Jaga Kyai dan Santri, 15 Kabupaten/Kota Sudah membentuk Jakisan

Jaga Kyai dan Santri, 15 Kabupaten/Kota Sudah membentuk Jakisan

SUMEDANG, eljabar.com — Sebuah gerakan moral diinisiasi oleh KH. Sa’dulloh dan KH. Usamah Mansur yang dinamai Jaga Kiyai dan Santri (Jakisan) adalah sebagai bentuk kepedulian atas rasa keprihatinan terkait kondisi  para ulama, kyai dan santri di Indonesia yang saat ini kerap menjadi korban oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tujuan utama deklarasi Jakisan yakni dalam rangka menjaga eksistensi kyai dan santri baik secara fisik maupun secara batiniayah dari orang-orang yang tidak senang melihat eksitensi kyai dan santri terutama di pondok peasntren,” jelas KH.  Sa’dullah kepada wartawan di komplek Pondok Pesantren Alhikamussalafiyah Sukamantri Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Jumat (24/10/2020).

KH. Sa’dulloh berharap kekompakan masyrakat untuk bersama-sama menjaga kyai dan santri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena tentunya kami berharap teman-teman dan masyarakat luas ikut mendukung gerakan jaga kiyai jaga santri karena sudah diketahui dalam sejarah bagaimana peran kiyai dan santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI menjaga semangat nasionalisme sehingga sampai saat ini.

“Adapun ide awal deklarasi Jakisan berawal dari Kyai Usman Mansur maka kami sebagai santri mengikuti perintah pak Kyai sebab ridho kyai dan orang tua akan membawa kemaslahatan bagi umat,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengatakan akan segera membentuk kordinator-kordinator wilayah diseluruh Indonesia.

Rencana kerja kedepannya  yang pertama kami akan mengawal dan bersilaturahmi dengan para kyai dan para ulama sekaligus mempekenalkan produk Jamu Anti Virus Corona (AVC) dari Tim Peneliti dan Penemu Independen Afiliasi Nahdlatul Ulama (TPPI-ANU) sebagai bentuk kepedulian pada bangsa agar segera terbebas dari pandemik Covid-19.

“Selanjutnya kedepan kami akan membentuk kordinator wilayah kabupaten kota di seluruh Indonesia. Kalau di kabupaten Sumedang sudah siap sampai tingkat Kecamatan,” pungkas Kyai Muda asli Sumedang tersebut.

Sementara KH. Usamah Mansur mengatakan, dasar pemikiran deklarasi Jakisan merupakan bentuk  keprihatinan dan kepedulian terhadap kyai dan santri.

Berawal dari keprihatinan dari pemikiran kita membangun sebuah kepedulian terhadap sesama sebagai umat muslim kepada orang lain terlebih kepada para ulama dan kyai sebagai panutan kita.

Dimana kita ketahui, kata KH. Usamah, akhir-akhir ini para kyai banyak menerima teror kekerasa baik secara fisik maupun mental oleh pihak-pihak lain maka kita sebagai santri harus tergugah kewajiban untuk menjaga mereka sebab menurut Nabi SAW orang tua itu ada Tiga yang pertama ibu bapak yang melahirkan kita, mertua kita dan orang yang sudah mengajari kita. Maka kita berfikir  untuk menjaganya terutama kiyai dan santri jangan sampai dibuli dihina.

“Saat ini Jakisan di 15 kabupaten/kota sudah terbentuk. Diharapakan 6 orang diantaranya KH. Sadullah penjadi pionir penggerak jaga Kyai dan santri terkait masalah agama,” pungkas KH. Usamah Mansur. (Abas)

Categories: Kronik