Month: August 2021

  • Presiden Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Door To Door di Cirebon dan Kuningan

    Presiden Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Door To Door di Cirebon dan Kuningan

    CIREBON, eljabar.com — Untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., memimpin langsung pengamanan kunjungan kerja (Kunker) Presiden RI Ir. Joko Widodo di wilayah Kab. Cirebon dan Kab. Kuningan. Selasa (31/8/2021).

    Kunjungan Presiden RI Ir. Joko Widodo ke Kab. Cirebon dan Kuningan dalam rangka peninjauan pelaksanaan Vaksinasi yang dilaksanakan secara door  to door di RT. 02 RW. 05 Kampung Pengampaan Kelurahan Kalijaga, SMAN 1 Beber Kab Cirebon

    Usai peninjauan pelaksanaan Vaksin,  Presiden RI Ir. Joko Widodo yang didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto melanjutkan kegiatan di Ds Sangkanhurip, Ponpes Mithahul Fallah Kab. Kuningan dilanjutkan dengan memberikan pengarahan kepada seluruh Forkopimda Prov. Jabar di Pendopo Kab Kuningan.

    Setelah itu Presiden melanjutkan perjalanan untuk meresmikan  Bendungan Cebeureum. (Pendam III/Siliwangi)

  • Reaksi Cepat Pangdam III/Slw Tanggapi Warga Cileunyi yang kesulitan mendapatkan Vaksinasi

    Reaksi Cepat Pangdam III/Slw Tanggapi Warga Cileunyi yang kesulitan mendapatkan Vaksinasi

    BANDUNG, eljabar.com — Pangdam III/Siliwang Mayjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, bergerak cepat dalam mensukseskan program Pemerintah Pusat tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinsasi Covid-19, salah satunya vaksinasi yang di dilaksanakan di Aula Desa Cileunyi Kulon Jalan Cika No. 25 Cileunyi Bandung, digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, Selasa (31/8/2021).

    Pangdam III/Siliwangi langsung memerintahkan Kakesdam III/Slw untuk mendatangkan Nakes dari Kesdam III/Slw dan dibantu dari Nakes Yonif 330/Kostrad untuk melakukan vaksinasi, hal itu dilakukan Pangdam setelah membaca tentang keluhan salah seorang warga masyarakat an. Alipia Suci Prawita (20) yang kesulitan mendapatkan vaksin kedua dan mendapatkan penolakan di Puskesmas dan RS setempat.

    Satu diantara warga Kp. Cikalang Kaler RT. 04/08 Desa Cileunyi Kulon Alipia Suci Prawita (20) dalam pengakuannya, Alipia, bahwa dirinya telah berusaha untuk ikut vaksinasi kedua di Rumah Sakit, dan Puskesmas namun sempat penolakan baik dari pihak rumah sakit maupun pihak Puskesmas, tutur Alipia.

    Akhirnya Ia merasa lega setelah Kodam III/Slw mengirimkan tenaga kesehatan ke Desa Cileunyi Kulon, untuk melaksanakan vaksinasi bersama warga lainnya sebanyak 200 orang.

    “Saya Alipia, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Bapak Joko Widodo dan Bapak Pangdam III/Siliwangi, hari ini saya sudah di vaksin kedua, hatur nuhun Bapak Presiden,” ujar Alipia dengan kental menggunakan Bahasa Sundanya.

    Selain diselenggarakannya vaksinasi, pada kesempatan tersebut Pangdam III/Slw melalui Komandan Korem 062/TN Kolonel Inf Muchidin juga menyerahkan paket sembako kepada warga yang kurang mampu dan terkena dampak ekonomi akibat pandemi covid -19. (Pendam III/Siliwangi)

  • Anak Kembar Siam Harus Menjadi Fokus Pemerintah

    Anak Kembar Siam Harus Menjadi Fokus Pemerintah

    BANDUNG, eljabar.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) akan menjamin pendidikan anak kembar siam asal Wanaraja, Kabupaten Garut, Al Dewi Putri Ningsih (8 tahun) dan Al Putri Anugrah (8) Saat ini, mereka diasuh oleh sang ayah setelah Oktober 2020 lalu sang ibu meninggal dunia.

    Dedi Supandi, Kepala Disdik Jabar mengatakan, pendidikan kedua anak itu harus menjadi fokus pemerintah, agar tetap mendapatkan hak yang sama dengan anak-anak lainnya.

