Pemerintahan

Pemkot Sukabumi Terus Bebenah Jelang Penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026

SUKABUMI, eljabar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mulai memantapkan persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat kualitas inovasi di seluruh perangkat daerah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Inovasi Daerah.

Kegiatan yang digelar belum lama ini melibatkan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga satuan pendidikan se-Kota Sukabumi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing sekaligus memastikan setiap inovasi yang dikembangkan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M. Hasan Asari, mengatakan, penguatan kapasitas aparatur dalam menyusun dan mendokumentasikan inovasi menjadi salah satu kunci keberhasilan daerah dalam mengikuti penilaian IGA yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

“Melalui Bimtek ini kami ingin menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan hingga satuan pendidikan mengenai tata cara penyusunan dan penginputan inovasi yang sesuai dengan indikator Innovative Government Award 2026. Kualitas data, kelengkapan dokumentasi, dan kesesuaian dengan indikator penilaian menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan Kota Sukabumi,” ujar Hasan kepada wartawan, Senin (03/08/2026).

Menurut Hasan, inovasi yang dihasilkan pemerintah daerah tidak cukup hanya diterapkan di lapangan. Seluruh proses, hasil, hingga dampak yang dirasakan masyarakat juga harus terdokumentasi secara sistematis sebagai bukti bahwa inovasi benar-benar berjalan dan memberikan manfaat.

Ia menegaskan, Bappeda terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di seluruh perangkat daerah agar menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada peningkatan kinerja serta pelayanan publik.

“Target kami bukan sekadar menambah jumlah inovasi yang diinput dalam sistem penilaian. Yang lebih penting, setiap inovasi harus berkualitas, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah, kami optimistis Kota Sukabumi mampu meningkatkan daya saing dan meraih hasil yang lebih baik pada IGA 2026,” tegasnya.

Selain memperkuat kompetensi aparatur, Pemkot Sukabumi juga terus melakukan pembenahan tata kelola inovasi dan meningkatkan kualitas dokumentasi setiap program unggulan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai penilaian sekaligus memperkuat budaya inovasi di lingkungan birokrasi.

Hasan menambahkan, tujuan utama pengembangan inovasi bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan membangun sistem pemerintahan yang semakin efektif, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah, Pemkot Sukabumi optimistis mampu meningkatkan capaian pada Innovative Government Award 2026 sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas bagi masyarakat. (Anne)

Show More
Back to top button