SAKIP Sumedang 2020, Edi Optimis Kecamatan Jatinunggal Raih Nilai 80 - El Jabar

SAKIP Sumedang 2020, Edi Optimis Kecamatan Jatinunggal Raih Nilai 80

SUMEDANG, eljabar.com — Camat Jatinunggal Edi Wahyu berkomitmen untuk Tahun 2020 SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Kecamatan Jatinunggal meraih nilai 80 atau A.

Hal tersebut disampaikan Camat Jatinunggal pada kegiatan Akselerasi Evaluasi SAKIP Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2020 yang dihadiri langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman di Aula Kecamatan Jatinunggal, Jumat (03/07/2020).

“Tahun 2018 kami mendapatkan nilai 49,94 atau C. Kami ditantang pada Tahun 2020 ini untuk penilaian SAKIP 2019 mendapatkan nilau BB atau 80,” ucap Camat Jatinunggal Edi Wahyu.

Dikatakan Camat Edi, untuk meningkatkan nilai SAKIP menjadi 80 di wilayahnya tentu dibutuhkan kebersamaan dan  kekompakan dari semua pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, termasuk para perangkat desa dan unsur Muspika sehingga kemungkinan nilai SAKIP akan terdongkrak.

“Untuk meningkatkan nilai tersebut, kami melaksanakan sinergitas dengan pemerintahan desa diawali dari penyusunan program dan kegiatan sebagaimana strategi yang direncanakan,” ujarnya.

Strategi tersebut, lanjut Edi, adalah dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta terus berinovasi mengupayakan bagaimana masyarakat bisa sejahtera.

Edi juga menambahkan bahwa dengan adanya pembinaan SAKIP  diharapkan mampu menambah motivasi agar meningkatkan kinerja dari seluruh program kegiatan menuju sasaran sesuai. dengan Visi dan Misi Sumedag Simpati.

“Kita lakukan segala cara untuk memperbaiki semua perencanaan penganggaran, pengukuran kinerja, dan pengawasan internal yang akhirnya seluruh kegiatan tersebut mencapan sasaran,” imbuhnya.

Sementara itu Sekda Herman Suryatman, SAKIP merupakan salah satu indikator keberhasilan dan merupakan sebuah jembatan dalam kemajuan Kabupaten  Sumedang.

“Untuk itu, diharapkan nilai SAKIP Kecamatan Jatinunggal ke depan  mencapai nilai 80,” ucapnya.

Sekda Herman menyebutkan, inti dari SAKIP adalah bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki termasuk modal sosial untuk meraih tujuan yang berorientasi hasil.

“Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kita jangan bergantung kepada anggaran. Semua bisa dipertanggungjawabkan dengan jelas, harus dimengerti oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan, banyak desa-desa yang lebih mengutamakan untuk merehab bangunan kantor desanya dibandingkan memprioritaskan untuk penanggulangan kemiskinan.

“Harus ada skala prioritas dari segi perencanaan penganggaran. Ini rata-rata menjadi kelemahan di kecamatan dan desa sehingga nilai SAKIP-nya masih rendah,” ucapnya.

Oleh karena itu, perlu adanya pengorbanan dan perjuangan untuk bersama-sama mengubah pola-pola lama, terutama di kalangan ASN.

“Modal utama maju adalah kemauan yang kuat, rajin bekerja, mental yang bagus, siap berkorban, dan harus siap sakit. Kita tidak bisa meraih ultimate goal, tanpa merasakan sakit terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Sekda, Kecamatan Jatinunggal sebagai salah satu Hinterland daerah wisata Jatigede mempunyai potensi besar untuk dikembangkan.

“Ada beberapa tempat wisata yang ada di  Jatinunggal yang perlu dikembangkan sehingga bisa mensuplai pemasaran produk yang dihasilkan masing-masing desa,” ungkap Sekda.

Sekda menambahkan, salah satu pendukung kesuksesan wisata yang ada di Jadigede adalah kesembilan desa yang ada di Kecamatan Jatinunggal.

Sebelum melaksanakan pembinaan SAKIP, Sekretaris Daerah Herman Suryatman melakukan peletakan batu pertama renovasi kamar mandi di Masjid besar Albirkah Kecamatan Jatinunggal dilanjutkan dengan pemberian paket bantuan Rapekansia (Gerakan Kepedulian Kasih Lansia) oleh Sekretaris Daerah kepada para Lansia yang ada di Kecamatan Jatinunggal. (Abas)

Categories: Regional