    “Kita bantu di bidang pendidikan, ananda Putri dan Dewi masih sekolah SD. Saya sudah kontak ke Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Mudah-mudahan ada umur dan rezeki,” ujar Dedi, Selasa (31/8/2021).

    Kadisdik Jabar minta untuk kedua anak kembar ini tetap diberikan pendampingan pendidikan

    Dalam kondisi apapun, Dedi bilang, keduanya harus tetap dalam pendamping, baik dari sektor pendidikan dan lainnya. Sehingga ia meminta Pemda Garut juga turut membantu dua anak itu.

    “Akan kita terus dampingi siapa pun kadisnya nanti, saya titipkan mereka harus masuk sekolah negeri dan penuhi apa yang mereka inginkan,” ungkapnya.

    Disdik Jabar segera melakukan koordinasi dengan KCD di Garut

    Selain bidang pendidikan, Dedi menambahkan, ada tiga barang yang diperlukan oleh anak kembar itu: kursi roda, tongkat untuk berjalan, dan meja belajar khusus. Kebutuhan ini dirasakannya paling mendesak.

    “Mudah-mudahan kita semua bisa, saya juga sudah mencoba menghubungi Kantor Cabang Dinas (KCD) Garut untuk melakukan pendampingan,” katanya.  ***

  • Kabupaten Sumedang Satu-Satunya Kabupaten Dengan Kinerja Vaksinasi Tertinggi di Jawa Barat

    Kabupaten Sumedang Satu-Satunya Kabupaten Dengan Kinerja Vaksinasi Tertinggi di Jawa Barat

    Sumedang,eljabar.com — Capaian vaksinasi di Kabupaten Sumedang sudah mencapai 32 persen lebih dan Sumedang satu-satunya kabupaten dengan kinerja vaksinasi tertinggi di Jawa Barat.

    Demikian hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat memberikan arahan dalam acara Rapat Kewaspadaan Dini Daerah secara virtual, Selasa, (31/8/2021).

    Wabup Erwan mengatakan, melihat perkembangan vaksinasi di Kabupaten Sumedang saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang optimistis bulan September 2021 vaksinasi bisa mencapai 70 persen untuk membentuk herd immunity.

    “Hal ini cukup beralasan, pasalnya persepsi masyarakat terhadap vaksinasi mulai berubah ke arah yang lebih baik,” katanya.

    Dikatakan, perubahan tersebut dapat dilihat dari semakin tingginya antusiasme warga di setiap pelaksanaan kegiatan vaksinasi.

    “Masyarakat sekarang mulai peduli pentingnya vaksin. Yang dulunya takut divaksin, sekarang mereka berbondong-bondong mengikuti vaksinasi. Sekarang ini kita justru
    kekurangan vaksin,” ujarnya.

    Kaitan hal itu, ia pun mengapresiasi stakeholders yang telah berupaya menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya vaksinasi.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, mulai dari Dinkes RSUD, SKPD, Camat dan desa yang telah mengupayakan warganya untuk divaksin,” tuturnya.

    Dikatakan Wabup, di samping terus berupaya untuk bisa mendatangkan vaksin dari berbagai sumber, upaya tasting, tracing dan treatment (3T) juga terus dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

    “Tasting, tracing dan treatment terus kita upayakan. Alhamdulillah, dari waktu ke waktu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang semakin berkurang,” kata Wabup.

    Wabup menyebutkan, melihat kondisi perkembangan saat ini, Kabupaten Sumedang diharapkan bisa secepatnya bisa masuk ke level 2 atau bahkan ke level 1.

    Terakhir, Wabup mewanti-wanti kepada warga masyarakat yang sudah divaksin agar tetap waspada dengan tetap menjaga protokol kesehatan serta tidak menganggap bahwa pandemi Covid-19 sudah hilang.

    “Walaupun tingkat keterpaparan sudah menurun, tetapi kita harus tetap waspada. Sayangi diri kita, keluarga dan lingkungan kita dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.(abas)

  • Terkendala Lahan, Progres Pekerjaan Bendungan Bagong Baru 1,7 Persen

    Terkendala Lahan, Progres Pekerjaan Bendungan Bagong Baru 1,7 Persen

    TRENGGALEK, eljabar.com – Hingga akhir Agustus 2021, progres pekerjaan Bendungan Bagong di Desa Sumurup dan Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, sebesar 1,7 persen.

