Sebuah Catatan di West Java Paragliding World Championship 2019

Sumedang Warbyasah… Indah Sekali…

SUMEDANG, eljabar.com — Macet. Begitu mau masuk ke lokasi landing para atlet paralayang tingkat dunia, hari ini (minggu, 26/10/2019). Melihat ke langit, tampak para atlet, terbang dengan berbagai kostum. Berwarna, warni indah sekali.

Sampai di lokasi landing, saya membidik beberala foto dan video, termasuk wawancara dengan beberapa atlet.

Atlet dari Papua, menarik perhatian saya. Alhirnya saya selfie dan juga wawancara dikit. Dia bilang, namanya Edi. Dia bersama dengan 12 rekan lainnya dari Papua. Berlatih dalam pra PON dan juga sebagai official kegiatan ini. Ketika ditanya pesan dan kesan, dia bilang “Sumedang Warbyasah… Indah sekali,” jelasnya.

Saya ketemu juga dengan beberapa atlet lainnya, nyesek saya lihat emak-emak dan anak-anak. Mereka bergantian selfie. Sampai saya disangka fotografer, harus bantuin moto mereka. Namun demikian, dengan senang hati saya bantu saja.

Beberapa bule saya wawancara, tapi hasilnya gak begitu penting. Karena semuanya seragam dengan edi, hampir semua bilang Sumedang sangat indah untuk paralayang.

Yang menarik wawancara Bule itu, ternyata mereka banyak yang tidak lancar Bahasa Inggris. Sama seperti kita, bicaranya a i u e o. (Hahaha). Saya jadi inget rekan saya dari India dan Jepang, kalau di ajak ngomong Inggris, blepotan.

Kembali ke atlet yang landing, banyak yang sukses masuk di area landing, namun ada juga yang terjun ke sawah. Bagi mereka yang terjun ke sawah di luar area, langsung dikejar sama tim penolong. (untung aja mereka gak lari)

Hari ini, West Java Paragliding World Championship and Culture Festival, memasuki babak Fun Fly atau seperti kata Bupati Festfly, maksudnya terbang gembira, karnaval di udara.

Berbagai kostum dari para atlet, menari-nari di udara. Pokoknya menyenangkan sepertinya. Baik yang terbang, maupun yang nonton. Sampai jalan macet baik yang naik maupun yang turun dari Toga.

Toga atau Kampung Toga adalah kawasan yang digunakan sebagai area take off dan landing Kompetisi paralayang kelas Acuracy pada pertandingan kali ini. Puncak Toga ini, berada di selatan Kota Sumedang Jawa Barat. Melewati Makam Pahlawan Nasional Tjoet Nyak Dhien, di Gunung Puyuh.

Menjelang siang, saya sengaja pergi ke kota untuk mengganjal perut. Beres makan saya kembali ke Toga, namun orang-orang pada berlawanan arah.

Iseng saya tanya ibu-ibu,
Saya : Bu… Kenapa pulang?
Ibu-ibu : Udahan pak, ngapain lagi.
Owhh.. Kirain…

Advertisement

Categories: Kronik