Hari Dharma Karya Dhika tahun 2021, Lapas Kelas IIA Pamekasan Gelar Donor Darah – El Jabar

Hari Dharma Karya Dhika tahun 2021, Lapas Kelas IIA Pamekasan Gelar Donor Darah

PAMEKASAN, eljabar.com – Insan pemasyarakatan di Indonesia tidak lama lagi akan memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD), 30 Oktober 2021 mendatang dengan mengusung tema ‘Semakin PASTI’.

Tema tersebut, secara implementasi membutuhkan tekad, kemauan dan perjuangan untuk mewujudkannya. Salah satu agenda yang digelar adalah aksi donor darah di lingkungan Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Aksi ini bukan tanpa alasan. Menurut Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Hanafi mengatakan bahwa aksi yang digagas pihaknya tersebut, akan memberikan manfaat besar bagi kemanusiaan.

Antusias peserta yang ikut mendonorkan darahnya cukup banyak. Puluhan peserta dengan tertib mengikuti prosedur donor darah di tempat yang disediakan.

“Apalagi di musim pandemi Covid-19, tentu ketersediaan darah merupakan hal strategis dan dibutuhkan,” ujarnya.

Kementerian Hukum Dan HAM RI beserta seluruh komponennya, imbuh Hanafi, sedang berbenah dalam rangka mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat.

Hal ini sudah tentu menimbulkan konsekuensi bagi setiap petugas pemaayarakatan untuk senantiasa merefleksi diri, agar mengetahui kekurangan yang dimiliki, untuk kemudian diubah melalui pembangunan sikap mental dan perilaku.

“Seringkali memang harapan tidak sesuai dengan kenyataan, oleh sebab itu agar terpenuhi harapan yang menjadi tujuan organisasi, maka diperlukan adanya keberanian untuk merubah suatu kenyataan meskipun itu betarti harus keluar dari zona nyaman dengan berpegang pada empat prinsip utama yakni, Cinta, Kebijaksanaan, Refleksi Diri, dan Kemajuan,” urai Hanafi.

Selain itu, tegasnya, pihaknya terus memberikan ruang dan kesempatan kepada para petugas pemasyarakatan, untuk pengembangan diri dan perbaikan mental sebagai ASN.

Maka, menurut Hanafi, ‘Semakin PASTI’ dapat terwujud, indikatornya adalah Indeks Kepuasan Masyarakat atas pelayanan Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Di samping itu, zero petugas dan UPT PAS yang terkena permasalahan, kata Hanafi, juga bisa menjadi indikator. Meskipun begitu, over kapasitas di lapas akan menjadi kendala pelaksanaan tugas-tugas pemasyarakatan, namun hal itu tidak menjadi penghalang Lapas Kelas IIA Pamekasan untuk menjalankan dan melaksanakan tugas dan fungsi sesuai peraturan perundang-undangan. (idrus/LP)

Categories: Nasional