    Angka tersebut tergolong rendah mengingat pekerjaan pembangunan Bagong telah terkontrak akhir Desembet tiga tahun silam.

    Keterangan yang dihimpun eljabar.com menyebutkan, persoalan pembebasan lahan yang sampai saat ini masih belum tuntas menyebabkan pekerjaan infrastruktur sumber daya air itu belum bisa memenuhi target yang direncanakan, yakni 8,8 persen.

    “Realisasi progres pekerjaan Bendungan Bagong 1,7 persen, dari yang direncanakan sebesar 8,08 persen sehingga terdapat deviasi sebesar -6,78 persen,” terang Pelaksana Teknis PPK Bendungan Bagong yang diterima eljabar.com melalui aplikasi pesan. Selasa (31/08/2021).

    Meskipun begitu, pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketahanan pangan dan ketahanan air itu terus menyelesaikan pekerjaan di lokasi lahan yang telah dibebaskan.

    Yang bergulir saat ini adalah pembuatan saluran pengelak untuk pengaliran sementara sungai dengan blasting atau peledakan.

    Pasalnya, selain untuk menurunkan deviasi progres sebesar -6,78 persen, pekerjaan blasting yang sempat terhenti oleh protes warga setempat, merupakan tahap paling krusial untuk dapat melanjutkan ke pekerjaan selanjutnya.

    Hal ini dikemukakan oleh PPK Bendungan Bagong Budiono, seusai ikut menghadiri pertemuan perwakilan warga dengan Bupati Trenggalek dan Forkopimda, pekan lalu.

    Selain itu, imbuh Budi, masih terdapat pekerjaan yang akan meningkatkan progres, yaitu galian tanah untuk fasilitas umum. Skenario ini yang paling memungkinkan untuk dilakukan saat ini. Sebab, untuk melaksanakan pekerjaan di lokasi lain masih terkendala pembebasan lahan.

    Terkait perkembangan pembebasan lahan Bendungan Bagong, PPK Pengadaan Tanah Bendungan BBWS Brantas Denny Bayu Prawesto menjelaskan bahwa sudah 160 bidang tanah yang telah siap untuk diajukan ke satuan kerja yang ada di pusat. Jumlah itu mengalami penambahan sebanyak 36 bidang dari yang sebelumnya sebanyak 124 bidang.

    “Ada 160 bidang yang akan diajukan ke satker pusat dulu untuk kemudian diteruskan ke Lembaga Manajemen Aset Nasional (LMAN),” ujar Deny lewat aplikasi pesan. Rabu (26/08/2021).

    Pihaknya, kata Deny, terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya agar pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Bagong segera rampung sesuai ketentuan yang ditetapkan.

    Berdasarkan catatan eljabar.com, total bidang lahan untuk pembangunan Bendungan Bagong mencapai 1.500 bidang.

    Sementara itu, Direktur Bendungan dan Danau Kementarian PUPR Airlangga Mardjono menjelaskan bahwa administrasi pertanahan pemilik tanah yang tidak lengkap kerap menjadi permasalahan dalam proses pembebasan lahan. Untuk menyelesaikan permasalahan administrasi itu akan memakan waktu. (*wn)

     

     

  • Kejar Herd Immunity, bank bjb Dukung Vaksinasi Massal ITB

    Kejar Herd Immunity, bank bjb Dukung Vaksinasi Massal ITB

    BANDUNG, — Guna memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19 agar segera terbentuk herd immunity, bank bjb senantiasa mendukung penyelenggaraan vaksinasi massal di berbagai tempat. Salah satunya sebagaimana yang dilaksanakan di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Jumat 20 Agustus 2021.

    Gelaran vaksinasi Covid-19 yang dinamai Sentra Vaksinasi Ganesha tersebut menargetkan penyuntikan vaksin terhadap 20 ribu orang dalam 10 hari. Inisiasi ini digagas oleh Ikatan Alumni ITB.

    Selaras dengan komitmen bank bjb untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dukungan terhadap segala bentuk upaya pengentasan pandemi Covid-19 harus didukung. Pasalnya, Covid-19 yang mereda akan mampu menghidupkan kembali roda ekonomi seiring dengan mobilitas masyarakat yang merangkak naik.

