid-19  ini diharapkan untuk lebih sering meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama keluarga, paling tidak pada saat makan bersama minimal 15 menit dalam sehari, tanpa gadget hanya ada anggota keluarga serta melaksanakan 8 fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum BKKBN mengkampanyekan gerakan ini, banyak riset sudah lebih dulu membuktikan betapa baik manfaat dari makan bersama keluarga.

Penelitian selama beberapa dekade biasanya menemukan hasil serupa. Anak-anak yang makan malam bersama keluarga kinerjanya cenderung lebih baik di sekolah.

Mereka juga punya kemungkinan lebih kecil menggunakan narkoba, dan punya kebiasaan makan yang lebih baik. Sementara beberapa penelitian tidak memperhitungkan faktor eksternal, seperti status sosial ekonomi, sebagian besar hasilnya tetap berlaku untuk semua keluarga.

Waktu luang untuk makan bersama Keluarga adalah sebuah kemewahan dan kebahagian di tengah Pandemik Covid-19 dan Bulan suci Ramadhan yang membawa berkah ini. Bagaimanapun, Kebersamaan dg keluarga layak diusahakan…!

#PetugasLapanganLawanCovid-19

#Diam Dirumah

Categories: Kronik