Pemerintahan

Kelurahan Nanggeleng Sukabumi Dorong Warga Olah Sampah Organik Jadi Kompos

SUKABUMI, eljabar.com – Upaya membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Sukabumi terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. Salah satunya dilakukan di Kelurahan Nanggeleng melalui kegiatan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos.

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat untuk Kelompok Masyarakat Kelurahan Nanggeleng tersebut digelar di Ruang Pertemuan Kelurahan Nanggeleng, Kamis (10/9/2026). Kegiatan diikuti sebanyak 40 peserta dan menghadirkan dua narasumber, termasuk narasumber dari Kejaksaan.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Pengolahan sampah menjadi kompos diharapkan tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di wilayah.

“Pemerintah hadir bukan hanya untuk menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang benar, adil, dan bermanfaat. Karena itu, kolaborasi pemerintah dengan RT, RW, pemuda, LKK, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” ujar Ayep Zaki.

Ia mengatakan, penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat kelurahan memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan. RT/RW dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), kata dia, merupakan bagian penting dalam pemerintahan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, peran RT/RW dan LKK perlu terus diperluas, tidak hanya dalam persoalan kebersihan dan lingkungan, tetapi juga dalam mengidentifikasi serta membantu menangani berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.

“RT dan RW harus menjadi mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat. Persoalan lingkungan, sosial, kepemudaan, termasuk calon pekerja migran Indonesia, harus mendapat perhatian sejak dari tingkat lingkungan,” katanya.

Dorong Kesadaran Pajak untuk Mendukung Pembangunan

Selain mendorong pengelolaan lingkungan, Wali Kota Sukabumi juga mengajak masyarakat memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan daerah. Salah satunya melalui optimalisasi opsen pajak kendaraan bermotor serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Menurut Ayep, optimalisasi penerimaan daerah akan berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

“Penerimaan daerah pada akhirnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan. Karena itu, kesadaran untuk memenuhi kewajiban pajak harus menjadi bagian dari gotong royong membangun Kota Sukabumi,” tuturnya.

Ia menilai, pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai bagian penting yang ikut menjaga keberlangsungan program pemerintah.

Ingatkan Pemerintahan Harus Berpedoman pada Aturan

Dalam menjalankan pemerintahan, H. Ayep Zaki juga mengingatkan seluruh unsur pemerintahan agar senantiasa berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Setiap kebijakan, kata dia, harus memiliki dasar hukum yang jelas serta dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

“Dalam bekerja kita harus berpegang teguh pada aturan. Mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, Perda, Perwal, juklak, dan ketentuan lainnya. Dengan berpedoman pada aturan, kita dapat memastikan setiap kebijakan berjalan dengan benar, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, prinsip kebenaran, kejujuran, dan keadilan harus menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang dapat dipercaya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ayep Zaki Berkomitmen Turun Langsung ke Wilayah

Pada kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga menyampaikan komitmennya untuk turun langsung ke berbagai wilayah di Kota Sukabumi. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Insyaallah, saya keliling di seluruh wilayah. Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan pemerintah hadir di tengah-tengah mereka. Nanti akan ada perubahan di Kota Sukabumi,” kata Ayep.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan masyarakat dan berbagai persoalan yang perlu mendapatkan penanganan.

Narasumber Kejaksaan Berikan Pemahaman Aspek Hukum

Sementara itu, kehadiran narasumber dari Kejaksaan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Nanggeleng diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aspek hukum dan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan serta pemberdayaan masyarakat.

Pemahaman terhadap aspek hukum dinilai penting agar masyarakat maupun unsur kelembagaan di tingkat kelurahan dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan pemberdayaan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan masing-masing.

Pengolahan Sampah Diharapkan Jadi Gerakan Berkelanjutan

Pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan terkecil. Sampah yang selama ini berpotensi menjadi persoalan lingkungan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang harus dibuang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Pengelolaan sampah organik menjadi kompos pun diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan kolektif di tengah masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, RT/RW, LKK, pemuda, serta masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kelurahan Nanggeleng yang bersih, tertata, dan nyaman.

Di sisi lain, keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Kota Sukabumi. Semakin kuat partisipasi masyarakat, semakin besar pula peluang berbagai program pembangunan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat secara langsung.

Melalui kegiatan pemberdayaan tersebut, masyarakat Kelurahan Nanggeleng diharapkan semakin memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian dalam mengelola lingkungan. Pada akhirnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membangun masyarakat yang semakin aktif dalam mendukung pembangunan Kota Sukabumi. (Anne)

Show More
Back to top button