    “bank bjb siap mendung berbagai upaya pengentasan Covid-19 tak terkecuali vaksinasi massal di berbagai wilayah. Vaksin saat ini adalah senjata ampuh untuk memerangi pandemi, oleh karenanya kelancaran pelaksanaan vaksinasi massal kepada masyarakat harus didukung oleh seluruh pihak,” ungkap Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

    Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat harus mendapat dukungan dari berbagai pihak agar target herd immunity dapat terakselerasi. Sehingga, kegiatan masyarakat dapat segera dilaksanakan dengan adaptasi baru.

    “Kesanggupan infrastruktur kesehatan kita hanya 60 persen, maka 40 persennya saya memohon pada semua pihak untuk turun tangan bela negara membantu vaksinasi. Dengan begitu Januari 2022 harusnya kedaruratan sudah tidak ada, herd immunity sudah terbentuk, kita tinggal beradaptasi dengan kebiasaan baru, sekolah semua dibuka, pariwisata, ekonomi dan lainnya,” ungkap Ridwan Kamil.

    Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Oded M. Danial pun turut hadir. Acara juga dihadiri CEO Regional 1 bank bjb Andy Rachman beserta jajaran pimpinan bank bjb. ***

  • APH Tebang Pilih…! Pungli dan Korupsi di Disdik Kab. Bandung Dibiarkan

    APH Tebang Pilih…! Pungli dan Korupsi di Disdik Kab. Bandung Dibiarkan

    KAB. BANDUNG, eljabar.com — Kendati ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) jika melakukan pungutan liar (pungli) sebagaimana Kitab Undang-Undang Pidana Hukum (KUHP) pasal  423. Nyatanya tidak serta merta oknum PNS Dinas Pendidikan kecamatan di Kabupaten Bandung, takut.

    Informasi yang dihinpun dari berbagai sumber, beberapa waktu lalu dua oknum pejabat kecamatan  diduga duet bareng melakukan dua kali  pungli kepada para Kepala SDN ratusan ribu per SDN, uangnya untuk menjamu intansi non disdik yang kunjungan kerja (kunker) bersama Kepala SDN disalah satu SMPN saat bulan ramadhan.

    Dan 10 juni 2021 di SDN ini oknum diduga melakukan pungli kembali uangnya konon untuk menutup oknum LSM yang mengirim surat cinta, yakni klarifikas tentang penggunaan BOS tahun 2020, jika dijumlah oknum tiga kali pungli disalah satu kecamatan, Rp 50 juta lebih dana BOS tersedot oknum.

    Ironisnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung DR. H. Juhana, M.MPd tidak menindak pelaku pungli oknum pejabat di kecamatan yang nota bene bawahanya ada apa?

    Mantan pejabat Disdik Kab. Bandung melalui pesan singkat angkat bicara, parah diduga  sedari 2016 pungli dan korupsi lingkup disdik mewabah tapi aman? Aneh.

    “Sedangkan kasus lain di disdik, APH terasa tanggap. Itu artinya APH disinyalir dalam melakukan tugasnya tebang pilih,” tegasnya kepada eljabar.com, Senin (30/08/2021).

    Eks Kasubag TU Dinas UPT kecamatan angkat bicara terkait maraknya dugaan pungli dan korupsi dilingkup Disdik Kab. Bandung. “Bagusnya ada hukum yang berlaku, ibarat makan gula terasa manis, makan garam teras asin. Bukan sebaliknya seolah hukum tidak ada di Kabupaten Bandung,” tandasnya. A56

  • Yayasan Tunas Bangsa Bekerja sama dengan Pemdes Cipacing Gelar Vaksinasi Masal

    Yayasan Tunas Bangsa Bekerja sama dengan Pemdes Cipacing Gelar Vaksinasi Masal

    JATINANGOR,eljabar.com —  Sebanyak 500 warga menjadi target sasaran vaksin dosis pertama yang digelar Yayasan Tunas Bangsa Bekerja sama dengan Pemdes Cipacing dan Puskesmas Jatinangor di kampus Bimbel Tunas Bangsa Dusun Cibiru RW 10 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, Selasa (31/8).

