Vaksin dan Harapan Emilio – El Jabar

Vaksin dan Harapan Emilio

SERBA SULIT…! Itu yang tengah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia selama dua tahun terakhir ini. Wabah pandemi virus Corona 19 (covid-19) yang tengah melanda dunia dan sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat Indonesia telah merusak seluruh sendi-sendi kehidupan. Bahkan merubah kebiasaan yang telah berlangsung selama beberapa generasi.

Tak perlu menyalahkan siapa penyebab pandemic yang telah menelan jutaan nyawa ini dan kenapa hal ini bisa terjadi. Meski dampak buruk sangat terlihat dengan kasat mata, namun pasti ada titik lain yang sebenarnya berdampak positif dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Tatanan baru dan pola kehidupan baru terasa dipaksakan. Namun tak ada pilihan lain.

Salah satu hal dari banyak hal yang tengah menjadi persyaratan sebagai warga yang taat kepada pemerintah dan Negara adalah rela melaksanakan vaksinasi.

Ya… Vaksinasi yang bertujuan untuk menambah kekebalan warga dan masyarakat Indonesia agar mampu melawan virus covid-19 yang mematikan dan berhasil bermutasi dengan berbagai macam varian.

Mengapa harus rela? Perlu digarisbawahi bahwa banyak rumor-rumor dan kejadian yang cukup menakutkan dari akibat vaksin anti covid 19 yang disuntikan kepada manusia ini.

Adalah seorang anak bernama Emilio Riandina Pacay yang baru berusia 12 tahun. Siswa kelas 7 SMPN 2  Kabupaten Sumedang  yang bertempat tinggal di daerah Ragadiem Rt.01 Rw.03 kelurahan Kota Kulon Sumedang Selatan, yang dengan penuh kesadaran melakukan vaksinasi bersama ribuan warga lainnya di Sumedang Selatan.

Meski pada awalnya disuruh orang tua, namun keinginan dari diri sendiri juga muncul.

“Semua yang di rumah sudah pada divaksinasi. Kebetulan ini ada vaksinasi dari TNI AL untuk warga Sumedang dan saya boleh ikutan,” ungkap Emilio yang akrab disapa Emil usai melakukan vaksinasi.

Dengan pemahaman yang di dapat dari berbagai sumber, Emil dengan penuh keyakinan menjadi peserta vaksinasi yang digelar oleh TNI Angkatan Laut sebagai penerapan program Serbuan Vaksinasi Nasional yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk menangkal penyebaran wabah penyakit Corona ini. Diakui Emil, dirinya tidak takut dan tidak terlalu panik dengan adanya wabah covid ini.

“Biasa aja karena saya rajin olah raga sama minum yang banyak dan makan makanan yang sehat. Prokes (Protokol Kesehatan. red) selalu saya lakukan seperti sering mencuci  tangan, selalu memakai masker, dan tidak kumpul-kumpul dengan teman selama pandemi,” jelas Emil.

Emil merupakan anak bungsu dari pasangan pengusaha toko emas dan perak Haryanto Cay dan Rina Sari Purwasih dan memiliki seorang kakak bernama Zefriananza yang baru lulus SMA dan bercita-cita melanjutkan kuliah di kampus Widyatama Bandung. Dan hari ini, semua anggota keluarga telah divaksin.

“Ayah, ibu, dan kakak sudah duluan di vaksin. Saya datang  kesini karena dikasih tau pak RW. Katanya seusia Emil sudah boleh divaksin,” paparnya dan saat divaksin ditemani sang kakak Zefri.

Sebagai seorang siswa, Emil juga merasakan dampak wabah pandemic ini dimana telah dua tahun terakhir kegiatan belajar hanya dilakukan di rumah melalui daring. Satu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

“Selama munculnya wabah pandemic saya lebih sering diem di rumah. Paling olah raga sama belajar lewat daring,” tuturnya.

Meski dengan melalui daring dan tidak bertatap muka dengan para gurunya, Emil mengakui bahwa hasil raportnya bagus.

“Di rumah juga ada rasa bosen. pengen covid cepet berlalu biar bisa belajar lagi di sekolah ketemu lagi dengan teman teman Emil,” keluhnya.

Hal positif juga diungkapkan Emil saat menjalani hari-harinya dalam suasana pandemic.

“Selama diam di rumah jadi sering kumpul sama orang tua, olah raga dan biasanya main bola di lapangan komplek,” tutur Emil.

“Semoga ke depan indonesia makin sehat,” pungkasnya.

Semoga, Emil-Emil lain memiliki harapan besar untuk meraih cita-cita dan mampu bertahan melalui wabah pendemi yang telah merusak sebagian besar struktur social di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Sehatlah selalu wahai anak bangsa!

Categories: Kronik