Konektifitas dan Aksesabilitas Masyarakat Menjadi Prioritas Utama BBPJN Jatim Bali – El Jabar

Konektifitas dan Aksesabilitas Masyarakat Menjadi Prioritas Utama BBPJN Jatim Bali

SURABAYA, eljabar.com – Pada tahun 2021 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali melalui PPK 2.6 Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan paket pelebaran jalan di ruas Madiun Caruban.

Begitu juga penanganan jalan di ruas PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur berupa rigid pavement dengan lebar jalan 14,5 meter dan terdiri dari 4 lajur.

Pelebaran dari jalan eksisting menjadi 11,5 meter sepanjang 3,8 kilometer. Peningkatan kapasitas di ruas jalan tersebut merupakan wujud realisasi dari semangat optimalisasi yang terkandung dalam program Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi dan Rehabitasi (OPOR).

Dilansir dari akun youtube pupr_jalan_jatimbali, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan BBPJN Jawa Timur-Bali, Ayu Permitasari menjelaskan, jalan yang dikelola Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga tersebut sepanjang 2.990,39 kilometer, dengan rincian 2.361 kilometer di Provinsi Jatim dan 629,39 kilometer di Provinsi Bali.

Sedangkan jembatan yang dikelola sebanyak 1.198 unit dengan rincian 903 unit berada di Jawa Timur dan 255 unit berada di Bali.

Ayu juga menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai fungsi untuk membangun konektivitas, aksesibilitas dan mobiltas masyarakat agar pertumbuhan ekonomi bisa merata di seluruh wilayah.

“Ini adalah komitmen kami untuk melaksanakan program jalan dan jembatan sesuai program Kementerian PUPR,” ujar Ayu.

Dengan itu maka BBPJN Jatim Bali turut serta menghasilkan kebermanfaatan infrastruktur bagi bangsa. Salah satu kebermanfaatan tersebut dilaksanakan melalui pelebaran ruas jalan nasional.

Sehingga hal ini akan melancarkan akses distribusi yang akan berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat akan lebih bergairah.

Dampak pertumbuhan ekonomi juga semakin terlihat setelah pembangunan jalur pansela di selatan Jawa Timur yang didesain menghubungkan ujung barat hingga ujung timur Jawa Timur sepanjang 627,57 kilometer dari Kabupaten Pacitan sampai Kabupaten Banyuwangi.

Dari total panjang jalan di pansela Jatim itu saat ini telah terbangun sepanjang 267,14 kilometer atau setara 42,57 persen. Pembangunan ruas jalan pansela tersebut akanndiselesaikan hingga tahun 2023.

Selain membuka kawasan wisata di selatan Jawa Timur, pamsela yang terbentang di garis pantai selatan tersebut, dihadirkan untuk pemerataan kesejahteraan serta pengembangan ekonomi.

Seperti diketahui, transportasi merupakan urat nadi bagi pembangunan. Sementara jalan dan jembatan berfungsi untuk memberi kemudahan akses agar pembangunan di daerah tidak tersendat dan bisa dilakukan semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, jalur akses transportasi penting dibangun dari jalur distribusi yang baik dan tepat guna. Sehingha manfaat pembangunanya muata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas, sebab membangun jalan dan jembatan berarti membangun bangsa. (bbpjn_jtmbali/*wn)

 

 

Categories: Nasional