TNI / POLRI

Pangdam III/Siliwangi Tegaskan Kenaikan Pangkat Pamen Harus Diikuti Peningkatan Tanggung Jawab

BANDUNG, eljabar.com — Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bagi perwira menengah (Pamen) bukan sekadar bentuk penghargaan atas kinerja, tetapi harus diikuti dengan peningkatan tanggung jawab, kualitas kepemimpinan, serta kemampuan menghadapi dinamika lingkungan pertahanan.

Penegasan tersebut disampaikan Pangdam III/Siliwangi dalam acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Menengah Kodam III/Siliwangi Periode 1 Oktober 2026, yang digelar di Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok Nomor 10, Kota Bandung, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kasdam III/Siliwangi, Irdam III/Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, para Danrem, Danrindam, Asrendam, para Asisten Kasdam, staf ahli Pangdam, perwira penghubung TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, para kepala badan pelaksana, serta para komandan satuan jajaran Kodam III/Siliwangi.

Turut hadir Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi beserta pengurus, para perwira yang menerima kenaikan pangkat, serta para istri atau suami yang mendampingi.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Kosasih menyampaikan ucapan selamat kepada para perwira menengah yang memperoleh kenaikan pangkat. Pangdam juga memberikan apresiasi kepada keluarga para perwira yang selama ini turut memberikan dukungan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

“Keberhasilan yang diraih para perwira tidak terlepas dari dukungan keluarga. Jangan pernah berpikir bahwa apa yang dicapai semata-mata merupakan kerja pribadi karena terdapat peran orang-orang di sekitar yang memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan tersebut,” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Menurut Pangdam, kenaikan pangkat di lingkungan TNI, khususnya Kodam III/Siliwangi, diberikan berdasarkan proses penilaian kinerja yang objektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain profesionalisme, integritas, dan kemampuan prajurit dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat merupakan hasil penilaian kinerja yang objektif. Setiap prajurit yang memperoleh kenaikan pangkat telah memenuhi berbagai kriteria yang ditetapkan,” katanya.

Meski demikian, Pangdam mengingatkan bahwa kenaikan pangkat tidak boleh dipandang hanya sebagai penghargaan. Bertambahnya pangkat juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya tanggung jawab dalam memimpin satuan, membina anggota, serta menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.

“Kenaikan pangkat juga berarti peningkatan tanggung jawab untuk memimpin dengan lebih baik. Perwira harus menjadi panutan serta semakin tanggap dan adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman dan dinamika pertahanan,” tegasnya.

Mayjen TNI Kosasih menjelaskan, jajaran Kodam III/Siliwangi memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten. Karena itu, setiap kebijakan dan perintah dari komando atas harus dilaksanakan secara efektif, disiplin, profesional, dan penuh integritas.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan perwira dalam menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Perwira dengan pangkat dan tanggung jawab lebih tinggi dituntut mampu mengambil keputusan, memberikan solusi, sekaligus membimbing dan memotivasi anggota yang berada di bawah kepemimpinannya.

“Seorang perwira dengan pangkat lebih tinggi harus mampu memberikan solusi dalam situasi kompleks, memotivasi serta membimbing anak buah. Para perwira dituntut tidak hanya berpikir taktis, tetapi juga strategis dalam setiap situasi,” ungkap Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam III/Siliwangi berpesan agar para perwira yang memperoleh kenaikan pangkat terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri. Pengembangan kapasitas tersebut dinilai penting agar setiap perwira mampu menghadapi perubahan lingkungan strategis serta tuntutan tugas yang terus berkembang.

Selain itu, para perwira diminta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang menjadi landasan pengabdian di lingkungan Kodam III/Siliwangi dan mampu menunjukkan sikap kepemimpinan yang dapat dijadikan contoh oleh seluruh anggota.

“Jadilah pemimpin yang tidak hanya berperan sebagai komandan, tetapi juga menjadi teladan bagi anak buah,” pesannya.

Dalam menjalankan tugas, Mayjen TNI Kosasih juga meminta para perwira memperkuat sinergi dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi sipil, maupun elemen lainnya.

Menurutnya, upaya menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah tidak dapat dilakukan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antarlembaga diperlukan agar berbagai tantangan yang muncul dapat diantisipasi dan ditangani secara efektif.

“Kita tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Kerja sama yang solid antarlembaga akan memastikan setiap tantangan dapat dihadapi dengan lebih baik dan efisien,” pungkas Mayjen TNI Kosasih.

Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Menengah Kodam III/Siliwangi Periode 1 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum bagi para perwira yang memperoleh kenaikan pangkat untuk meningkatkan kualitas pengabdian. Kenaikan pangkat diharapkan tidak hanya tercermin melalui perubahan tanda pangkat, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas, tanggung jawab, keteladanan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. (**)

Show More
Back to top button