Peternakan Sapi 3,7 Hektar Ganggu Kenyamanan Warga

BANDUNG BARAT, eljabar.com – Selama ini banyak keluhan masyarakat akan dampak buruk dari kegiatan usaha peternakan. Karena sebagian besar peternak mengabaikan penanganan limbah dari usahanya, bahkan ada yang membuang limbah usahanya ke sungai, sehingga terjadi pencemaran lingkungan.

Limbah peternakan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan seperti feces, urin, sisa pakan, serta air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran yang memicu protes dari warga sekitar. Baik berupa bau tidak enak yang menyengat, sampai keluhan gatal-gatal ketika mandi di sungai yang tercemar limbah peternakan.

Contoh kasus dampak dari peternakan sapi yang dikeluhkan warga adalah peternakan sapi yang berlokasi di Desa Cikalong Kecamatan Cikalong Wetan Kab. Bandung Barat.

Beberapa tahun sudah berjalan, warga yang tinggal bersebelahan di sekitar lokasi ternak sapi Desa Cikalong Kecamatan Cikalong Wetan merasakan dampak tidak nyaman atas keberadaan ternak sapi tersebut.

Dampak lingkungan dari keberadaan ternak sapi yang terletak di RW 20 Desa Cikalong Kecamatan Cikalong Wetan, dirasakan oleh warga yang berada di RW 8 dan RW 14 Desa Rende, yang bersebelahan dengan RW 20 Desa Cikalong. Bau tidak sedap dari kotoran sapi, dirasakan warga cukup mengganggu kenyamanan mereka sehari-hari.

Sejumlah warga RW 8 Desa Rende, mengaku tidak nyaman atas keberadaan ternak sapi yang sudah berdiri sejak 1997 ini.

“Kami merasakan dari dampak adanya peternakan ini. Bau tak sedap, sudah jelas mengganggu kami. Kami harap, peternakan ini dipindahkan ke lokasi lain yang jauh dari tempat tinggal warga,” ujar salah seorang tokoh warga yang tidak mau disebutkan namanya, kepada elJabar.com, Rabu (22/01/2020).

Meskipun beda desa dengan lokasi peternakan, namun warga RW 8 dan RW 14 Desa Rende sangat dekat dan berdampingan dengan RW 20 Desa Cikalong dimana lokasi peternakan beroperasi.

Sehingga dampak dari keberadaan peternakan tersebut sangat dirasakan sekali oleh warga RW 8 dan RW 14 Desa Rende.

“Apabila hujan turun, limbah kotoran itu ngalir ke jalan. Ini sangat mengganggu sekali,” sesal warga.

Bahkan ada danau kecil dekat dengan peternakan yang mengalami pencemaran dan pendangkalan, akibat limbah peternakan sapi.

“Ada situ didekat peternakan. Sekarang mengalami pendangkalan akibat limbah dari peternakan itu. Ini jelas sangat merusak lingkungan juga,” ungkapnya.

Warga tersebut menginginkan supaya peternakan tersebut dipindahkan ke lokasi yang jauh dari tempat tinggal warga.

Seperti yang kita tahu, bahwa limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Selain melalui air, limbah peternakan sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk berkembang biaknya lalat.

Jadi bagi masyarakat yang terkena dampak dari keberadaan peternakan tersebut, bukan tidak beralasan. Karena limbah yang ditimbulkannya memang sangat mengganggu bagi kehidupan warga dan lingkungan sekitar.

“Kami menginginkan peternakan ini ditutup. Atau pindah ke tempat yang jauh dari tempat tinggal warga,” pungkasnya. (MI)

Advertisement

Categories: Regional