    Direktur dan Konseling Bimbel Tunas Bangsa, Denny Suhendar mengatakan vaksinasi ini kerja sama bimbel dengan Pemdes Cipacing dan Puskesmas Jatinangor, dengan sasaran vaksin 500 warga Cipacing, dan staf serta siswa Bimbel Tunas Bangsa berjumlah 100. Vaksinasi ini, kata Denny merupakan intruksi mendagri dan target vaksinasi 70 persen bagi warga Kecamatan Jatinangor.

    “Ya kami apresiasi sekali atas antusiasme warga yang datang. Target 500 orang ternyata sudah 650 orang yang mendaftar. Kami juga turut berterimakasih sekali kepada jajaran Polsek Jatinangor yang telah membantu mengamankan lokasi sehingga tidak terjadi kerumunan, dan acara berjalan tertib dan kondusif,” katanya.

    Densu, sapaan akrabnya menambahkan, Yayasan Tunas Bangsa menjadi fasilitator dalam kegiatan ini, seperti menyediakan tempat, konsumsi bagi tenaga kesehatan dan keamanan. Sementara vaksin sendiri berasal dari Puskemas Jatinangor.

    “Datanya warga mendaftar ke desa, nanti dari desa dibantu kader posyandu datang ke tempat vaksin. Sementara staf dan guru di Bimbel Tunas Bangsa ada 100 orang,” katanya.

    Sementara itu, Kades Cipacing Hj Dede Juariyah S.Pd mengatakan sasaran target vaksinasi warga Desa Cipacing sebanyak 11 ribu atau 70 persen dari jumlah penduduk Cipacing yang berjumlah 19.550. Saat ini sudah 40 persen warga yang sudah tervaksin dosis pertama. Itu juga yang terekap di desa, sementara banyak warga yang melakukan vaksinasi mandiri.

    “Sebagai contoh, warga RW 10 sudah 80 persen divaksin, bahkan di Puskopad yang notabene karyawan IPDN, bahkan banyak karyawan pabrik warga Desa Cipacing yang melakukan vaksinasi di perusahaannya,” katanya.

    Hj Dede menambahkan, Pemdes Cipacing telah melakukan kerja sama vaksinasi diantaranya dengan PT Polifyn, PT Karya Putra Sangkuriang (KPS) Grup, dan Yayasan Tunas Bangsa, dengan data yang masuk ke desa sudah 3000an warga Desa Cipacing yang telah divaksin. Belum yang rutin ke kecamatan, kampus IPDN, Unpad, dan Taman Melati Jatinangor.

    “Ya kira-kira yang sudah divaksin jika ditotalkan sama yang mandiri sekitar 5000an. Atau hampir 45 persen dari target sasaran vaksin warga Desa Cipacing. Mudah mudahan dengan vaksinasi yang gencar ini membuat herd immunitiy,” tandasnya.(abas)

  • Menunjang Sektor Transportasi, Ruas Jalan Kamal Sampai Batas Kota Sampang Dibenahi

    Menunjang Sektor Transportasi, Ruas Jalan Kamal Sampai Batas Kota Sampang Dibenahi

    BANGKALAN, eljabar.comSejumlah ruas jalan di Pulau Madura mulai diperbaiki oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur Bali, salah satunya adalah ruas Kamal Bangkalan Sampang.

    Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Jawa Timur dan PPK 3.2 Jawa Timur, ruas jalan yang diperbaiki tersebar di sejumlah lokasi efektif.

    Berdasarkan data yang diterima eljabar.com ruas jalan efektif yang diperbaiki tersebut mencapai 8,67 kilometer dan tersebar di 9 ruas jalan, baik yang dikerjakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) maupun kontraktual.

    Ruas jalan tersebut meliputi Kamal-Bts Kota Bangkalan sepanjang 900 meter, Jl. Halim Perdana Kusuma 700 m, Bts Kota Bangkalan-Bts Kab. Sampang 2.600 meter dan Bts Kab. Bangkalan-Torjun 1570 meter.

    Selain itu perbaikan juga dilaksanakan di ruas Torjun-Bts Kota Sampang sepanjang 1.800 meter dan Bangkalan-Pelabuhan Tanjungbumi 1.900 meter.

    Selain perbaikan pada lapisan perkerasan lentur jalan, perbaikan tersebut juga meliputi bangunan pelengkap jalan seperti jembatan maupun pembuatan saluran tepi jalan.

