Politik

Modus Anyar Untung Culas, Potensi Penyimpangan Proyek Peningkatan Jalan Gedangan Sedatigede Dibiarkan

SIDOARJO, eljabar.com — Proyek peningkatan jalan Gedangan – Sedatigede di wilayah Desa Wedi, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo berbuntut panjang.

Selain dinilai gagal menjaga faktor yang mempengaruhi keselamatan jalan, kualitas pekerjaan konstruksi infrastruktur konektivitas tersebut disinyalir tidak akan menopang kemantapan jalan.

“Imbas dari pengawasan tumpul fungsional Dinas PUBM dan SDA, pekerjaan peningkatan jalan Gedangan – Sedatigede diperkirakan tidak akan mencapai usia layanan dan umur rencana yang ditetapkan,” ujar seorang warga setempat yang enggan namanya disebutkan, Kamis (24/11/2022).

Banyak masyarakat menuding penyedia jasa tidak profesional. Disinyalir, spesifikasi teknis dari item-item pekerjaan tidak sesuai dengan kualitas yang ditetapkan. Akibatnya defect list pekerjaan jelas terlihat dengan mata telanjang.

Berdasarkan papan informasi yang berada di lapangan pekerjaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 2.279.991.299,57. yang bersumber dari Dana APBD TA 2022. Pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak: 2220/SP-JJ/PUBMSDA/2022 dengan waktu pekerjaan 90 hari kalender dan dilaksanakan oleh CV Wardhani.

Saat beberapa awak media melakukan kunjungan di lokasi proyek peningkatan jalan tersebut ditemukan fakta bahwa landasan pemasangan U-Ditch tidaklah sesuai dengan spesifikasi. U-Ditch dipasang dalam keadaan saluran tergenang air dan terendam sehingga mengakibatkan box U-Ditch terpasang tidak rata.

“Kondisi u-ditch yang dikerjakan asal jadi telah mengakibatkan seorang pengendara motor terjerembab setelah roda kendaraanya terprosok pada sela-sela lobang antar u-ditch,” tegas Muksin, warga setempat.

Banyaknya lobang diselah-selah saluran tersebut sangat menganggu pengguna jalan terutama waktu bersalipan dengan kendaraan dari arah berlawanan, apalagi ada mobil.

Sementara Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Rizal Asnan enteng saja menanggapi buruknya pekerjaan itu.

“Saya panggil pelaksana untuk saya evaluasi,” kata Rizal.

Namun demikian, sejumlah pihak dari berbagai elemen masyarakat mengungkap permasalahan proyek tersebut dipicu oleh buruknya kinerja pengawasan.

Para pejabat perbendaharaan penyelenggara jalan seolah sengaja membiarkan ruas jalan kewenangan kabupaten Sidoarjo itu jauh dari harapan kondisi kemantapan jalan.

Bahkan yang membuat miris para pengguna jalan adalah tindakan tegas dari instansi terkait kerap datang terlambat dan harus menunggu jatuh korban.

Penyedia jasa proyek tersebut seakan-akan dibiarkan leluasa mengeruk untung culas. Prinsip-prinsip pengadaan barang jasa yang menjadi fundamental untuk mencegah kerugian keuangan daerah, penerapannya semakin luntur. (andi)

Show More
Back to top button