MUI Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi Perkuat Sinergi, Fokus Jaga Kondusivitas dan Tangkal Radikalisme

BANDUNG, eljabar.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat memperkuat sinergi dengan Kodam III/Siliwangi melalui kunjungan silaturahmi yang berlangsung di Markas Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Kunjungan tersebut diterima langsung Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., didampingi sejumlah pejabat dan staf Kodam III/Siliwangi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan antara ulama dan aparat pertahanan negara dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas Jawa Barat.
Rombongan MUI Jawa Barat dipimpin Ketua Umum MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Keagamaan KH Ajid Tohir, Wakil Ketua Umum Bidang Sosial KH Asep Zaenal Muttaqien, Ketua Bidang Kerukunan Antarumat Beragama HM Rafani Achyar, serta Bendahara Umum KH Supadi Sulaeman.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi yang telah menerima kunjungan silaturahmi pengurus MUI Jawa Barat.
Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara MUI Jawa Barat dengan Kodam III/Siliwangi dalam berbagai bidang strategis yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
“Kami ingin membangun sinergitas dan koordinasi yang berkelanjutan antara MUI Jawa Barat dengan Kodam III/Siliwangi. Hubungan historis yang telah terjalin sejak lama perlu terus dirawat dan diperkuat untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
KH Aang menjelaskan, hubungan antara MUI Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi memiliki akar sejarah yang kuat. Ia mengungkapkan bahwa Kodam III/Siliwangi merupakan salah satu pihak yang berperan dalam lahirnya Badan Musyawarah Alim Ulama (BMAU) pada tahun 1958 bersama sejumlah ulama Jawa Barat.
BMAU kemudian menjadi embrio berdirinya MUI di Jawa Barat. Bahkan, Ketua Umum MUI Jawa Barat pertama periode 1967–1971 dijabat oleh Pangdam III/Siliwangi saat itu, Mayor Jenderal M. Darsono.
Menurutnya, kerja sama antara ulama dan TNI pada masa itu lahir dari kebutuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, khususnya saat menghadapi pemberontakan DI/TII yang dipimpin Kartosuwiryo dan mengancam stabilitas wilayah Jawa Barat.
“Semangat kebersamaan dalam membela agama, bangsa, dan negara yang ditunjukkan para ulama dan prajurit Siliwangi pada masa lalu harus terus diwariskan kepada generasi saat ini,” katanya.
Ia menambahkan, MUI Jawa Barat saat ini mengusung visi sebagai Khadimul Ummah atau pelayan umat dan Shadiqul Hukumah sebagai mitra strategis pemerintah. Visi tersebut diperkuat dengan tagline “Khidmah Ulama untuk Jawa Barat Istimewa” yang berlandaskan empat pilar utama, yakni bersatu dalam akidah, berjamaah dalam ibadah, bertoleransi dalam khilafiah, dan bekerja sama dalam dakwah.
Sejak terpilih pada Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jawa Barat pada Desember 2025 lalu, kepengurusan baru telah melakukan berbagai konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja yang membutuhkan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Kodam III/Siliwangi.
Beberapa bidang kerja sama yang ditawarkan MUI Jawa Barat antara lain penanggulangan paham radikalisme keagamaan, penanganan aliran menyimpang, penguatan wawasan kebangsaan melalui Gerakan Santri Kebangsaan, serta program-program lain yang mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.
Menanggapi hal tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih menyambut baik kunjungan dan inisiatif kerja sama yang ditawarkan MUI Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan apresiasi atas peran strategis MUI dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan keagamaan di Jawa Barat.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah disampaikan Ketua Umum MUI Jawa Barat. Kodam III/Siliwangi siap mendukung dan bekerja sama dengan MUI Jawa Barat dalam berbagai program yang bertujuan menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Pangdam juga mengakui adanya hubungan historis yang erat antara Kodam III/Siliwangi dan para ulama Jawa Barat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan pada masa lalu.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan baru berupa penyebaran paham radikalisme dan intoleransi masih perlu diwaspadai bersama. Oleh karena itu, peran ulama melalui dakwah yang menyejukkan dan moderat dinilai sangat penting dalam menjaga persatuan masyarakat.
“Saya berharap MUI terus mengembangkan dakwah yang menyejukkan, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an melalui pendekatan bil hikmah wal mau’idzatil hasanah, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman keagamaan yang moderat dan membawa kedamaian,” katanya.
Pangdam menambahkan, berbagai program kolaborasi yang berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas dan kondusivitas Jawa Barat akan dibahas lebih lanjut melalui koordinasi teknis antara kedua lembaga.
Melalui pertemuan tersebut, MUI Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi sepakat untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan guna mendukung terwujudnya Jawa Barat yang aman, harmonis, dan sejahtera. (**)