    Pantauan eljabar.com di beberapa ruas jalan PPK 3.2 Provinsi Jawa Timur, selama proses pekerjaan berlangsung sejumlah rambu peringatan dan pengaman terpasang di spot lokasi pekerjaan.

    Seperti pada pekerjaan pembuatan saluran tepi jalan di Kecamatan Tangkel, Kabupaten Bangkalan. Hal yang sama juga terlihat di lokasi pekerjaan pelebaran jalan di wilayah Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan.

    Pada pelebaran jalan di Blega, Kabupaten Bangkalan saat ini yang dikerjakan masih di sisi selatan jalan. Sedangkan di sisi kanan, baru sebagian yang digali meski seluruh pohon yang ada di kedua sisi jalan sudah ditebang.

    Begitu juga dengan penambalan lobang jalan yang ada di wilayah pegunungan Gigir, Kecamatan Tana Merah, Kabupaten Bangkalan. Pekerjaan tersebut sudah selesai dikerjakan.

    Begitu juga dengan ruas jalan yang membentang di wilayah Klampis, Kabupaten Bangkalan sampai ke Torjun, Kabupaten Sampang. Di ruas ini hanya menyisakan pekerjaan pembuatan marka jalan.

    Kendati demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa yang perlu mendapat perhatian adalah potensi kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan bermuatan lebih (over load).

    Setelah seluruh perbaikan ruas jalan nasional dari Kamal hingga batas Kota Sampang selesai dikerjakan, sebaiknya instansi terkait lebih agresif untuk mengendalikan dan mengawasi kendaraan dengan muatan dan dimensi yang melebihi batas ketentuan.

    Sebab, kata Khoirul Askar, peneliti dari Surabaya Institute Governance Studies, biaya besar perbaikan jalan, justru tidak memberikan dampak terhadap usia teknis dan usian layanan jalan yang diharapkan.

    “Kerja keras penyelenggara jalan menjadi sia-sia jika jalan yang diperbaiki itu umurnya hanya sesaat dan umur layanannya tereduksi oleh kendaraan ODOL,” pungkas Khoirul. (and)

  • Elevasi Muka Air Makin Tinggi, Bendungan Bendo Terus Dibenahi

    Elevasi Muka Air Makin Tinggi, Bendungan Bendo Terus Dibenahi

    PONOROGO, eljabar.com — Pasca pengisian awal Bendungan Bendo di Ponorogo dimulai pada 31 Juli 2021 lalu, tinggi muka air salah satu proyek strategis nasional bidang ketahanan pangan dan air terus meningkat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga 29 Agustus 2021 tinggi muka air bendungan setinggi 71 meter tersebut sudah mendekati 172 meter di atas permukaan air laut.

    Ketinggian muka air Bendungan Bendo tersebut dapat terlihat dari alat pengukur sementara yang dipasang di dekat pohon pada area genangan.

    Kendati demikian, beberapa pekerjaan yang tidak termasuk dalam katagori pekerjaan utama masih terus dituntaskan. Pekerjaan tersebut diantaranya adalah perkuatan lereng dengan shotcrete serta pekerjaan rockbolt. Hal ini dilakukan untuk menguatkan bagian-bagian dari bendungan dari potensi longsor akibat gerakan batuan dalam.

    Secara teknik, Bendungan Bendo sudah dinyatakan memenuhi kelayakan dan keamanan oleh Komisi Keamanan Bendungan (KKB).

    Sebab, impounding atau pengisian awal bendungan tidak akan dilaksanakan tanpa sertifikasi impounding yang diputuskan dalam Sidang Pleno Komisi Keamanan Bendungan.

    Sementara itu, akses masuk ke Bendungan Bendo telah ditutup untuk umum. Di gerbang utama bendungan dengan daya tampung 43,11 juta meter kubik itu dijaga ketat oleh petugas keamanan. Hanya pekerja yang diijinkan memasuki area bendungan tersebut.

    Di sisi lain, antusias masyarakat untuk melihat dari dekat Bendungan Bendo belum bisa dipenuhi. Mereka harus memutar dan mendaki bukit hingga mendapat spot di atas puncak bendungan.

    Selain untuk menghindari terjadinya kerumunan, penutupan sementara Bendungan Bendo dimaksudkan juga agar aktifitas pekerjaan di area bendungan tersebut tidak terganggu. (*wn)