Regional

Soal Isu Perselingkuhan Kepsek dan Guru, Disdik Sumenep Langsung Ambil Langkah Tegas dan Tepat

SUMENEP, eljabar.com – Baru baru ini, Masyarakat Suemnep, Madura, Jawa Timur, dihebohkan dengan adanya isu perselingkuhan antara Kepala Sekolah (Kepsek) dan Guru PPPK.

Oknum Kepsek tersebut berinisial I, dan Guru PPPK berinisial R. Pasalnya dari hubungan terlarang ini R saat ini tengah hamil besar.

Sebab, diketahui keduanya sudah menjalin hubungan seja tahun 2023 lalu sekitar bulan Agustus hingga saat ini.

Menyikapi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Suemnep, Agus Dwi Syaputra, menegaskan jika sudah melakukan pemanggilan terhadap I dan R, untuk dimintai klarifikasi.

“Pada hari ini Disdik telah melakukan pemanggilan, pada oknum I dan R, namun katanya R izin karena sakit,” kata Agus, pada media eljabar.com saat diwawancarai di ruang kerjanya. Senin (20/05/2024).

“Setelah dipanggil, intinya yang bersangkutan mengakui, dan hal itu atas dasar mau sama mau,” tambah Agus.

Agus mengatakan jika perbuatan yang seperti harusnya tidak terjadi di dunia pendidikan Sumenep. Sebab menurutnya, Guru menjadi teladan bagi semuanya.

“Apalagi Kepala Sekolah, harusnya menjadi teladan bagi para guru, dan yang pasti seorang guru itu jadi tokoh di lingkungannya,” tegas Agus.

Tak ayal, dari kejadian tersebut pihak Disdik Sumenep akan segera mengambil tindakan tegas, dan akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Nanti kalau sudah datanya terkumpul semua kita akan laporkan ke Bupati dan Sekda Sumenep, dan untuk sanksinya kita akan disesuaikan dengan regulasi yang ada,” tegas mantan Kadis Perindag Sumenep ini.

“Untuk sanksinya sendiri kita akan tunggu nanti hasil rapat, dan akan disesuaikan dengan apa yang mereka perbuat,” kata Agus menambahkan.

Pihaknya berharap, guru atau kepala sekolah harus jadi teladan bagi murid-muridnya, mereka dituntut untuk memberikan contoh yang baik bukan hanya saat jam masuk, diluar jam mengajar juga dituntut untuk berprilaku baik.

“Dan ini akan kami tidak tegas, supaya jadi pembelajaran bagi guru dan kepsek yang lain,” tandas Agus. (Ury).

Show More
Back to top button