Turunkan Lima Tim Salob, Kerusakan Jalan Ruas Kertosono Jombang Mojokerto Gempol Diperbaiki - El Jabar

Turunkan Lima Tim Salob, Kerusakan Jalan Ruas Kertosono Jombang Mojokerto Gempol Diperbaiki

MOJOKERTO, eljabar.com – Lobang jalan yang bermunculan karena terdampak intensitas hujan yang tinggi di ruas Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol mulai diperbaiki. Tak hanya lobang jalan, permukaan jalan yang bergelombang juga tak luput dari penanganan 5 tim sapu lobang (salob) yang diturunkan PPK 4.2 Jawa Timur sejak awal Januari lalu.

PPK 4.2 Jatim, Dwi Wahyono, ST., M.Eng, menjelaskan, perbaikan kerusakan jalan di ruas Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol dilakukan di spot-spot lokasi yang urgent. Sebab, ruas jalan yang menjadi bagian dari lintas tengah Pulau Jawa itu kerap menjadi pilihan utama transportasi masyarakat.

“Kami menurunkan lima grup untuk menangani kerusakan jalan dan sudah bekerja sejak awal Januari. Targetnya di akhir Januari semua lobang jalan sudah tertutup,” kata Dwi, melalui pesan whatsapp, Senin (25/01/2021).

Pantauan eljabar.com pekan silam juga melihat tim yang dibentuk PPK 4.2 Jatim itu sedang menutup sejumlah lobang jalan dengan menggunakan aspal yang kemudian dipadatkan dengan vibro roller di Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilyah IV Provinsi Jawa Timur 2020, Purnyoto, ST, turut menemani Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, saat melakukan inspeksi kondisi jalan nasional di Jatim. Tendensi kerusakan jalan yang kerap menunjukkan peningkatan di saat musim hujan tak luput dari perhatiannya. Namun, masih kata Emil, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali telah menyiapkan penanganan yang masih untuk membenahi kondisi jalan tersebut.

Belum lagi, beban angkutan di jalur lintas tengah Pulau Jawa. Berdasarkan data Masyarakat Transportasi Indoensia (MTI) cukup signifikan, yakni mencapai 4,4 miliar ton pertahun atau setara dengan 14,1 persen dari total bobot barang yang melalui seluruh jalan di Pulau Jawa. Fakta tersebut tentu akan memengaruhi usia layanan dan usia teknis jalan di ruas Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol. Sebab, ruas jalan tersebut masih menjadi pilihan utama untuk distribusi barang daripada harus melewati jalan tol trans Jawa.

“Saya lebih suka lewat jalur biasa mas timbang lewat tol karena bisa menghemat biaya, apalagi sekarang musim wabah corona,” kata Suwarno, seorang sopir truk barang asal Mojokerto.

Terpisah, pemerhati kebijakan publik dari Investment and Asset Studies (Invasus), Lukas Jebaru, menilai, perbaikan jalan di ruas Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat apabila peran dan fungsi stake holder Transportasi terkait masih lemah dalam menindak kendaraan over dimension and over load yang masih sering ditemukan melintas di ruas jalan tersebut. Pihaknya berharap hendaknya pihak-pihak terkait juga ikut menjaga kualitas kemantapan jalan sehingga usia layanana jalan dan usia ekonomisnya sesuai dengan yang direncanakan. (*wn/andi setiawan)

Categories: Regional