KABAR GEMBIRA…! Sejumlah Kecamatan di Sumedang Alami Penurunan Jumlah ODR Corona

SUMEDANG, eljabar.com — Situasi dan kondisi terkait penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 10 April 2020 sampai dengan Pukul 16.00 WIB masih perlu lebih diwaspadai.

Adapun perkembangan lengkapnya adalah sebagai berikut : – Positif COVID-19 : a. Polymerase Chain Reaction (SWAB) positif : 2 orang; b. Rapid Test Positif (Diduga Covid-19) : 17 orang, terdiri dari 6 orang hasil pemeriksaan Rapid Test di lingkungan PT. Kahatex, 4 orang dari IPDN dan 7 orang dari RSUD; – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) : 21 orang dari total 37 PDP yang 16 diantaranya telah pulang/selesai/sembuh; – Orang Dalam Pemantauan (ODP) : 213 orang dari total 694 ODP dimana 481 orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan; – Orang Dalam Risiko (ODR) : 15.583 orang; – Orang Tanpa Gejala (OTG) : 67 orang.

ODR yang sebelumnya beristilah ODP Berisiko atas konsolidasi data para pemudik yang dikoordinasikan oleh aparatur wilayah (Camat dan Kepala Desa/Lurah), dibanding hasil kemarin, saat ini berdasarkan data hingga Pukul 15.00 WIB jumlah ODR kembali mengalami penurunan yaitu sebanyak 80 orang.

Adapun penurunan jumlah ODR terjadi di Kecamatan Jatinunggal, Ujungjaya, Cisarua, Situraja dan Paseh. Sementara itu, kenaikan jumlah ODR terjadi di Kecamatan Cimanggung, Buahdua, dan Sumedang Utara.

Saat ini warga masyarakat pemudik dimaksud diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing untuk jangka waktu 14 hari ke depan.

Apabila ada gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas, diminta segera menghubungi 119 atau kontak Puskesmas terdekat.

Hasil Rapid Test yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 10 April 2020 adalah sebagai berikut : a. Selesai Rapid Test : 1.225 orang; b. Selesai Rapid Tes ulang : 58 orang.

Jumlah total yang diduga terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test masih berjumlah 17 orang. Kepada yang bersangkutan akan segera dilaksanakan tes SWAB menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), untuk memastikan positif atau tidaknya.

Terhadap semua ODP yang telah melakukan Rapid Test tetap diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing dan akan dilakukan Rapid Test ulang 10 hari kemudian.

Selanjutnya, di tengah pandemi Covid-19, masih ditemukan banyaknya disinformasi bahkan hoax yang beredar terutama diberbagai platform digital termasuk media sosial. Berdasarkan data siber drone Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, sampai dengan saat ini sudah beredar sebanyak lebih dari 474 isu hoax secara kumulatif di masyarakat, dan masih terdapat setidaknya 766 sebaran hoax yang masih beredar diberbagai platform digital.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang turut mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang agar lebih bijak menggunakan media sosialnya, jangan sampai ada warga Sumedang yang mudah mengonsumsi informasi dari sumber yang tidak jelas, apalagi jika sampai memproduksi hoax, sebab tentu akan berdampak hukum bagi yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, pembuat dan penyebar hoax dapat dikenakan sanksi pidana dan sanksi denda, sesuai dengan Undang-undang ITE khususnya yang terdapat pada pasal 27 dan pasal 28 Undang-undang dimaksud.

Demikian disampaikan dr. H. Hilman Taufik Wijaya Somantri, M.Kes, Asisten Pembangunan Setda Kabupaten Sumedang dalam siaran persnya. Dan selanjutnya kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Sumedang agar maklum serta melaksanakan seluruh imbauan dan anjuran dari pemerintah, serta senantiasa berdoa kepada Tuhan YME memohon terhindar dari segala marabahaya dan wabah penyakit. (Abas/Humas)

Advertisement

Categories: Pemerintahan